Mohon tunggu...
Dennise Sihombing
Dennise Sihombing Mohon Tunggu... Administrasi - Fulltime Blogger

Panggil saya Dennise.Saya ibu dari Rachelle & Immanuelle.Saya suka berkhayal kadang yang agak nyeleneh,he...he...he...for info contact me: dennisesihombing@gmail.com WA : 087874482128

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Daendels Oh Daendels, Mengapa Nama Itu Masih Ada?

11 Oktober 2019   19:47 Diperbarui: 12 Oktober 2019   08:00 87
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber foto: Youtube Yon Bayu

Bayangkan!

Dalam perang dengan Diponegoro ada 15 ribu serdadu yang tewas dan uang kerajaan Belanda terkuras hingga 25 juta Gulden untuk membeli senjata perang. Keadaan ini akhirnya membuat Belanda terpaksa meminjam uang kepada Bank Palmer di Calcuta- India. Sebagai jaminan Belanda menjadikan Pulau Jawa jika kalah perang. cek...cek...cek...licik sekali

Tahun 1827 Pangeran Diponegoro mengalami kekalahan perang di Siluk. Dan pada tanggal 28 Maret 1830 Diponegoro ditangkap oleh Belanda.

Sumber foto : youtube KompasTv
Sumber foto : youtube KompasTv
Diponegoro sudah berjasa berperang melawan Belanda. Ini adalah sebuah catatan sejarah. Namun kelicikan Belanda, agar sejarah perjuangan Diponegoro tidak dikenal masyarakat lagi maka jalur jalan perjuangan dibuatlah menjadi jalan Deandels.

Siapa Si A.D Daendels Itu?

A.D Daendels adalah seorang asisten residen Ambal Keresidenan Bagelen di tahun 1838. Berdasarkan sejarah cerita kolonial Hindia Belanda sudah menyematkan nama di masing - maing jalur Jawa.

Seperti Jalan Raya Pos. diberi nama De Grote Postweg. Jalan ini karya dari Herman Willem Daendels atau disingkat dengan H.W Daendels. 

Kembali ke cerita A.D Daendels. Sebagai asisten residen ada satu daerah yang bernama Ambal berada dalam naungan administratif Keresidenan. Nah Keresidenan Bagelen ini yang membawahi beberapa daerah yang ada di Purworejo dan Kebumen.

Sebagai asisten Residen Bagelen A.D Daendels membawahi wilayah Ambal, Ledok, Kebumen dan Kutoarjo.

A.D Daendels mengetahui perjuangan Diponegoro seperti apa untuk tanah yang dikuasai Belanda. Namun dia tidak mau kisah sejarah itu diingat rakyat maka jalan itu dibuatnya menjadi jalan Daendels.

Sekarang nama itu tetap ada. Masyarakatpun tidak tahu asal muasal nama jalan Daendels. Mungkin ada juga yang bangga mereka yang berdomisili disana menyebutkan alamatnya dengan jalan Daendels. Terkesan nama elite kelondo -londoan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun