Mohon tunggu...
DESY PRAMITA
DESY PRAMITA Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Saya merupakan seorang pelajar di UINSU, memiliki hobi membaca, menonton, dan saya suka dengan tantangan.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pentingnya Menerapkan Berpikir Komputasi dan Studi Literatur pada Siswa

29 Juni 2022   17:48 Diperbarui: 29 Juni 2022   18:01 912
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Menghadapi zaman yang semakin maju, tentunya SDM harus lebih cerdas dari mesin atau PC itu sendiri. Jika tidak diatur seperti yang diharapkan, banyak orang bisa menjadi pengangguran karena tidak memiliki kemampuan inovatif yang memadai. Individu yang dapat berpikir secara komputasional tidak berarti hanya menjadi seorang ahli perangkat lunak. Melainkan dapat dapat diterapkan di semua bidang, di mana individu yang memiliki kapasitas ini dapat lebih efektif mengatasi masalah total karena mereka dapat melibatkan PC atau mesin dalam menanganinya.

Dalam kaitannya dengan sekolah dan siswa edukasi komputasi atau computational thinking ini dibutuhkan diberikan dalam bentuk yang unik dan menyenangkan guna menarik perhatian siswa dan siswa pun ingin mempelajarinya. Pada tahun 2012, program pendidikan publik Inggris mulai memperkenalkan rekayasa perangkat lunak atau Software engineering (CS) kepada mahasiswa. Di Singapura, sebagai komponen dari penggerak "Negara Cerdas", menyebut peningkatan CT sebagai "kapasitas publik". 

Banyak negara yang berbeda, dari Finlandia hingga Korea Selatan, Cina hingga Australia dan Selandia Baru, telah menghabiskan banyak upaya untuk menghadirkan CT di sekolah-sekolah, berbagai program pendidikan CS baru atau mengoordinasikannya ke dalam mata pelajaran yang ada. Di AS, Presiden Barack Obama sebelumnya meminta semua siswa K-12 (dasar hingga sekolah menengah) untuk dilengkapi dengan kemampuan CT sebagai bagian dari drive "Rekayasa Perangkat Lunak untuk Semua" pada tahun 2016.

Selanjutnya adalah ilustrasi penerapannya dalam pelatihan. Pada saat mahasiswa diberikan suatu permasalahan, khususnya habisnya sumber-sumber daya minyak bumi (sumber energi fosil) di dunia ini, dimana mahasiswa diuji untuk membuat sumber energi pilihan yang sebanding dengan keadaan lingkungan sekitar. Pendidik memberikan contoh-contoh bagaimana membuat "Bahan Bakar Nabati dengan Jarak Pagar" dan "Pengubahan Energi Sampah Plastik Menjadi Sumber Energi Pilihan dengan Pirolisis" kepada mahasiswa sebagai salah satu rangkaian sederhana yang dapat dibuat.

Kemudian, pendidik meminta siswa memahami cara pembuatannya, khususnya dengan mencari tahu tentang perubahan zat dalam pemurnian dan mencari tulisan di internet tentang alat dasar pirolisis. Ketika siswa dibagikan untuk membuat alat pirolisis, siswa harus memahami cara membuatnya, mengkarakterisasi bagian-bagiannya dan memahami bagian-bagian dan siklus secara langsung dan ini adalah interaksi yang disebut peluruhan dalam penalaran komputasi.

Selain itu, siswa akan memahami contoh tersebut dengan membedakan perbandingan kemampuan penyuling dalam pirolisis dan bagian-bagiannya, mencari persamaan dengan peralatan dasar yang dapat dilacak di lingkungan umum. 

Bagian ini disebut Pengenalan Pola dalam penalaran komputasi. Kemudian, siswa dipersilakan untuk mengembangkan rencana berdasarkan pemikiran mereka sendiri dengan beralih ke model yang telah diperkenalkan oleh guru tentang perangkat pirolisis sederhana. Penggunaan barang bekas, strategi penanganan dan pengembangannya akan ditangani oleh sudut pandang siswa. Pada tahap ini mahasiswa akan membuat gambar denah dari denah alat pirolisis tersebut. Interaksi ini dikenal sebagai periode Abstraksi penalaran komputasi.

Contoh lainnya yaitu budidaya ikan lele. Mereka harus mengerjakan budidaya ikan lele dalam ember (budikdamber). Para siswa dituntut mengerti cara berbudidaya ikan lele dalam ember, kemudian mereka menyatukan bahan bakunya. Langkah selanjutnya para murid akan bersiap untuk melaksanakan budidaya terstruktur dengan rangkaian yang dirancang. Saat pembudidayaan ikan lele dalam ember, murid wajib mencadangkan ikan lele, ember, air dan lain sebagainya yang syarat itu adalah sebuah proses bernama dekompoisi. Dekomposisi adalah proses dimana bakteri dan jamur berproses untuk memecah organisme mati menjadi senyawa yang sederhana. Yang hasilnya kemudian akan diserap dan digunakan tanaman untuk menyelesaikan perjalanan hidupnya. Dengan cara ini maka siswa akan belajar dengan menyusun tahap-tahap didalam penyelesaian masalah supaya masuk akal, berurutan, teratur, dan mudah untuk dipahami oleh orang lain.

mudah untuk dipahami oleh orang lain.

Kemudian, pada saat ini, Computational Thinking akan secara menyeluruh mempertimbangkan perhitungan di mana kita mempertimbangkan dengan seksama suksesi dalam menangani masalah sehingga tampak sah, berurutan, disengaja, dan mudah dipahami oleh orang lain. Dalam membuat alat pirolisis, para siswa ditekan untuk dapat mengatur tahap-tahap yang bijaksana, teratur, dan pasti mulai dari sistem dasar pembuatan alat ini hingga cara kerja alat ini.

Perspektif Computational Thinking sebagai sebuah metodologi sangat penting untuk dipelajari siswa untuk membantu mereka mengatur penanganan masalah yang membingungkan. Di mana pemikiran kritis yang kompleks dan kemampuan penalaran yang tinggi adalah dua manfaat paling signifikan yang dibutuhkan di masa depan sesuai Forum Ekonomi Dunia. Dengan memiliki kemampuan ini, siswa akan lebih siap untuk bertahan dan bersaing mulai sekarang, di masa di mana beberapa panggilan yang ada bisa hilang dan masa di mana panggilan baru muncul.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun