Mohon tunggu...
Deny Yulia Hasanah
Deny Yulia Hasanah Mohon Tunggu... Guru - Penulis

Jadilah pribadi yang bermanfaat

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Belum Titik

13 November 2023   23:00 Diperbarui: 13 November 2023   23:33 44
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Segala kerendahan hatiku
Mencapai tingkat terendah
Rasa maluku beriring dengan terpaksa takut dan takluk
Jangankan menatapnya langsung
Dengan aku menunduk saja tak benar
Bahkan bernafaspun salah

Laksana sebuah titik kecil
Hilanglah aku
Ketika salahku yang tak keliru selalu disebar
Menjadi layar buram saja
Aku ada dalam tiada

Aku tak ingin surga
Tapi takut neraka
Mau bertemu Allah saja inginku yang haram
Karena tak ada perintah
Kecuali sholat
Itupun tak mengurangi rindu

Suara rengekan anakku seolah mengganggu
Minta beli peralatan sekolah
Suara dering hp dari anakku seolah petaka
Semakin buyarkan konsentrasi

Tak mengapa
Dua garis adalah kewajiban hidup
Selimut kakbah adalah keniscayaan
Penghambaan adalah jalan ke langit
Pengabdian sebagai khalifah

Setidaknya tidak menyakiti atau menyakitkan
Kesederhanaan adalah sebuah kejujuran diri
Bahwa batas angan harus diredam
Seluas raga saja
Bila perlu persempit hanya satu titik saja
Jangan ditambah kurung buka sebagai kramagung
Sebab ketika dalam gelap pekat
Aku sangat takut
Takut jiwaku berada pada puncak batas sabar

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun