Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Penulis - Content Writer

Penyuka Sepak Bola. Segala tulisan selalu tak luput dari kesalahan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Balap Artikel Utama

MotoGP Qatar 2021 Berlangsung Sengit

29 Maret 2021   04:05 Diperbarui: 29 Maret 2021   07:45 1135
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Vinales mengambil alih posisi Quartararo | Gambar: Motogp/via Transmedia

Tugas Vinales kini adalah mengejar dan menggusur Bagnaia. Pembalap yang juga akrab dipanggil Pecco itu akhirnya juga gagal menghadang kengototan Vinales untuk masuk ke sisi dalam tikungan.

Vinales memimpin. Pemandangan yang bisa dikatakan jarang terlihat, karena sejak 2018 (tanpa 2020) pemimpin jalannya balapan Qatar biasanya Ducati atau Honda, bukan Yamaha. 

Yamaha memang tidak sepenuhnya kalah bersaing, hanya saja faktor kecepatan khususnya di lintasan lurus itu adalah momok Yamaha.

Namun, kali ini, Yamaha khususnya lewat Vinales seperti membuktikan bahwa tenaga mereka tidak sepenuhnya kalah dengan motor lain. Apalagi, dalam hal menaklukkan tikungan, mereka masih jago.

Vinales terlihat tidak gentar mengejar duo Ducati di trek lurus | Gambar: Motogp/via Transmedia
Vinales terlihat tidak gentar mengejar duo Ducati di trek lurus | Gambar: Motogp/via Transmedia
Itu kemudian dibuktikan dengan keberhasilan Vinales menjadi yang pertama melalui garis finis. Vinales menang di MotoGP Qatar lagi sejak 2017.

Menariknya, saat itu, situasinya bisa dikatakan nyaris mirip dengan sekarang. Pada musim 2017, Vinales pertama kali membela Yamaha yang kala itu masih bernama Yamaha Movistar.

Artinya, Vinales saat itu sedang memiliki kepercayaan diri tinggi dan ingin membuktikan bahwa dirinya memang pantas membela pabrikan besar seperti Yamaha. Itu juga mirip dengan sekarang, ketika dirinya kini resmi menjadi pembalap utama tanpa bayang-bayang Valentino Rossi.

Meskipun, musim lalu ia sudah ditunjuk sebagai patokan pengembangan motor, namun masih adanya Rossi di garasi yang sama tentu akan memengaruhi cara kerja tim. Ini yang diduga telah berbeda ketika musim 2021 Yamaha sudah menggeser Rossi ke tim satelit.

Visi Vinales diprediksi menjadi lebih didengar, meskipun di dekatnya ada Fabio Quartararo yang sempat membuat orang berdecak kagum pada awal musim lalu. Inilah yang seperti menjadi momentum bagus bagi Vinales untuk percaya diri terhadap kemampuannya.

Maverick Vinales meluapkan kebahagiaannya setelah berhasil menang di seri Barwa, Qatar 2021 | Gambar: Motogp/via Transmedia
Maverick Vinales meluapkan kebahagiaannya setelah berhasil menang di seri Barwa, Qatar 2021 | Gambar: Motogp/via Transmedia
Selain itu, kemenangan Vinales di seri perdana ini juga memberikan bantahan terhadap julukan 'not Sunday rider'. Julukan ini merujuk pada kebiasaan Vinales tampil cepat dalam latihan bebas (Jumat dan Sabtu) dan kualifikasi (Sabtu), namun melempem di balapan, yaitu pada hari Minggu.

Itu berkebalikan dengan mantan rekannya, Valentino Rossi. Rossi justru mampu tampil bagus saat balapan dibandingkan saat latihan bebas dan kualifikasi. Itulah sebabnya, Rossi sering disebut 'the Sunday rider'.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Balap Selengkapnya
Lihat Balap Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun