Mohon tunggu...
Dewi Krisna
Dewi Krisna Mohon Tunggu... Freelancer - Happy House Wife

"You can learn from your competitor, but Do not copy, Copy & You Die" (Jack Ma)

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Misteri di Balik "Sex" menjadi Alasan Perselingkuhan

1 Mei 2018   01:32 Diperbarui: 1 Mei 2018   02:42 2977
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Lalu pertanyaannya kenapa sih masih banyak pelakor? dan kenapa sih banyak perselingkuhan ?

Doc. beritaindoterkini
Doc. beritaindoterkini
Dari hal tersebut kita bisa melihat,80% pada pria adalah sex, sedang wanita 40% . dilansir dari pernyataan beberapa ahli dalam sperma terdapat sebuah kandungan sulfur kurang lebih 3%, zat ini menyebabkan panas pada tubuh dan memberikan sensasi dimana harus dilepaskan sesegera mungkin tanpa penundaan, didorong dengan adanya kandungan nitrogen didalamnya, bayangkan saja mobil kalau diberi kekuatan turbo nitrogen seperti apa. So disini lah hal yang harus dipahami wanita, untuk pemenuhan kebutuhan sex pada pasangannya, jadi dalam perasaan wanita terkadang tak masuk dirasa mengapa hanya karena ditunda si pria ini "jajan".

Namun, disisi lain yang harus dipahami pria adalah wanita menggunakan rasa, untuk melampiaskan nafsunya, ia memiliki produksi hormon oxytocin yang lebih tinggi sehingga dia senang bercerita akan banyak hal terlebih dulu, so bikin pasanganmu nyaman dengan saling mengkomunikasikan.Kita tetap harus memakai sisi manusiawi berupa toleransi Hehehe

Ini tak hanya dalam medis ya guys, namun dalam beberapa kitab agama yang saya baca tafsirannya juga membenarkan hal ini, lagi-lagi kembali ke kodrat ya.

Nah, ini yang penting, Kok dia gak seromantis dulu sih?Pahami dulu guys, secara medis hormone testosteron pria itu produksinya lambat laun semakin menurun seiriang bertambahnya usia, demikian pula wanita. Maka ini menyebabkan frekuensi "romance" menurun.

Selain itu dengan seiring usia pernikahan maka akan ada dimana zona jatuh cinta akan menjadi zona sahabat, ini yang terkadang terkesan "anyep" yang menyebabkan gairah menurun dan keharmonisan lesu. Padahal inilah masa kecocokan berlangsung yang disebut patnership,zona ini jika bisa dikomunikasikan dengan baik akan menjadi Golden period pada pernikahan, dimana si pria dan wanita akan bisa jatuh cinta pada orang yang sama.

Pria membutuhkan me time, focus pekerjaan, aktualisasi diri dan kesibukan lain untuk menunjukkan kelaki-lakiannya. Sedang wanita jangan pernah merasa diperlakukan seperti IRT, disini pria juga harus memahami bahwa pasangan bukan pembantu namun ia adalah support yang terkadang membutuhkan bantuan dan kasih sayang yang sama hangatnya ketika bertemu diawal dulu.

Nah, maka disini peran masing-masing memahami kebutuhan yang bebeda adalah hal yang harus dilakukan dalam komitment. Namun, lagi-lagi pasti akan ada pernyataan wanita dengan dalih

"Halah laki mah udah dimasakin enak, anak diurus beres, aku udah cantik, langsing sabar tapi kalau kaya dikit langsung isinya kalau gak selingkuh ya polygami"

Kemudian si pria serontak tak mau kalah menanggapi

" Wanita jaman sekarang gila harta, sudah sedikit ditinggal selingkuh cerai,padahal kitanya udah baik, belum lagi ada yang gak mau ngurursin suami, ogah digituin ya si suami jajanlah" , ufhttt serba salah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun