Mohon tunggu...
denny suryadharma
denny suryadharma Mohon Tunggu... Freelancer - penjelajah rasa, merangkum dalam kata bermakna untuk dikabarkan pada dunia

lahir di bandung, suka dengan dunia kuliner, traveling dan menulis lepas.

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Ikan Kembung Perempuan alias Si Ikan Peda

9 April 2018   22:02 Diperbarui: 9 April 2018   22:36 3109
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ditengah kerimbunan pepohonan besar di kawasan kompleks Lapang Tenis Pelti Bandung, aroma ikan asin peda merah goreng begitu menggelitik hidung. Apalagi saat disuguhkan diatasnya diberi tumisan bawah merah, bawah putih dan cabe rawit begitu menggugah selera bagi siapa saja "sang pemanja lidah dan penikmat rasa".

Sebagai pelengkapnya ikan peda goreng ini, tidak ketinggalan goreng jengkol kering dengan taburan sedikit garam diatasnya. Sejumlah lalab rebus seperti daun papaya, singkong, buncis dan kol juga menjadi teman pas cocolan sambal pedas.

Terakhir adalah nasi timbel hangat (nasi yang dibungkus daun pisan) dengan aroma khas. Dan semua itu aku tandaskan hanya dalam hitungan menit. hehehe

Menu khas sunda seperti ini, dapat dengan mudah ditemukan di setiap sudut kota Bandung, dan salah satunya adalah warung nasi timbel eceu di bilangan jalan ambon Bandung. Meski sederhana, warung nasi yang buka mulai pukul 8 Pagi hingga 19 malam ini, tidak pernah sepi dari pengunjung.

Menu nya, ya itu, ikan asin peda, Asin sepat, jengkol, ayam dan teman temannya. Hehehe. Untuk sambel nya, ada dua macam, yaitu hijau dan merah, namun ke dua duanya memiliki cita rasa pedas dan bikin mulut kepanasan.

Selain sang empunya warung ramah ini dan sedikit latah, makan di warung ini juga tidak membuat kantong bolong. Karena rata rata untuk satu menu komplit ikan asin lengkap, ataupun ayam berada dibawah kisaran Rp. 20.000,-

Sambil menunggu keringat mengering diterpa angin lembut dari sela sela rerimbunan dedaunan, aku berbincang santai dengan sang pemilik warung, ceu entur, seorang wanita paruh baya yang sudah berjualan sejak tahun 90 han. Pemilihan bahan terutama ikan peda menjadi salah satu hal yang sangat diperhatikannya.

Tidak asal memilih ikan asin peda, agar konsumen tidak kecewa, ungkap ceu entur ramah. Setelah di cuci bersih dengan air garam, lalu ikan peda ini di jemur diterik sinar mentari, setelah benar benar kering baru deh di simpan untuk dipilih oleh konsumennya.

Pilih Pilih Si Ikan Peda

(dok. pribadi)
(dok. pribadi)
Dalam memilih ikan peda, ungkapnya berbagi pengalaman, ada beberapa hal yang harus diperhatikan salah satunya adalah ikan lebih pucat dan lebih asin, sehingga untuk mengurangi rasa asinnya ikan dicuci dengan air garam lalu dijemur. 

Penasaran dengan penjelasan ini, aku pun coba mengumpulkan berbagai informasi dan walah memang ikan peda ini ternyata ada dua jenis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun