Mohon tunggu...
Deni AdjiPradana
Deni AdjiPradana Mohon Tunggu... mahasiswa

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Kaya Karena Riba? Gengsi Dong!

7 Oktober 2019   22:06 Diperbarui: 7 Oktober 2019   22:16 30 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kaya Karena Riba? Gengsi Dong!
Foto pribaid

Coba anda tebak mengapa kami mengangkat tema seperi judul diatas ? Alasan kami mengangkat judul artikel "KAYA KARENA RIBA? GENGSI DONG!!!" karena maraknya kasus Riba yang mengambil hak orang lain telah merajalela, tanpa memikirkan syariat islam yang perlu di implementasikan. Maksudnya syariat islam di sini adalah jalan yang di lalui manusia untuk menuju atau mencari Ridho Allah SWT.

Tetapi di dalam syariat Islam itu sendiri perintah Riba untuk di jauhkan dari aktivitas keseharian kita bukan malah mendekatkan diri kepada riba.Dengan melakukan riba si debt kolektor akan meminta tambahan modal lebih kepada si peminjam sehingga debt kolektor juga memiliki modal awal yang dikembalikan akan bertambah lebih. 

Membahas tentang riba ini tak lepas oleh masalah keuangan dan perbankan yang aktivitasnya juga simpan meminjam atau masuk dan keluarnya rupiah. Kita tahu bahwa kegiatan riba yang menyebar di seluruh penjuru dunia makin luas dan berkembang pesat tanpa mengenal Negara yang pendapatannya rendah ataupun tinggi. 

Hanya sebagian kecil saja mengenal Riba itu adalah kegiatan yang keji bahkan dapat merusak etika dan moral diri sendiri dan hal itu kaitannya dengan iblis yang mencoba menghancurkan strategi dalam mencari Ridho Illahi. Sang pencipta isi dunia ini sangat mengharamkannya. 

Bukan hanya merusak etika dan moral saja tetapi juga dapat menghambat kesejahteraan perekonomian masyarakat, hasilnya pun akan membuat si miskin makin miskin, si kaya tambah kaya. 

Oleh karena itu sebelum kami membahas tentang Pengambilan hak orang lain dengan cara riba ini, saya akan mengenalkan dan menjelaskan pengertian tentang riba yang mencangkup lebih luas. 

Adapun pengertian Riba adalah: Secara Etimologi berarti Tumbuh,menyuburkan,berkembang dan menjadi lebih besar. Sedangkan secara Terminologi Riba adalah Melebihi keuntungan sebuah harta seseorang dari salah satu pihak terhadap pihak lain dalam akad jual beli atau barang yang ditukar sejenis tanpa memberi imbalan terhadap kelebihan tersebut.

Menurut Dr.Moh.Yusuf Musa ,Guru Besar pada Universitas kairo Mesir berkata bahwa riba menurut bahasa adalah tambahan inilah arti yang dikenal oleh orang Arab.Akan tetapi fiqih dan syariat suadah mengambil arti yang tertentu ,yang sudah barang tentu memperhatikan pula arti menurut bahasa ini. Sedangkan Menurut (Macmud,2017). 

Riba memiliki beberapa pengertian. Dari segi bahasa riba memiliki pengetian : Bertambah (Azziyaadah), Berkembang dan berbunga (Annaamu), Berlebihan dan mengelembung, Naik dan tinggi, dan Lebih banyak jumlah hartanya. Allah swt berfirman dalam ayat    Al-Quran yang menjadi dasar diharamkannya riba:

"...Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba..." (Q.S Al-Baqarah[2]:275.

Ada dua jenis Riba, yaitu: (1). Riba An-Nasi'ah Istilah dari nasi'ah berasal dari akar kata nasa'a yang artinya menunda, menangguhan atau menunggu dan merujuk pada waktu yang di berikan kepada peminjam untuk membayar kembali pinjamannya atau imbalan yang berupa "tambahan" ataupun "premium". 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN