Mohon tunggu...
Ayu Diahastuti
Ayu Diahastuti Mohon Tunggu... an ordinary people

ordinary people

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Cegah Depresi Anak, Coba Belajar dari Duo Bapak Pendidik Bangsa

19 Oktober 2020   17:17 Diperbarui: 22 Oktober 2020   10:21 1029 71 24 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cegah Depresi Anak, Coba Belajar dari Duo Bapak Pendidik Bangsa
Ki Hajar Dewantara dan Rabindranath Tagore | hasil olah pribadi

Dinding edukasi Indonesia kembali menorehkan duka. Sesaat setelah seorang remaja MI (16) asal Gowa, Sulawesi Selatan meneguk racun, raga meregang, lalu nyawa pun akhirnya lepas.

Pengakuannya kepada teman-teman tidak membuatnya menjadi lega. Stressor berupa sulitnya akses internet di desanya, datang secara terus-menerus, sehingga semakin menyulitkannya untuk menjalankan tugas daring sesuai jadwal. Kondisi inilah yang mengakibatkan MI memilih untuk meminum racun dan menghabisi masa hidupnya. (Kompas.com 18/10/2020).

Sebuah ironi masyarakat era digital masa kini. Sementara rekan-rekan seusianya berlomba untuk memenuhi kepuasan aktualisasi diri dengan beragam fitur yang ditawarkan gadget keluaran terbaru, baik itu Android atau pun iPhone, remaja ini dan mungkin masih banyak remaja di luar sana kesulitan untuk memenuhi tugasnya sebagai siswa harapan bangsa.

Bukan ingin mencari tahu siapa yang salah dan siapa yang benar dalam hal ini. MI telah pergi. Meski dengan meninggalkan pesan dan kesan yang miris.

Kejadian ini memicu ingatan saya pada dua pribadi tangguh penggagas pendidikan yang menginspirasi jejak mengajar saya.

Guru. Demikian istilah yang diambil dari bahasa sansekerta, Gu, yang artinya penghilang; Ru, yang artinya kegelapan. Arti Guru bagi saya pribadi adalah penghilang kegelapan. Bisa jadi siapa dan apa saja yang ada di sekitar saya.

Rabindranath Tagore

Adalah Rabindranath Tagore. Pujangga besar asal India ini menawan hati saya dengan berjuta kata indah dalam rerangkaian puisi dan karya sastranya. 

Terlebih, pendiri sekolah Visva Bharati di Shantiniketan ini semakin membuat saya jatuh cinta pada filosofi keseimbangan alam yang coba ia tanamkan dalam pola ajar pada peserta didik.

Konsep pembentukan karakternya mengajak saya menyelami anak-anak bukan hanya sekedar manusia pekerja yang membutuhkan bimbingan untuk meningkatkan kemampuan akademisnya saja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN