Mohon tunggu...
Nahariyha Dewiwiddie
Nahariyha Dewiwiddie Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Penulis dan Pembelajar

🌺 See also: https://medium.com/@dewiwiddie. ✉ ➡ dewinaharia22@gmail.com 🌺

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Masih Berpikir "I Hate Monday"? Itu Kuno!

23 Januari 2018   20:31 Diperbarui: 28 Januari 2018   07:29 1913
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar: Zee News

Karena, secara umum, Tuhan mengutus kita semua, seluruh umat manusia. Hanya saja, tentu dengan cara berbeda. Iya sih, Dia memang sudah menyiapkan "hadiah"untuk kita semua agar kita menjadi sosok yang "luar biasa", tapi sayangnya Dia memang tidak menyampaikan kepada kita bagaimana cara membukanya secara langsung, melainkan kita-nya yang harus mencari sendiri!

Lalu, bagaimana caranya? Tentu saja, kita mencarinya dengan cara bekerja; membuka "hadiah" yang terbungkus rapi. Dan, "hadiah" tersebut adalah potensi diri kita!

Oh ya, hanya kerja keras-lah, kita dapat menemukan jati diri, keunikan, dan potensi sejati kita. Ya, seperti yang saya alami ketika saya belajar menulis di sini. Saya bisa menemukan gaya tulisanku yang khas banget, tentunya setelah saya tekun berlatih menulis selama tiga tahun lamanya!

Dan asal tahu saja, Tuhan telah menjadikan kita memilki minat, bakat, dan keterampilan yang berbeda-beda, agar kita bisa saling melengkapi, bener 'kan?

Lantas,  mengapa ya, kita diutus Tuhan ke dunia ini?

Hmmm, kalau saya hubungkan dengan pekerjaan sebagai sebuah panggilan (calling), maka kita diutus di muka bumi ini, untuk memberi manfaat kepada sesamanya. Untuk apa hidup di dunia kalau kita sendiri tidak memberikan manfaat? Sama saja kita termasuk golongan orang yang tidak bersyukur!

Dan, karena kita hidup untuk memberi manfaat kepada orang lain, maka hidup kita akan semakin bermakna. Dan, kalau kita kehilangan makna hidup, ya ujung-ujungnya malah bunuh diri! Rugi banget 'kan, kalau mengakhiri hidup seperti itu. Jangan sampai deh, kalian seperti penyanyi K-pop yang akhir tahun lalu bikin heboh karena bunuh diri!

***

Wahai pembaca yang budiman! Kalau kalian sudah membaca artikel saya ini, masihkah kalian berpikir "I Hate Monday"; berpikir hari Senin merupakan sesuatu yang dibenci?

Kalau masih, ya kalian harus berubah. Orang-orang yang mencintai hari Senin, itu merupakan cara berpikir yang "lebih maju" dan membahagiakan.  Dan, jika kalian belum menemukan keunikan dan potensi diri, segeralah mencari dan temukan! Sayang 'kan, kalau sampai akhir hayatnya kalian belum menemukan "sesuatu yang unik"?

Dan jangan lupa lho, beli dan baca buku I Love Monday-nya!  *eh malah promosi*

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun