Mohon tunggu...
dewi nurnindyah
dewi nurnindyah Mohon Tunggu... Psikolog - Long life education

Belajar dari pengalaman hidup yang sebelumnya, karena itu akan membuat kita menjadi lebih dewasa dan bertumbuh

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Suka Duka Proses Pembelajaran di Masa Pandemi

25 September 2021   10:53 Diperbarui: 25 September 2021   10:57 170
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

SUKA DUKA PROSES PEMBELAJARAN 

DI MASA PANDEMI

Oleh : Dewi Nurnindyah

Keterlibatan siswa (student engagement) merupakan topik yang menarik untuk dibahas apalagi jika dikaitkan dengan proses mendidik. Dunia pendidikan erat kaitannya dengan proses pembelajaran. Keterlibatan siswa memiliki pengaruh yang positif terhadap prestasi akademik siswa dan tentunya berkaitan dengan kualitas pembelajaran. Siswa yang terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran akan menunjukkan performa yang lebih baik daripada siswa yang tidak terlibat. Sebaliknya, siswa yang kurang terlibat akan cenderung menunjukkan prestasi yang buruk dan mengalami masalah perilaku, dan apabila terjadi secara terus menerus akan menyebabkan drop out pada siswa.

Mengapa keterlibatan siswa ini memiliki pengaruh yang positif ? Karena ketika seseorang terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran maka Ia akan menginvestasikan energi dan waktunya untuk  menyelesaikan tugas-tugas akademik maupun pada saat mempelajari suatu materi tertentu. Saat seseorang ‘engaged’ maka Ia akan menunjukkan perilaku aktif saat di kelas seperti bertanya atau mencari bahan bacaan (behave), kemudian terdapat emosi positif seperti menikmati atau merasa senang ketika berhasil memperoleh suatu pemahaman tentang yang dipelajari (feel), dan juga terjadi proses kognitif dalam dirinya untuk mengkonstruksi pengetahuan atau pengalaman baru (think). Seseorang dikatakan ‘engaged’ ketika Ia melibatkan seluruh dimensi dalam dirinya baik itu perilaku, emosi dan proses berpikir. Ketika Ia berhasil ‘mengaktifkan’ ketiga dimensi tersebut selanjutnya Ia memperoleh pemahaman atau ketrampilan baru yang akan digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

Keterlibatan siswa bukan merupakan trait atau sifat bawaan dari individu, namun merupakan fungsi interaksi antara individu dengan konteks sosial. Keterlibatan siswa ini juga bersifat dinamis tergantung dari faktor individu berkaitan dengan motivasi seseorang dan efikasi dirinya, selain itu juga tergantung dari faktor eksternal dalam hal ini dukungan guru, keluarga dan teman sebaya. Namun, kendalanya sistem pembelajaran di masa pandemi tidak dapat dilakukan secara langsung atau tatap muka melainkan lewat daring, sehingga interaksi langsung antara guru dengan siswa kurang terjalin secara optimal. Pembelajaran dengan sistem online ini telah dilakukan selama hampir dua tahun.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Nabiyev dalam penelitian Filippova (2015), pembelajaran secara online memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya pembelajaran dapat diakses dimana saja dan kapan saja serta pembelajaran yang lebih murah. Namun terdapat pula beberapa kekurangan dari pembelajaran secara online seperti kurangnya komunikasi langsung (face to face) antara siswa dengan pengajar, kondisi individu yang tidak diperhatikan dalam pembelajaran jarak jauh, akses langsung pada sumber materi yang diajarkan, tidak adanya pelatihan yang dilakukan serta membutuhkan akses internet dan perangkat pendukung (komputer atau smartphone).

Sistem pembelajaran online ini tentunya berpengaruh terhadap keterlibatan siswa walaupun saat ini ada sebagian besar sekolah yang memberlakukan PTM dan sistem blended learning. Keterlibatan siswa bukan hanya menjadi tanggungjawab pribadi seorang siswa melainkan diperlukan kerjasama dari pihak sekolah dan dukungan dari keluarga untuk meningkatkannya. Bagaimana cara kita untuk meningkatkan keterlibatan siswa dengan sistem pembelajaran di masa pandemi ?

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran selama masa pandemi. Pertama, meningkatkan dan memelihara kepercayaan diri siswa. Guru memberikan alasan yang tepat mengapa siswa harus mempelajari materi tersebut sehingga siswa memahami dan merasa tertarik dengan materi tersebut. Memberikan tugas-tugas yang menantang dan mampu dikerjakan oleh siswa dengan baik sehingga rasa percaya diri mereka semakin meningkat ketika berhasil mengerjakan tugas tersebut. Kedua, menciptakan dan memelihara situasi pembelajaran yang aktif, kolaboratif dan bermakna.

Guru dituntut untuk lebih kreatif dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki sehingga mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. Ciptakan diskusi dan kolaborasi antar siswa sehingga pembelajaran menjadi bermakna. Ketiga, dukungan positif dari keluarga.Orangtua memiliki peran yang cukup siginifikan dalam proses pembelajaran. Hendaknya orangtua mendampingi dan memantau perkembangan putra-putrinya, karena kepedulian ini membantu siswa untuk lebih bersemangat saat belajar. Saat mengalami kesulitan saat belajar, orangtua menjadi significant others yang dapat membantu selain guru.

Orangtua juga hendaknya menyediakan fasilitas yang memadai seperti jaringan internet, media pembelajaran sehingga siswa dapat terlibat secara aktif saat belajar. Keempat, pihak sekolah mengakomodasi dan menyediakan sarana maupun prasarana guna menunjang proses pembelajaran disesuaikan dengan kondisi pandemi. Apabila melaksanakan sistem pembelajaran online, hendaknya pihak sekolah menyiapkan fasilitas belajar yang memadai dan memberikan pelatihan kepada para tenaga pendidik sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun