Mohon tunggu...
Dedy Krisnawan
Dedy Krisnawan Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Perubahan Iklim, Bumi Memanas atau Mendingin?

8 Februari 2018   21:20 Diperbarui: 8 Februari 2018   23:51 2300
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: https://sharingkali.com/

Aerosol bersifat mendinginkan atmosfer. Aerosol adalah partikel halus yang berasal dari pecahan benda-benda padat di bumi. Sumber aerosol dan komposisinya secara global antara lain: debu, garam dari air laut yang terpercik bersamaan gelombang laut, abu sebagai hasil dari kebakaran hutan, dan sisanya berasal dari partikel asap sebagai hasil kegiatan industri.

Pendapat-pendapat diatas belum bisa dikatakan sebagai kebenaran, tetapi bukan juga merupakan sesuatu yang keliru. Pendapat diatas masih meiliki beberapa kelemahan yang menyebabkan pendapat tersebut belum bisa diterima secara sempurna. Karena, pada dasarnya pemanasan global dapat menyebabkan suhu yang awalnya normal menjadi lebih ekstrim.

Jadi, suhu pada malam hari yang normalnya memiliki selisih sekitar 20 oC, bisa menjadi berselisih lebih ekstrim dan saat siang hari suhu bisa menjadi sangat panas. Mungkin, hal inilah yang mendasari adanya pemahaman bahwa bumi pernah dan akan mengalami peristiwa pendinginan.

Sementara, penemuan gas baru (aerosol sulfat) juga belum dikatakan sebagai solusi, karena pada dasarnya, jangka waktu hidup CO2 dapat mencapai 100 tahun lebih di atmosfer, sedangkan aerosol sulfat hanya bertahan beberapa tahun saja. Untuk memprakirakan ke depan apakah pemanasan global atau pendinginan global yang akan terjadi, maka perlu dilakukan analisis lebih jauh dari masing-masing komponen pembentuk pemanasan global atau pendinginan global.

Sumber: https://reokta.wordpress.com/2010/02/15/pemanasan-global-atau-pendinginan-global/
Sumber: https://reokta.wordpress.com/2010/02/15/pemanasan-global-atau-pendinginan-global/
Sementara itu apa yang dapat kita lakukan apabila teori bahwa Bumi saat ini sedang mengalami pemanasan global, bukannya pendinginan global, seperti pendepat beberapa ahli sebelumnya? Setidaknya untuk mengurangi dampak yang sudah terjadi saat ini,  pengadaan reboisasi atau penanaman pohon kembali merupakan solusi jangka panjang yang terbaik, karena tanaman memiliki kemampuan utuk mengikat gas CO2 yang ada di atmosfer, dan merubahnya menjadi gas O2, sehingga dapat mengurangi ketebalan lapisan dari gas rumah kaca.

Karena, akibat perkembangan industri dan penggundulan hutan, telah meningkatkan kadar CO2 di atmosfer dalam 200 tahun terakhir. Selain itu, kita juga dapat untuk melakukan penghematan dalam menggunakan sumber daya listrik serta transportasi. Pengurangan dalam menggunakan alat penghasil karbon dan CFC akan sangat membantu dalam penanggulangan efek gas rumah kaca.

Dimulai dari hal kecil seperti ini, akan sangat berpengaruh terhadap keadaan iklim global kedepan. Kelestarian Bumi kita, harus tetap dijaga, karena ini merupakan aset untuk generasi selanjutnya. Apapun alasannya, manusia tetap menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi Bumi ini. Jadi, perilaku yang baik dalam menjaga alam dengan sungguh-sungguh, tentu akan memberikan dampak yang positif pula terhadap keberlangsungan hidup dari makhluk hidup di Bumi ini.

Kata Kunci: Global Warming, Global Cooling, Gas Rumah Kaca

Penulis: Dedy Krisnawan

Sumber:

https://www.scribd.com/doc/106684698/Pendapat-Ahli-Yang-Kontra-Bahwa-Efek-Pemanasan-Global-Adalah-Akibat-Gas-Rumah-Kaca1

http://fatamorganakata.blogspot.co.id/2013/03/global-cooling_8603.html

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun