Mohon tunggu...
Desty Dwi Liana
Desty Dwi Liana Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa

Happy Reading Guys!

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Terbentuknya Interaksi Sosial di Lingkungan Sekitar

18 Mei 2021   17:33 Diperbarui: 19 Mei 2021   09:27 984
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

“Students belong to peer groups which have great influence over their activities, interest, and academic success”. Burton Clark & Martin Trow menggolongkan kelompok. sebaya mahasiswa menjadi empat kategori sebagai berikut:

Collegiate adalah kelompok sebaya mahasiswa yang suka kepada olahraga, pacaran, berhura-hura, dan umumnya berada.

Vocational adalah kelompok sebaya mahasiswa yang mempersiapkan diri pada pekerjaau, tidak suka omong kosong, kurang mampu dalam finansial, sebagian sudah bekerja dan sudah menikah.

Academic adalah kelompok sehaya mahasiswa yang menonjol secara intelektual, mengadakan identifikasi dengan Tosennya, banyak menggunakan waktunya di perpustakaan Gan laboratorium, dan telah merencanakan kelulusannya n karier profesionalnya.

Non-cosformist. Kelompok sebaya ini terdiri ata, beberapa macam tipe, yaitu yang secara intelektual agresif yang mencari identitas dirinya, dan suka memberontak.

Dengan munculnya kelompok mahasiswa radikal akhir-  akhir ini maka jenis kelompok sebaya mahasiswa yang baru ini tidak dapat secara tepat dimasukkan ke dalam salah satu kategori tersebut di atas. Dan hasil studinya Philip Jacob menyimpulkan, bahwa pengalaman studi di perguruan Tinggi kecil saja pengaruhnya terhadap sistem nilai para mahasiswa, tetapi justru pengaruh kelompok sebaya lebih besar.

PROSES SOSIALISASI SISWA DAN KELUARGA

 KELUARGA DAN SOSIALISASI

Menurut Bureau of the Cencus Amerika Serikat, keluarga ialah a group of two or more persons residing together who are related by blood, marriage, or adoption. Batasan yang pada hakikatnya sama dikemukakan oleh A.M. ROSE. Menurut beliau a family is a group of interacting persons who recognize a relationship with each other based on common parentage, marriage, and/or adoption. Menurut kedua batasan tersebut, keluarga ialahkelompok sosial yang terdiri atas dua orang atau lebih yang mempunyai ikatan darah, perkawinan, atau adopsi.

Dari beberapa definisi tersebut dapatlah di rumuskan pengertian keluarga itu adalah kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Hubungan antar anggota keluarga dijiwai oleh suasana afeksi dan rasa tanggung jawab. Hubungan sosial antara anggota keluarga relative tetap dan di dasarkan atas ikatan darah. Fungsi keluarga ialah memelihara, merawat, dan melindungi anak dalam rangka sosialisasinya agar mereka mampu mengendalikan diri dan berjiwa sosial.

Perubahan masyarakat dapat mempengaruhi perubahan fungsi-fungsi sosial keluarga dalam pendidikan.

Dahulu keluarga merupakan satu-satunya institusi pendidikan. Fungsi pendidikan keluarga ini telah mengalami banyak perubahan. Secara informal fungsi pendidikan keluarga masih tetap penting, namun secara formal fungsi pendidikan ini telah diambil alih oleh sekolah. Proses pendidikan di sekolah menjadi makin lama (dari Taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi) dan pengaruhnya menjadi makin penting. Apabila dahulu fungsi sekolah terbatas pada pendidikan intelek, maka kecenderungan sekarang pendidikan sekolah di arahkan kepada anak sebagai pribadi. Guru dengan bantuan counselor, school worker bersama-sama membantu anak agar berhasil menyesuaikan diri dalam masyarakat.

Keluarga mengatur dan menjadi perantara hubungan anggota-anggotanya dengan dunia luar. Dalam hubungan ini dapat di bedakan duabmacam corak keluarga yaitu keluarga terbuka dan keluarga tertutup.

  • Keluarga terbuka

Keluarga yang mendorong anggota-anggotanya untuk bergaul dengan masyarakat luas. Anak bebas bergaul dengan teman-temannya. Ayah dan ibu banyak mempunyai kenalan. Keluarga terbuka bagi tamu. Anggota keluarga mempunyai perhatian masalah-masalah kemasyarakatan. Keluarga yang bersifat terbuka lebih sedikit mengalami ketegangan-ketegangan daripada keluarga bersifat tertutup, karena pergaulan dengan dunia luar dapat menghilangkan atau mengurangi beban-beban emosional.

  • Keluarga tertutup

Keluarga yang menutup diri terhadap hubungan dengan orang luar. Keluarga tertutup menghadapi orang luar dengan kecurigaan. Hubungan sosial yang intim, kecintaan, afeksi, terbatas dalam lingkungan keluarga sendiri. Karena tekanan-tekanan batin tidak dapat disalurkan ke luar dalam hubungan sosial dengan dunia luar, maka kemarahan, kekecewaan ditumpahkan kepada keluarga sendiri. Tetapi keluarga tertutup lebih intim dan kompak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun