Mohon tunggu...
Desy Pangapuli
Desy Pangapuli Mohon Tunggu... Penulis - Be grateful and cheerful

Penulis lepas yang suka berpetualang

Selanjutnya

Tutup

Love Pilihan

Mimpi Adik untuk Kakak

17 Februari 2021   01:37 Diperbarui: 17 Februari 2021   01:44 310
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
kidtozz.blogspot.com

Tidak ada yang lebih membahagiakan untuk seorang mama selain melihat buah hatinya saling mengasihi. Bisa jadi aku termasuk mama yang sejuta rasa, karena kadang suka nyeleneh. Hehehe...

Satu pelajaran hidup penting yang aku tanamkan kepada kedua buah hatiku adalah cinta dan kasih sayang.  "Kak, dek, kalian harus saling jaga yah. Harus saling berbagi, untuk apapun dan dalam segala hal.  Ingat, jangan menakar atau melihat dengan rupiah, tetapi harus dengan hati."   Begitulah kedua anakku tumbuh dengan ucapan ini dari mereka kecil hingga per detik ini di usia remaja masih.

Sangking anehnya aku menurut suami, kadang kami tidak sependapat. Sewaktu anak-anak kecil, aku tidak membiasakan membelikan segala sesuatu serba dua.  Padahal mereka seumuran, hanya beda 1.5 tahun.  Misalnya membeli ice cream, kue atau coklat, aku hanya membelinya satu saja.  "Kalian berbagi yah, jangan curang.  Mama bukan tidak mau membeli seorang satu.  Selama bukan pabriknya, mama sih masih sanggup beli."  Begitu kataku selalu sambil bercanda.

Ingat ketika mereka kecil, dengan manisnya mereka duduk berdua berbagi sepotong ayam goreng cepat saji.  Dilain waktu membagi ice cream yang licin begitu sangat dinikmati.  Hikss....hikss....jangan bilang aku tidak sedih, kadang aku pura-pura tidak lihat saja.

Jika sudah begini biasanya suamiku akan teriak mengatakan aku kok tega.  Padahal bukan itu maksudku.  Aku hanya ingin mereka saling berbagi, saling mengingat saudaranya, dan tahu mengucap syukur menikmati yang sedikit tanpa ngedumel.

Hingga kemudian di usia kelas 5 dan 4 SD kalau aku tidak salah ingat.  Sepulang gereja aku membelikan mereka sundae ice cream seorang satu!  Terenyuh, karena keduanya hanya menikmati yang satu, sedangkan yang satunya dibiarkan di atas meja.  "Mama, kok sundae mama tidak dimakan sih?"  Begitu kata keduanya sambil terus saling berbagi.  Heheh....tawaku, "Itu untuk kakak dan adek, seorang satu!"

"Hahahah...tawa mereka seru, mama becanda nih. Kenapa ma, kenapa seorang satu?" kata keduanya lugu banget.

"Karena kalian sudah gede.  Kalau makan dibagi sudah tidak nendang," kataku sambil memberikan sundae yang masih utuh itu kepada si adek.  Lalu keduanya bahagiaaa....banget, seperti bahagiaku karena si kakak tidak mempersoalkan adeknya mendapat sundae utuh, sementara sundae miliknya tadi sudah sempat berbagi.  "Kak, ini aku bagi dikit, biar isinya jadi sama," kata si adek dan bikin aku lemes klepek, klepek.

Itulah kenangan manis yang dingat si bungsu beberapa hari lalu ketika kami menikmati minuman kekinian di teras rumah.  Hingga kemudian anakku ini bilang, "Mama, aku harus jadi orang sukses. Aku mau beliin kakak mobil dan vespa.  Kakak pasti suka nanti ma, kakak pasti senang banget.  Doain aku yah ma," katanya tulus sambil menghirup minumannya.

Bungsuku bukan ngarang, karena hatinya memang sangat mengasihi kakaknya.  Beberapa tahun lalu di ulang tahun kakaknya yang ke 15, seluruh uang tabungannya dipakai untuk membeli jam tangan untuk kakak.

Aku ingat, capek kami mendatangi dari satu toko ke toko lain memastikan jam yang mana yang cocok.  Kebangetan lama hingga akhirnya aku bertanya, memangnya cari yang model bagaimana dek.

Lagi-lagi aku terenyuh, karena ternyata bukannya tidak menemukan jam yang cocok.  Tetapi karena uang tabungannya tidak cukup.  Aku memang tidak mencampuri niatnya, dan tidak menanyakan berapa jumlah tabungannya.

"Heheh... jam tangan mahal yah ma.  Tabunganku enggak cukup ma, bagaimana ini?  Padahal kakak lagi ulang tahun ma," katanya sedih sambil mengintip kantong celana tempatnya menyimpan hasil celengan.

Tidak hanya aku, tantenya yang ketika itu bersama kami ikutan terenyuh.  "Bou yang tambahin nanti sayang," begitu kata tantenya dengan mata sedikit berkaca karena haru.  Lalu bungsuku ini pun mendapatkan semangatnya kembali, "Terima kasih bou," katanya sambil tersenyum ke bounya.

"Kakak...kakak...sini kak.  Ayo kak, pilih antara ini dan yang ini kakak suka yang mana?  Aku yang beliin untuk hadiah ultah kakak.  Jangan pilih yang lain yah, karena uangku kurang, ini juga sisanya bou yang tambahin."

Hahahha...polos banget khan bocahku.  Aku ingat keduanya pun sibuk memilih jam tangan.  Singkat cerita, akhirnya jam jadi dibeli, tetapi dua! Iya, bounya tidak tega melihat si bungsu.  Maka jadilah kedua anakku memakai jam yang sama, tapi beda warna.

Aku sungguh bersyukur, setidaknya cinta dan kasih sayang yang aku tanamkan kepada keduanya telah berbuah manis. Si kakak pun sangat mengasihi adeknya.  Ketika dulu mereka masih di sekolah yang sama, selalu kakak membela kalau adeknya diisengin teman-temannya. Maklum bocahku yang bungsu ini dulu imut.  Tetapi kalau sekarang sih sudah lebih tinggi dari aku dan kakaknya. Heheheh..

Bahkan jika papanya sedang bertugas di site, maka bungsuku ini mencoba menjadi papanya. Dia akan sibuk sekali mencereweti aku dan kakak. Harus begini dan harus begitu membawa tas agar tidak disamber orang katanya selalu menjaga kami.

Mimpi bungsuku untuk kakak pastinya masih lama terwujud. Tetapi ini bukan soal mimpi, melainkan hati.  Aku sangat percaya, jika kita memiliki hati yang penuh cinta dan kasih, maka segalanya bisa diwujudkan.

Perjalanan waktu telah mengajarkan banyak hal kepada keduanya.  Tentang sepotong kue, sepotong paha ayam dan satu cup sundae ice cream yang begitu selangit rasanya  karena sedikit.  Lalu karena sedikit inilah keduanya tumbuh saling mengasihi dan menyimpan mimpi untuk satu dan lainnya sebagai kakak dan adek.

Seperti bungsuku yang mengumpulkan lembar dan kepingan dalam celengannya untuk jam tangan kakak.  Apalagi jika bukan karena hati yang membuatnya mewujudkan itu semua.  Semoga untuk seterusnya keduanya tumbuh saling menjaga, mengasihi dan menguatkan hingga dewasa, dan seterusnya. Love you both kids.

Jakarta, 17 Februari 2021

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Love Selengkapnya
Lihat Love Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun