Mohon tunggu...
Dian Kusumawardani
Dian Kusumawardani Mohon Tunggu... Freelancer - Haloo, saya adalah seorang ibu rumah tangga profesional. Bekerja paruh waktu sebagai pengajar Sosiologi dan Sejarah di BKB Nurul Fikri. Juga suka menulis dan sudah menghasilkan 6 buku antologi dan 1 buku solo. Saya juga seorang konselor laktasi dan blogger.

Home Educator Omah Rame, Pengajar di BKB Nurul Fikri, Konselor Laktasi, Content Creator

Selanjutnya

Tutup

Ramadan Pilihan

Meneladani Nabi Muhammad yang Tak Segan Melakukan Tugas Domestik

3 Mei 2021   11:16 Diperbarui: 3 Mei 2021   11:36 1541
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Meneladani Kisah Nabi | olahan pribadi

Memasuki sepuluh hari terakhir di bulan puasa, saya memilih banyak melakukan aktivitas yang berhubungan dengan memperdalam ilmu agama. Salah satunya membaca kisah-kisah teladan para Nabi dan Rasul.

Hari ini saya tertarik membaca bagaimana sikap Nabi Muhammad terhadap istrinya. Betapa terkejutnya saya, sungguh selama ini suami sudah banyak mencontoh Nabi tentang bagaimana cara memperlakukan saya selaku isyrinya ini. Alhamdulillah.

Pembagian Peran dalam Masyarakat Patriarki

Hidup dalam masyarakat patriarki seperti Indonesia ini, membuat saya terbiasa melihat dikotomi. Laki-laki bertanggung jawab dalam urusan publik. Perempuan bertanggung jawab dalam urusan domestik.

Maka tidak perlu heran jika banyak yang menyebutkan bahwa kodrat perempuan itu seputar dapur, sumur dan kasur. Sosialisasi seperti ini berlangsung dari generasi ke generasi. Ini yang pada akhirnya membuat para lelaki atau suami enggan melakukan tugas domestik.

"Suami sudah capek kerja cari uang, jangan dibebani dengan pekerjaan rumah tangga". Begitu kira-kira pesan dari para orang tua.

Lalu bagaimana jika istri juga ikut bekerja mencari uang? Ya tetap, urusan domestik jadi tanggung jawab istri. Makanya muncul istilah burden alias beban ganda.

Perempuan bekerja memiliki beban ganda. Selain harus bekerja mencari uang, juga tetap harus menyelesaikan urusan domestik.

Kalau dipikir-pikir tentu ini hal yang tidak adil ya. Bukankah jika istri bisa bekerja mencari uang, harusnya suami pun bisa melakukan pekerjaan rumah tangga. 


Nabi Melakukan Pekerjaan Domestik

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ramadan Selengkapnya
Lihat Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun