Travel Pilihan

Menikmati Deburan Ombak di Pantai Srau dan Nampu

10 November 2018   21:32 Diperbarui: 10 November 2018   21:40 158 1 0
Menikmati Deburan Ombak di Pantai Srau dan Nampu
(dok. pribadi)

Suatu malam, aku bersama teman- temanku berkumpul dan sembari makan di sebuah angkringan dekat kampusku. Bercanda tawa kita lewati sambil menunggu makanan dan minuman yang akan diantar. Terdapat suatu ide yang tercurah dalam keramaian kami.

Ide tersebut tiba- tiba dilontarkan oleh temanku yang bernama Ira. Ira mulai menyampaikan di forum makan malam ini, apakah gerangan yang ia sampaikan ? Yapss, Ira menyampaikan "bagaimana jika habis ujian tengah semester kita mantai kuy". 

Sahut- menyahut forum pun dimulai dengan berbagai pertimbangan. Terlontarlah berbagai pertanyaan dan mulai mencari berbagai penyelesaian pula. Usulan dari teman- teman mengenai daerah yang akan dituju pun berbagai macam ada yang memilih Yogyakarta, Semarang, dan Pacitan.

Akan tetapi suara terbanyak memilih daerah Pacitan. Mengapa sih memilih Pacitan sebagai obyek tujuan petualangan kita kali ini ? dikarenakan Pacitan yang terkenal dengan pantai dipesisir selatannya yang dan masih belum banyak terjamah oleh para manusia. Memilih pantai pun sebab kita membutuhkan udara, pemandangan, air, refreshing otak, dan deep breathing yang dapat memberikan efek lega setelah menghembuskannya.

Pada hari sabtu tanggal 3 November 2018. Pukul 05.00 pagi dengan barang- barang yang sudah dipersiapkan untuk dibawa. Kami melakukan perjalanan dari Solo ke Pacitan. Saat inilah petualangan kami dimulai. Tujuan pertama kami ialah ke Pantai Srau. Pantai ini terletak di pesisir selatan kabupaten Pacitan yang termasuk Provinsi Jawa Timur. Pantai berpasir putih yang masih begitu sepi.

Kami begitu menikmati pantai ini karena kehalusan dan putihnya pasir,begitu juga dengan beningnya air pantai, hembusan angin yang me-relax kan diri, rasanya ingin menenggelamakan diri didasar pantai. Di pantai tersebut kita tidak hanya sekedar untuk berfoto- foto. Akan tetapi, kami juga sudah menyiapkan makanan yang kami masak dari Solo. Jadi, kami memenuhi perut kami yang sejak pagi belum makan ini dengan makan bersama.

Nah, baru lah kami bermain- main dipantai tersebut. Namun, terik matahari kian menyengat ditambah matahari sudah berada di tengah- tengah langit. Hingga bergesernya matahari sedikit demi sedikit melengser kami pun beralih obyek wisata.

Tujuan kami yang kedua menuju Pantai Nampu. Pantai yang terletak di Kabupaten Wonogiri lebih tepatnya di desa Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito. Dengan waktu 1 jam menempuh perjalanan sampailah kami di Pantai Nampu. Pantai dengan pasir putih nya, dan beningnya air pantai namun tidak memiliki karang sebanyak di Pantai Srau. Pantai ini juga tidak banyak pengunjung berdatangan.

Tiba waktu sore pun, sehabis ashar orang yag sedang berada didaerah pantai ini pun masih bisa di hitung. Untuk membilas diri di kamar mandi terdekat merogoh kocek sebesar lima ribu. Terdapat rumah warga pula yang dijadikan untuk tempat sholat yang berdekatan dengan kamar mandi tersebut. Pukul 16.30 kita memutuskan untuk melanjutkan perjalanan pulang. Mengantisipasi apa yang akan terjadi ketika di jalan nantinya.

Alhamdulilah, terucap ketika kita sudah sampai di Solo kembali dengan keadaan selamat. Yeayyy, inilah petualanganku bersama teman- temanku di Srau dan Nampu. Bernyanyi- nyayi didalam mobil, bercerita- cerita mengenai kisah maupun pengalaman kami, menegangkan ketika berada pada jalanan yang menikuk liku tebing, kesalahaan baca maps, bermain lari- larian dipantai, solidaritas yang terbentuk. Pengalaman tersebutlah yang tidak mudah kutemuida diajarkan di kampus.

Yuk, rencanakan libur akhir tahun dan libur tahun baru mu kesini. Nge- camp di dekat pantai asik nih. Aku merekomendasikan dua destinasi itu untuk mu :D. Pegipegi ajaa kuyy

Wait my next trip yaa. :) :):)
"Tariklah nafas dalam- dalam lalu keluarkanlah pelan- pelan ketika kamu berada pada alam yang nyaman, tentram, dan tak kau temui diperkotaan sebab relaksasi dalam kehidupan itu membuatmu mengurangi tekanan dalam kehidupan". (D.F. Mandalika)

(dok. pribadi)
(dok. pribadi)
(dok. pribadi)
(dok. pribadi)