Mohon tunggu...
djarot tri wardhono
djarot tri wardhono Mohon Tunggu... Administrasi - Menulis apa saja, berbagi dan ikut perbaiki negeri

Bercita dapat memberi tambahan warna

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

BTS Meal, TPB, dan Perilaku Konsumen

10 Juni 2021   15:09 Diperbarui: 10 Juni 2021   15:13 2417
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Kemarin kita dihebohkan dengan padatnya gerai rumah makan cepat saji, yang menjual produknya dengan berkolaborasi dengan Bangtan Boys (BTS), dengan memasarkan paket menu bernama BTS Meal. 

Di beberapa kota, gerai ini menjadi magnet, yang menarik pembeli baik mereka  datang langsung atau memberi melalui transportasi online. Sehingga terjadilah kerumununan di gerai tersebut, dan mengakibatkan kemacetan di jalan seputar gerai. Beberapa wilayah, bahkan melakukan penutupan gerai dengan pertimbangan pandemic covid.

Memang brand makanan cepat saji ini, telah mempelajari perilaku penggemar BTS yang dikenal dengan Adorable Representative M.C for Youth (A.R.M.Y). Perilaku yang melahirkan peluang bisnis dan tarikan pemasaran. 

Sehingga terjadilah kolaborasi antara dua brand ternama dari makanan cepat saji dan kelompok artis yang dikelola secara industri. Namun penulis akan membahas secara perilaku yang terjadi.

***

Perilaku konsumen memberikan suatu tindakan secara langsung dalam hal memperoleh, melakukan konsumsi dan menghabiskan produk serta jasa. Perilaku ini merupakan proses keputusan sebelum dan setelah tindakan ini. 

Pembelian yang dilakukan konsumen timbul dari adanya needs (kebutuhan, keperluan) atau wants (keinginan) atau gabungan dari keduanya. Kebutuhan dan keinginan, seringkali digabung menjadi kebutuhan. Pengaruh lain dari pembelian adalah harapan.

Perilaku konsumen dipengaruhi oleh berbagai faktor. Ada 4 faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen menurut Kotler, yaitu faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi dan faktor psikologi. 

Faktor budaya terdiri dari  culture (budaya), subculture (Subkultur)  dan kelas sosial. Untuk faktor sosial dipengaruhi oleh  kelompok dan jaringan sosial,  keluarga, serta peran dan status. 

Di sisi faktor pribadi, ada pengaruh dari sisi  usia dan tahap siklus hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, kepribadian dan konsep diri. Sedangkan faktor psikologis, dipengaruhi motivasi, persepsi, pembelajaran, serta keyakinan dan sikap.

***

Dalam memahami perilaku terdapat Teori perilaku terencana (Theory of Planned Behaviour, TPB). TPB ini dipergunakan untuk memahami dan mengukur seberapa besar pengaruh terhadap niat pembelian konsumen. 

Dalam TPB terdapat 3 (tiga) komponen, berupa  sikap terhadap perilaku, norma subyektif, dan perilaku. Ketiganya dirasakan bersama dan mengarah kepada pembentukan niat perilaku, yang pada akhirnya mempengaruhi perilaku. 

Komponen norma subyektif dan manfaat yang dirasakan akan mempengaruhi pembelian. Sehingga dengan makin tingginya niat seseorang dalam membeli suatu barang, maka hal tersebut berbanding lurus pada tingginya pembelian.

Teori ini digunakan untuk memahami perilaku konsumen dan banyak dipakai untuk memasarkan suatu produk dengan melihat niat dari sesorang atau konsumen. Akumulasi siat yang didorong oleh "fanatisme" penggemar terhadap idolanya, memberikan kekuatan niat si penggemar untuk mendapatkan produk yang menjadi brand idoal atau sang superstar. Dengan semakin banyaknya penggemar tentu menambah banyak niat dari sebagian besar penggemar tersebut. Hal ini akan menaikkan potensi penjualan produk "sang superstar" sebagaimana produk BTS Meal tersebut.

***

Pasar ekonomi saat ini bertransformasi secara cepat dengan perkembangan teknologi informasi, transportasi online dan media sosial. Dengan perpaduan ketiganya, memberikan kecepatan informasi, batas antar wilayah menjadi semaki dekat dan melintas antar negara. Hubungan antar orang dan komunitas di wilayah yang berbeda pun sekan menjadi satu kesatuan komunitas dengan satu stereotipe yang relatif sama yang dibangkitkan oleh  kesamaan hasrat, ekspetasi, kebutuhan dan keinginan.

Gaya hidup sama di lintas antar negara menjadi hal yang umum terjadi. Perkembangan ini menunjukkan bahwa batas budaya dan seni mulai kabur dan menjadi seragam berdasarkan trend yang ada, trend yang mem-viral.

Sebuah ekspresi dari pengaruh dari keterhubungan lintas batas wilayah dari suatu brand yang dimunculkan oleh superstar seperti BTS. Ekspresi ini mendorong menjadi  gaya hidup penggemar yang mengarah menjadi perilaku dari komunitas menjadi perilaku konsumen yang menjadi simbol jatidiri. Perilaku konsumen, sebagaimana sudah dijelaskan Kotler dipengaruhi oleh latar belakang perilaku konsumen dalam mengartikan keinginan dan kebutuhannya.  

Kekuatan brand superstar BTS telah memberikan pengaruh besar bagi penggemarnya. Dengan jumlah penggemar yang besar sebagaimana keberadaan A.R.M.Y ini memberikan potensi kesamaan pola pikir, pola tindak dan perilaku fans. Hal ini yang ditanggap olah gerai makanan cepat saji sebagai model kolaborasi dari brand artis dengan brand produk yang menyatu. Dengan kolaborasi ini memberikan sihir tersendiri untuk mendapatkan produk BTS Meal.

***

Faktor sosial, probadi dan psikologis memberikan pengaruh konsumen dalam hal membuat keputusan dalam membeli suatu produk. Dengan kekuatan brand BTS, telah memberikan niat kolektif dalam membeli produk Meal. Niat yang timbul tersebut, diterjemahkan dengan baik melaui teori TPB.  Selain itu perubahan pasar ekonomi dengan pengaruh teknologi informasi dan media sosial turut memperkuat niat pembelian.  

Kejadian membludag-nya gerai rumah makan cepat saji dalam penjualan BTS Meal, merupakan kombinasi perilaku konsumen, kekuatan niat yang diterjemahkan dalam teori TPB dan kekuatan kolaborasi kedua brand. Sehingga apa yang terjadi dalam kerumunan penjualan tersebut, tidak dapat berdiri sendiri, namun merupakan perpaduaan kekuatan riset perilaku dalam menunjang pemasaran suatu produk.

Depok, 10 Juni 2021

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun