Mohon tunggu...
Dewi Sulistyawati
Dewi Sulistyawati Mohon Tunggu... Penulis

لا يعرف الفضل لأهل الفضل إلا ذو الفضل @dewisulistyaa_21

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Apakah yang Dimaksud dengan 'Ammul Jama'ah?

29 Oktober 2019   19:46 Diperbarui: 29 Oktober 2019   21:06 155 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Apakah yang Dimaksud dengan 'Ammul Jama'ah?
download-13-5db8461ad541df1a4942df02.jpg

Pada masa kepemimpinan Ali bin Abi Thalib tidak pernah mengalami keadaan stabil seperti  3 kejadian besar yaitu Perang Jamal, Perang Shiffin dan Perang Nahrawan. Lantas apa yang dimaksud dengan 'Ammul Jama'ah? 

Setelah Ali bin Abi Thalib wafat maka kedudukannya digantikan oleh anaknya, Hasan Ali Bin Abi Thalin selama beberapa bulan. Namun kenyataannya Hasan lemah dalam kepemimpinanya sehingga membuat Mu'awiyah bin Abi Sufyan yang semakin kuat. Maka Hasan membuat perjanjian dalam. Perjanjian ini dapat mempersatukan umat Islam kembali dalam suatu kepemimpinan politik dibawah pimpinan Mu'awiyah bin Abi Sufyan. yang disebut juga sebagai 'Ammul Jama'ah.

Tahun 41 H (661 M) merupakan tahun persatuan, yang dikenal dalam sejarah sebagai 'Ammul Jama'ah atau tahun Jama'ah. Dalam tahun ini berakhirnya nasa khulafaur rasyidin dan mulainya kekuasaan Bani Umayyah dalam sejarah politik Islam.

Ada beberapa syarat damai yang diberikan oleh Hasan Ali bin Abi Thalib kepada Mu'awiyah dalam upaya pergantian kepemimpinan ke tangan Bani Umayyah, diantaranya adalah:

1. Mu'awiyyah harus memerintah menurut kitab Allah, sunnah Nabi Muhammad Saw., dan perangai Khulafaur rasyidin.

2. Mu'awiyah akan menyerahkan jabatan khalifah kepada syura kaum muslimin.

3. Rakyat akan dibiarkan damai di bumi Allah.

4. Para sahabat dan pengikut Ali bin Abi Thalib akan dijamin aman dan dalam. 

5. Tidak ada gangguan secara rahasia ataupun terbuka akan ditimpakan kepada Hasan Ali bin Abi Thalib, saudaranya (Husain), ataupun seseorang dari keluarga Nabi Muhammad Saw.

Demikianlah yang dimaksud dengan 'Ammul Jama'ah yaitu suatu perjanjian damai yang dilakukan oleh Hasan dengan Mua'wiyah bin Abi Sufyan. 

Artikel ini dikutip dari Buku 'Sejarah Peradaban Islam Terlengkap', Rizem Aizid. 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x