Mohon tunggu...
Dean Ruwayari
Dean Ruwayari Mohon Tunggu... Human Resources - Geopolitics Enthusiast

Belakangan doyan puisi. Tak tahu hari ini, tak tahu esok.

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Artikel Utama

40+ Tahun Emoji, Apa yang Perlu Ditingkatkan?

20 September 2022   14:59 Diperbarui: 20 Maret 2024   11:19 2182
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Contoh-contoh emoji baru hasil rancangan WhatsApp.(Sumber: Emojipedia via tekno.kompas.com)

40 tahun kemudian jumlah emoji yang kita gunakan terus bertambah. Bahkan ada suatu konsorsium Emoji yang mengawasi standar Emoji dan memperkenalkan Emoji baru setiap bulan September. Mereka bertugas menjauhkan ikon buruk dari aplikasi perpesanan.

Konsorsium itu dinamakan Unicode Consortium. Dikutip dari Wikipedia Unicode Consortium adalah organisasi nirlaba 501 (bebas pajak) yang berpusat di Mountain View, California. 

Tujuan utamanya adalah mengelola dan menerbitkan Standar Unicode yang dikembangkan untuk mengganti skema pengodean karakter saat ini yang ukuran dan lingkupnya terbatas dan belum mampu menampung multilingualisme.

Pada tahun 2015, kita akhirnya bisa lihat warna kulit yang berbeda untuk emoji. Tahun 2016, konsorsium Emoji mengupdate opsi gender laki-laki dan perempuan. 2019, mereka mengupdate 203 Emoji baru termasuk pasangan inklusif gender untuk pertama kalinya beserta Emoji lain seperti bawang, anjing, orang dengan disabilitas, dsb.

Kumpulan Emoji (CNET)
Kumpulan Emoji (CNET)

Hari ini kita punya 3.600 Emoji untuk digunakan mewakili emosi dan situasi apa pun. Bahkan kemungkinan ada emosi dan situasi yang tidak bisa kita gambarkan dengan kata-kata tapi ada Emojinya.

Jadi, bagaimana transformasi itu terjadi? Bagaimana Emoji berubah dari coretan tanda baca menjadi emosi tingkat lanjut? Tentunya melalui proses bertahap.

Dalam proses ini, kita patut berterima kasih kepada Jepang. Pada 1990-an mereka menambahkan gambar dan karakter khusus ke perangkat lunak ponsel mereka. 

Sekarang, sebagian dari pembaca mungkin tidak tahu fakta berikut tapi, "Emoji" bukan mengacu ke kata bahasa Inggris "emosi" tapi sebenarnya berasal dari kata Jepang "Emoji" yang artinya "gambar karakter". 

Produsen ponsel seperti Docomo dan SoftBank menggunakan Emoji dalam perangkat lunak mereka. Selama era ini, sebagian besar urusan Emoji menjadi hal penting di Jepang.

Butuh waktu lama bagi dunia di luar Jepang untuk akhirnya ngeh dengan manfaat besar Emoji. Baru pada akhir 2000-an perusahaan teknologi Barat memanfaatkannya. Tren ini dimulai dengan Apple dan Google.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun