Mohon tunggu...
Muhammad Dendy
Muhammad Dendy Mohon Tunggu... Seniman - menulis adalah obat hati

"saya adalah orang yang selalu ingin belajar dan selalu ingin mengembangkan segala potensi yang ada dalam diri saya"

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Teriakan "Prabowo Presiden" dan Langkah Politik Gerindra

11 Februari 2018   18:05 Diperbarui: 22 Februari 2018   15:18 1345
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Prabowo Subianto (www.merdeka.com)

jawaPos.com - Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subuanto terus saja dielu-elukan menjadi Presiden Indonesia di 2019 nanti. Teriakan 'Prabowo Presiden' itu terus menggema dari para kader saat perhelatan HUT Partai Gerindra ke-10 ini.

Sabtu Kemarin suasana riuh mewarnai kantor DPP Gerindra, Ragunan Jakarta Timur. Dimana pada tanggal 10 Februari 2018kemarin, Partai Gerindra resmi berusia 10 tahun. Bagi Gerindra, momen ultah ke-10 Gerindra yang dilangsungkan pada sabtu kemarin, tentu menjadi salah satu momen yang cukup bersejarah.

Dimana pada ultah Gerindra kali ini bertepatan dengan tahun politik 2018-2019, yaitu tahunnya pilkada serentak dan tahun 2019 tahunnya pemilu nasional serentak. Ada yang menarik dari perhelatan ultah Gerindra yang berlangsung meriah dengan kedatangan Prabowo dengan gaya hormat khas Militernya.

Yaitu dimana para kader dan simpatisan Gerindra tetap solid dan konsisten meneriakkan "Prabowo Presiden" pada ultah Gerindra yang berlangsung sabtu kemarin. Memang hingga kini belum ada sepatah kata yang cukup meyakinkan, bahwa Prabowo memang akan benar-benar maju kembali pada Pilpres 2019 mendatang.

Elektabilitas Gerindra akan melejit jika Prabowo capres

Elektabilitas Prabowo akan melejit jika prabowo capres. Pernyataan ini bukanlah pernyataan saya secara pribadi, karena memang pernyataan ini pernah diucapkan oleh penelitini LSI Rully Akbar. Beberapa waktu lalu Rully pernah memprediksi bahwa, jika memang Gerindra memajukan kembali Prabowo pada Pilpres 2019 mendatang, maka elektabilitas Gerindra bisa menyodok ke posisi dua teratas, atau bahkan peringkat pertama

Sedikit flashback, Gerindra pada pileg 2014 berada diposisi ke-3 dimana dengan perolehan suara 11 persen. Pernyataan rully akbar tersebut menurut saya cukup beralasan, karena memang Gerindra selama ini selalu bergantung pada ketokohan Prabowo.

Sama seperti Demokrat, Gerindra memang sangat bergantung pada ketokohan ketua umumnya, dimana ketika pileg 2014 suara partai Demokrat turun drastis setelah SBY tak bisa maju kembali menjadi capres, karena sudah 2 periode menjabat.Perlu diketahui, Demokrat pada pileg 2009 lalu berhasil berada diposisi pertama karena figur SBY.

Kembali ke sosok Prabowo, sosok Prabowo memang selama ini selalu menjadi salah satu titik sentral dalam perpolitikan indonesia semenjak Pilpres 2009. Sehingga wacana Prabowo presiden memang salah satu menjadi agenda Gerindra untuk target menaikkan suara partainya kelak.

Sehingga tidak heran kader Gerindra sangat menginginkan Prabowo untuk maju kembali sebagai capres, meskipun hingga saat ini belum ada pernyataan Prabowo secara pasti untuk menekankan dirinya maju pada pilpres 2019.

Gerindra menang, Prabowo presiden! Gerindra menang, Prabowo presiden!," seru para kader di kantor DPP Partai Gerindra, di Ragunan, Jakarta, Sabtu (medan.tribunnews.com10/2/2018).

 Petikan berita diatas adalah bukti betapa solidnya para kader Gerindra untuk kembali mengusung Prabowo sebagai capres.

Peluang prabowo menjadi king maker

"Saya selalu katakan bagi saya adalah pengabdian. Saya akan lihat perkembangan, saya akan lihat situasi, yang terbaik untuk bangsa itu yang saya jalankan," kata Prabowo di DPP Partai Gerinda, Jakarta Selatan, Merdeka.com, Sabtu (10/2/2018).

Petikan berita diatas bisa saja membuka peluang untuk adanya calon lain yang akan diusung oleh Gerindra, karena dengan adanya pernyataan Prabowo diatas, saya melihat ada dua makna yang terkandung didalamnya.

Makna yang pertama, bisa saja memang Prabowo ingin "test drive" dukungan rakyat kepadanya, sama seperti ketika ia dengan berani mengusung Mayjen. (Purn) Sudrajat yang tidak populer dijawa barat. Pengusungan Mayjen. Sudrajat adalah bentuk test drive pendukungnya di jawa barat.

Kembali ke makna pertama tadi, Sinyal Prabowo untuk maju memang cukup besar, karena ketika kampanye akbar anies-sandi pada februari 2017 lalu. Prabowo meyakinkan pendukungnya dengan kalimat "Kalau mau saya jadi presiden, anies-sandi pimpin jakarta".

Dari makna pertama maka bisa saja Prabowo memang sedang test drive dukungan dari para pendukungnya, sekaligus melihat perkembangan elektabilitasnya kedepannya. Dimana jika ada perkembangan atas elektabilitasnya kedepannya, maka peluang Prabowo untuk capres bisa saja terjadi.

Makna kedua, pernyataan Prabowo diatas bisa saja membuka peluang untuk keluarnya capres alternatif. Berdasarkan survey dari lembaga survey Orkestra, pada periode 6 November-20 November 2017.

Sebanyak 24 persen memilih Jokowi, sedangkan 21 persen memilih Prabowo. Tetapi ada yang menarik, karena ada 34 persen responden berdasarkan lembaga survey Orkestra tersebut menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Jumlah pemilih yang bisa saya sebut masa mengambang ini, bisa saja mejadi peluang munculnya capres alternatif selain Jokowi dan Prabowo. Capres alternatif selain Jokowi dan Prabowo, memang sudah diisi tiga nama populer kini.

Yaitu mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, AHY, maupun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dengan adanya 3 nama capres penantang Jokowi tersebut, peluang Prabowo menjadi king maker juga cukup besar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun