Mohon tunggu...
Dewi Riroma
Dewi Riroma Mohon Tunggu... Lainnya - 🌱

suka Jason Mraz. tapi bukan fans. jarang menggambar, kadang menjahit, sering dengar musik.

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Artikel Utama

Alasan Membatasi Diri dari Media Sosial dan Aplikasi Perpesanan

25 Januari 2022   18:05 Diperbarui: 26 Januari 2022   15:32 426 34 5
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sosial media (Sumber: ViewApart via kompas.co)

Saya termasuk penyuka teknologi, sebab teknologi selalu datang dengan daya tariknya sendiri yang membuat penasaran, memancing keingintahuan, dan menawarkan kebaruan. Teknologi favorit saya adalah komputer dan internet. 

Dulu, ada masanya ketika mampir ke warnet sepulang sekolah menjadi rutinitas wajib, bikin uring-uringan ketika dilewatkan.

Duduk di bilik warnet selama satu jam, menghabiskan sisa uang jajan, sekedar memperbarui profile picture, status update, mengecek testi atau wall, atau juga sekedar membuka aplikasi perpesanan, nimbrung dalam grup bertukar gurauan. Tipikal generasi Friendster dan Mig33 yang aktif. Bertukar cerita dan mengenal orang baru, selalu jadi hal yang menyenangkan.

Lalu ada masanya juga ketika saya rajin berbagi cuitan lewat twitter dan hasil jepretan yang dilengkapi caption lewat Instagram. 

Kadang-kadang obrolan soal tugas pun dilakukan dengan mention-mention-an di twitter, bukan di ruang yang lebih privat.

Sosial media bukan hanya tentang membagikan cerita, tetapi juga memperoleh informasi yang selanjutnya menjadi bahan obrolan dan gurauan bersama di luar kelas atau sambil menunggu pertandingan futsal antar jurusan dimulai.

Tetapi lambat laun, saya mulai bosan dengan sosial media.

Agaknya saya termasuk salah satu yang sangat awal beralih dari aplikasi perpesanan BBM ke Whatsapp di antara teman-teman dan lingkungan. Alasan saya saat itu adalah karena BBM terlalu ramai dengan status update

Bagi saya, aplikasi perpesanan dengan fungsi utamanya saja sudah sangat cukup, untuk bertukar pesan saja, tak perlu punya banyak fungsi.

Kemudian pelan-pelan saya mulai mengurangi intensitas berbagi di sosial media, sampai beberapa tahun benar-benar off dari sosial media, termasuk aplikasi perpesanan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gayahidup Selengkapnya
Lihat Gayahidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan