Mohon tunggu...
Dewi Rosmalasari
Dewi Rosmalasari Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswi

Menulis adalah caraku agar tidak hilang.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Kucing Liar atau "Hanya Kucing Liar"

21 Agustus 2022   20:37 Diperbarui: 21 Agustus 2022   20:39 108 6 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Kira-kira apa sebutan untuk kucing liar yang berkeliaran di sekitar kita?

Kucing liar atau hanya kucing liar?... Apapun sebutannya seekor kucing adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan. 

Sebutan kucing liar atau hanya kucing liar adalah tergantung dengan cara kita memperlakukannya. Sebagian dari kita ada yang menyebutnya kucing liar, mereka senantiasa akan selalu memberi toleransi dengan naluri hewani seekor kucing saat merasa terganggu olehnya. 

Adapula yang menyebutnya hanya kucing liar, mereka akan mendominasi lingkungannya sebagai seorang manusia yang merasa paling berhak dengan sekitarnya, ketika merasa terganggu dengan kelakuan si kucing liar yang berkeliaran dengan naluri hewani maka mereka akan melampiaskannya dengan berbagai cara, bahkan ada yang tega hingga menyiksa dan membunuhnya. 

Padahal naluri hewan hanya tentang bertahan hidup, sesekali mungkin para kucing akan menyerang jika merasa terancam tapi saya belum mendengar ada orang meninggal akibat serangan kucing liar. 

Belakangan muncul isu tentang kebiri kucing liar yang menuai beberapa pro dan kontra. Memang untuk sebagian orang keberadaan populasi kucing liar dirasa mengganggu, sebagian lagi beranggapan terlalu kejam jika harus mengebiri kucing-kucing tidak bersalah. 

Kucing merupakan hewan yang perkembangan reproduksinya paling cepat. Siklus kawin kucing berulang sekitar 5- 7 minggu. Dan rata-rata induk kucing melahrikan 5-7 anak (mohon koreksi jika kurang tepat). Beruntung bagi kucing yang memiliki ras bangsawan seperti angora, persia, atau kucing-kucing mahal yang berbulu unik.

Mereka bisa dengan mudah mendapat perhatian manusia sehingga banyak pecinta kucing yang akan memelihara, bahkan ada yang merawat kucing seperti bayi sendiri. Namun bagaimana nasib para kucing kurang beruntung yang bulu, dan corak bulu nya merakyat. 

Kebanyakan dari mereka menjadi kucing liar di jalanan, bahkan tidak sedikit para kucing yang menerima perlakuan buruk dari manusia. 

Tidak semua memang, ada juga manusia yang rela berbagi makanan dengan kucing liar, dan ada yang acuh tak acuh dengan keberadaannya. 

Apakah kebiri pada Kucing berbahaya ? 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan