Mohon tunggu...
Erni Purwitosari
Erni Purwitosari Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta

Pesepeda dan pemotor yang gemar berkain serta berkebaya. Senang wisata alam, sejarah dan budaya serta penyuka kuliner yang khas.

Selanjutnya

Tutup

Foodie Pilihan

Sedap Segar Pecel Bertabur Kecombrang

15 November 2020   09:02 Diperbarui: 15 November 2020   09:09 156
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pecel. Menu yang sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat. Aneka sayuran yang direbus kemudian disiram bumbu kacang dengan aroma daun jeruk yang khas. Dengan tambahan peyek kacang atau peyek rebon sebagai pelengkap. Yakin enggak tergiur?

Saya sih sudah pasti tergiur. Apalagi ditambah dengan irisan kecombrang. Wuih, mantap. Rasa pecel jadi lebih segar dengan taburan kecombrang. Tak percaya? Silakan mencobanya.

Ternyata pecel yang dicampur dengan kecombrang rebus ini salah satu makanan khas dari daerah Banyumas. Jadi bukan sesuatu yang aneh. Hanya saja pecel yang biasa dijumpai tidak memakai kecombrang sebagai pelengkapnya.

Padahal rasa pecelnya jadi lebih segar loh. Ini menurut pendapat saya yang sudah membuktikannya sendiri. Malah kecombrang yang saya campurkan ke pecel tidak pakai direbus terlebih dulu. Saya iris mentah begitu saja. Biar lebih terasa segarnya.

Memang apaan sih kecombrang itu? Dari tadi disebut-sebut tapi tidak dijelaskan. Aku kan enggak tahu apa itu kecombrang? 

Baiklah-baiklah. Mari saya beritahu. Jadi kecombrang itu merupakan tumbuhan rempah. Artinya tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai penyedap atau pelengkap masakan. Karena memang aroma dan baunya sangat khas. . 

Biasanya bagian bunga, buah atau biji yang dimanfaatkan untuk masakan. Warnanya kemerahan. Nama lainnya honje. Tapi orang Tapanuli menyebutnya asam cekala. Bagian tak terpisahkan kala membuat arsik ikan mas. Makanan khas Tapanuli.

Jadi sebenarnya kecombrang itu bukan sesuatu yang asing. Hanya penyebutannya yang berbeda. Masyarakat Pasundan terutama yang berasal dari Pelabuhan Ratu mencampur kecombrang ke dalam sambal yang mereka buat untuk dicocol dengan ikan bakar. Wuih, rasa sambalnya jadi lebih segar dan khas. Saya pernah mencicipinya. Mantap deh.

Berhubung saya bukan penyuka pedas. Maka cukup tahu saja rasanya sambal kecombrang. Rasa kangen akan kecombrang biasanya saya aplikasikan ke dalam campuran pecel yang saya buat. Mengacu pada makanan khas daerah Banyumas. 

Kecombrang bisa juga digunakan untuk lalapan atau sebagai campuran urap. Semua tergantung selera. Yang terpenting adalah bahwa kecombrang itu  ternyata memiliki banyak manfaat. Antara lain:

- Menambah nafsu makan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun