Mohon tunggu...
Dhanang DhaVe
Dhanang DhaVe Mohon Tunggu... www.dhave.id

Biologi yang menyita banyak waktu dan menikmati saat terjebak dalam dunia jurnalisme dan fotografi saat bercengkrama dengan alam bebas www.dhave.net

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Belajar dari Edelweis tentang Keabadian, Ketulusan dan Pengorbanan

7 Desember 2011   02:05 Diperbarui: 25 Juni 2015   22:44 76918 8 9 Mohon Tunggu...
Belajar dari Edelweis tentang Keabadian, Ketulusan dan Pengorbanan
Photobucket

Edelweis, sebuah tanaman eksotik dan endemik khas daerah alpina atau montana. Tanaman dari family Asteraceae tumbuh dan berkembang di daerah pegunungan dengan iklim yang dingin dan pada ketinggian diatas 2000mdpl. Hampir semua pegunungan ditumbuhi Edelweis. Beragam spesies muncul sehingga menciptakan keragaman yang menarik. Dari morfologi bunganya saja, terlihat ada Edleweis berwarna putih, ungu dan kuning, dan masih ada lagi mungkin di tempat lain. Anphalis Javanica, adalah Edelweis yang banyak di jumpai di pegunungan pulau Jawa.

Beragam istilah muncul untuk menyebut nama tanaman eksotis ini. Ada yang menyebut sebagai bunga keabadian, ketulusan dan perjuangan, dan masih banyak lagi intepretasi yang lain. Disebut bungan keabadian, karena bunganya yang terus awet dan berada dipuncak gunung sebagai simbol keabadian. Lambang ketulusan, karena Edelweis tumbuh di daerah yang khusus dan ekstrem, sehingga seolah menerima keadaan apa adanya tanpa menuntut kondisi yang mengenakan. Bunga ini juga mengandung arti sebagai lambang perjuangan, karena bunga ini tumbuh ditempat yang tandus, dingin, miskin unsur hara dan untuk mendapatkannya harus bersusah payah mendaki gunung.

Karena demikian hebatnya bungai ini, membuat mereka yang mengaku pecinta alam atau penggiat alam bebas berusaha mengabadikan bunga tersebut bahkan harus rela memindahkan habitatnya walau hanya setangkai bunganya saja. Di beberapa tempat wisata, Edelweis menjadi barang dagangan yang cukup menjanjikan karena banyak diburu mereka yang tak sanggup memetik di gunung. Saking laris manisnya, maka eksploitasi Edelweis dilakukan penduduk untuk di perdagangkan. Tidak berbeda jauh dengan tangan-tangan jahil penggiat alam bebas, walau tidak melakukan jual beli Edelweis, tetap saja mengambil tanpa memikirkan dampaknya. Memetik tanpa menanam, begitulah yang terjadi dan kenyataannya demikian. Entah sampai kapan prilaku tersebut akan berhenti, apakah menunggu kesadaran masing-masing pribadi atau setelah bunga keabadian tersebut habis dari habitatnya. Mungkin bagi kita yang memiliki kesadaran akan arti penting Edelweis yang terancam oleh tangan-tangan jahil, tidak usah terlalu risau. Mungkin jika mata kita jeli, maka tanpa bersusah payah akan menemukan bunga keabadian tersebut. Tentu saja ada aturan main, dan menaati aturannya sebelum bertemu dengan bunga eksotik tersebut. Jangan berpikir, Edelweis hanya tumbuh pada stratifikasi vegetasi tertentu, yakni montana atau alpina yang terletak hampir di puncak gunung. Tetapi bunga ini, bisa di temui di tempat-tempat tertentu dan spesifik sesuai dengan habitat aslinya. Mari arahkan mata dan pandangan kita untuk sejenak bisa menikmati Anaphalis Javanica. Jangan mengambil atau merusak, cukup nikmati dan abadikan lewat gambar agar semua orang bisa menikmati.

Di Jalan Lingkar Salatiga, di sekitar kanan kiri bekas galian untuk jalan, banyak sekali di tumbuhi Edelweis. Edelweis merupakan tanaman perintis dalam suksesi lahan. Pada awalnya lahan yang di pangkas menjadi tebing-tebing yang curam, serta terlihat lapisan-lapisan tanahnya. Nampak tanah lapisan atas yang berwarna kecoklatan, lalu tanah liat "clay" kemudian tanah berpasir, berkerikil dan berbatu. Irisan tanah secara vertikal ini menyulitkan beragam tumbuhan untuk hidup, dan hanya tanaman pioner saja yang mampu tumbuh dan berkembang disana. Ibarat lahan tandus, makan beberapa tanaman perintis yang mampu tumbuh, seperti; paku-pakuan, lumut, rerumputan dan Edelweis adalah salah satunya.

Edelweis adalah tumbuhan perintis di tanah vulkanik yang tandus, bebatuan pegunungan dan lembah-lembah. Keistimewaan Edelweis adalah mampu hidup dalam media yang miskin unsur hara, karena tanaman ini bersimbiosis dengan mikoriza. Mikoriza adalah jamur yang berasda di perakaran yang bertugas menambat Nitrogen dan dekomposisi materi organik. Dari peran Mikoriza tersebut Edelweis mendapatlan nutrisi, sehingga mampu hidup ditanah tandus sekalipun. Lahan yang dipangkas vertikal menjadi habitat yang cocok untuk Edelweis, sehingga banyak ditemui di tebing-tebing curam disepanjang Jalan Lingkar Salatiga. Dengan perakaran yang kokoh dan mampu menembus celah-celah bebatuan memungkinkan Edelweis mampu hidup ditempat-tempat yang sudah dijangkau.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x