Mohon tunggu...
Dessy Suci Rachmawati
Dessy Suci Rachmawati Mohon Tunggu... Dokter - Dokter umum/ Program Pendidikan Dokter Spesialis di FK UI

Saya seorang dokter yang sedang menjalani program penididikan dokter spesialis di FK Universitas Indonesia. Saya memiliki hobi bersepeda. Saat ini saya sedang aktif dalam kegiatan perkuliahan. Sebelum mengikuti program pendidikan dokter spesialis, saya pernah bekerja di RS Universitas Indonesia dan RS Bunda Margonda.

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Obesitas Meningkatkan Risiko Kanker Prostat

19 Juni 2022   08:57 Diperbarui: 6 Juli 2022   19:05 199
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Pembentukan radikal bebas dapat diturunkan dengan cara mengurangi asupan makanan yang dapat memicu pengeluaran reaksi peradangan seperti makanan yang mengandung lemak jenuh, contohnya gorengan, daging yang berlemak, dan mentega. Selain itu ada beberapa zat gizi yang perlu kita tingkatkan asupannya untuk mencegah kanker prostat antara lain:

1. Lemak tidak jenuh (unsaturated fatty acid)

Beberapa studi menunjukkan bahwa pemberian lemak tidak jenuh dapat menurunkan perkembangan sel tumor dengan cara menurunkan hormon seks yaitu testosteron, estradiol, dan androgen. Bahan makanan yang mengandung lemak tidak jenuh antara lain ikan salmon, kacang almond, kacang pistachio, minyak kanola, olive oil.

2. Lycopene

Lycopene yang terdapat pada tomat, jambu biji, semangka, dan papaya diketahui dapat menurunkan risiko kanker prostat melalui mekanisme sebagai antioksidan dan menurunkan reaksi peradangan.

3. Cathecin

Reaksi peradangan yang memicu kanker prostat juga dapat diturunkan dengan konsumsi cathecin yang terdapat pada teh hijau. Kandungan cathecin pada teh hijau diketahui sebagai sumber antioksidan bagi tubuh.

4. Isoflavone

Sama seperti cathecin, isoflavone juga dapat mengurangi risiko kanker prostat dengan cara menurunkan reaksi peradangan dan sebagai antioksidan. Isoflavone bisa didapatkan dengan mengonsumsi makanan sumber seperti kacang kacang pistachio, edamame, kacang kedelai, serta produk olahan kacang kedelai yaitu tahu dan tempe.

Kanker prostat dapat dicegah dengan pola hidup sehat seperti rutin melakukan aktivitas fisik dan menerapkan pola diet gizi seimbang sesuai kebutuhan energi pada masing-masing individu. Selain itu perlu mengonsumsi makanan yang mengandung nutrien lemak tidak jenuh, lycopene, cathecin, dan isoflavone secara rutin untuk menurunkan risiko kanker prostat.

Referensi

  1. Badan Penlitian dan Pengembangan Kesehatan. Hasil Utama Riskesdas 2018. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2018
  2. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Infodatin Beban Kanker di Indonesia. Jakarta. 2019.
  3. Matsushita M, Fujita K, Nonomura N. Influence of Diet and Nutrition on Prostate Cancer. Int J Mol Sci. 2020;21(4):1447.
  4. Key T J, Bradbury K E, Perez-Cornago A, Sinha R, Tsilidis K K, Tsugane S et al. Diet, nutrition, and cancer risk: what do we know and what is the way forward? BMJ 2020; 368:m511
  5. Gathirua-Mwangi WG, Zhang J. Dietary factors and risk for advanced prostate cancer. Eur J Cancer Prev. 2014 Mar;23(2):96-109.
  6. Freedland SJ, Aronson WJ. Examining the relationship between obesity and prostate cancer. Rev Urol. 2004;6(2):73-81.
  7. Mashek DG, Wu C. MUFAs. Adv Nutr. 2015;6(3):276-277. Published 2015 May 15. doi:10.3945/an.114.005926

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun