Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Penulis - Content Writer

Penyuka Sepak Bola. Segala tulisan selalu tak luput dari kesalahan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Balap Artikel Utama

Honda Bandel seperti Anak-anak

6 Oktober 2020   05:17 Diperbarui: 6 Oktober 2020   17:58 587
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Apa yang dinyatakan Nakagami sebenarnya secara langsung sudah menguak permasalahan Honda. Mereka membuat motor yang menyesuaikan cara balap Marc, dan kebetulan Marc tipikal pebalap yang selalu berupaya mendorong motornya mencapai batas maksimal.

Inilah yang tidak semuanya dapat ditiru oleh pebalap lain. Semua pebalap pasti memiliki gaya balapnya sendiri.

Terbukti, sosok seperti Quartararo yang dianggap menyerupai gaya balap Jorge Lorenzo saat membawa Yamaha berjaya, ternyata juga dianggap menyerupai Valentino Rossi dalam urusan non teknis. Artinya, Quartararo meski terlihat mirip pebalap lain, ia juga memiliki ciri tersendiri yang membuatnya tak 100% sama dengan pebalap lain.

Begitu pula dengan problematika yang sedang menimpa Ducati musim ini. Mereka sedang bingung dengan performa anjlok Dovi, apalagi Petrucci, namun di sisi lain terpukau dengan aksi Pecco.

Atau, jika ditarik mundur ke musim 2019, Ducati sebenarnya menunjukkan perbedaan signifikan antara Andrea Dovizioso dengan Danilo Petrucci. Dovi masih mampu bersaing dengan Marc Marquez, tapi Petrucci hanya menjadi "pengawal".

Baca juga: Lagu Lama Ducati

Nahasnya, ketika Dovi jeblok di musim 2020 ini, Petrucci juga tidak bagus. Artinya, pendekatan pada motor sebaiknya tidak digantungkan pada satu pebalap.

Ibarat dua anak laki-laki bersaudara, lalu si kakak suka baju warna merah, sedangkan si adik suka warna putih. Tetapi, oleh orang tuanya si adik itu dipaksa memakai baju warna merah karena biar hemat.

Ujung-ujungnya, si adik merasa selalu tidak nyaman, karena harus mengikuti apa yang disukai kakaknya. Inilah yang seharusnya dihindari Repsol Honda.

Sebaiknya, mereka sadar bahwa Marc Marquez ini berbeda. Ia adalah pebalap yang bahkan sudah dijuluki "Baby Alien", maka seharusnya Crutchlow, Alex, dan Nakagami tak dipaksa menjadi 'kloningan bayi alien'.

Biarkan mereka menggunakan motor yang pengembangannya berbeda. Berdayakan pebalap penguji untuk menghasilkan motor yang "umum" dan biarkan Marc Marquez menciptakan motornya sendiri.

Jika sudah demikian, maka pernyataan Marc bahwa motor Honda tidak hanya untuknya baru dapat divalidasi. Langkah ini juga untuk membuat mereka tidak berkubang dalam lumpur penyesalan yang walaupun tetap ditutupi dengan rapat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Balap Selengkapnya
Lihat Balap Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun