Mohon tunggu...
djarot tri wardhono
djarot tri wardhono Mohon Tunggu... Administrasi - Menulis apa saja, berbagi dan ikut perbaiki negeri

Bercita dapat memberi tambahan warna

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Kesepian, Makhluk Sosial, dan Bepergian

5 November 2020   14:51 Diperbarui: 5 November 2020   14:54 111
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Pekan yang lalu, Pemerintah telah menetapkan libur bersama yang cukup panjang. Hari Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW 1442 H berada di pertengahan pekan, namun satu hari sebelum dan setelah peringatan tersebut diputuskan sebagai cuti bersama. Jadilah, tanggal merah yang menyambung. Dari rangkaian libur ini memberikan kesempatan sebagian masyarakat kita untuk bergerak dan melakukan perjalanan.

Laporan yang disampaikan Jasa Marga, tercatat bahwa sebanyak 655.365 kendaraan meninggalkan Jakarta pada periode tiga hari libur cuti bersama (27-30 Oktober 2020). Angka ini diambil dari kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari beberapa Gerbang Tol (GT) Barrier/Utama, yaitu GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Timur), GT Cikupa (arah Barat) dan GT Ciawi (arah Selatan).Dari data itu, puncak arus kendaraan meninggalkan Jakarta terjadi dihari Rabu tanggal 28 Oktober, sebanyak 192.754 kendaraan atau naik 56,93 persen dari lalin new normal.

Kompas.com memberitakan, bagaimana pergerakan orang dengan pesawat udara, dengan judul eye-catching, "Bandara Soekarno-Hatta Catat Rekor Jumlah Penumpang Tertinggi Selama Pandemi". Bahwa Soekarno-Hatta diperkirakan mencapai 61.000 orang di hari pertama libur long weekend. Selama pandemik, rata-rata penumpang di Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 40.000 -- 45.000 orang per hari.

Di sisi lain, Bali sebagai salah satu tujuan wisata yang favorit juga mengalami lonjakan wisatawan nusantara. Hari pertama liburan, jumlah kedatangan penumpang domestik di Bandara I Gusti Ngurah Rai mencapai 9.539 orang. Ini pun menjadi yang tertinggi untuk kedatangan domestik dalam masa pandemik. Kedatangan penumpang di bandara ini sudah terjadi sejak week end sebelum liburan. Di 25 Oktober 2020 sudah datang 4.980 orang, dan terus meningkat pada 26 Oktober dengan jumlah 5.047 orang, hingga 27 Oktober sebanyak 6.305 orang. Rata-rata harian akhir-akhir ini di angka 3.000-3.500 orang.

**

Banyak ahli menyatakan bahwa "manusia adalah makhluk sosial". Manusia akan melakukan interaksi satu dengan yang lain sehingga terjadi jalinan komunikasi dan interaksi yang saling membutuhkan. Membutuhkan akan adanya keberadaan orang-orang di sekitar. Sebagai makhluk sosial, manusia secara kodrat melakukan setiap kegiatan dalam kehidupan sosial. Hal ini  yang dilakukannya untuk keberlangsungan hidup. Dalam melakukan interaksi, berkomunikasi inilah yang dilakukan antar sesama manusia. Interaksi dalam lingkup yang kecil dalam keluarga hingga ranah yang lebih luas dalam hal bermasyarakat dan melakukan kegiatan sosial.

**

Beberapa bulan ini, dunia menghadapi krisis kesehatan masyarakat secara global. Coronavirus disease 2019 (COVID-19) muncul sebagai pandemi yang mengancam. Dengan pandemik ini, selain meningkatnya jumlah kasus dan korban jiwa, juga berdampak pada sosial ekonomi, politik, dan juga psiko-sosial. Hal ini pun terjadi di Indonesia. Puluhan ribu orang dikarantina, sebagian dilakukan di rumah mereka sendiri. Hal ini diterapkan meski bukan lockdown namun dalam bentuk PSBB (pembatasan sosial berskala besar). Efek dari kebijakan itu adalah adanya penerapan dalam hal social distancing, sebagai langkah pencegahan infeksi. Kondisi isolasi yang mandiri ini,  tentunya menimbulkan dampak, yang salah satunya menyebabkan kesepian kronis dan kebosanan, serta jika dalam waktu cukup lama dapat memberikan efek yang merugikan kesejahteraan fisik dan mental.

Kesepian (loneliness) dalam artikel Debanjan Banerjee (2020) sering digambarkan sebagai keadaan tanpa komunitas atau dalam isolasi dari masyarakat atau komunitas dengan perasaan yang gelap dan menyedihkan. Keadaan ini memiliki risiko terhadap gangguan mental seperti depresi, kecemasan, gangguan penyesuaian, stres kronis, insomnia atau bahkan demensia akhir umur. Kesepian umum terjadi pada kelompok usia tua, yang menyebabkan peluang peningkatan tingkat depresi.

**

Sebagai makhluk sosial, manusia  selalu memiliki keinginan adanya interaksi dan kebersamaan, baik dalam lingkungan keluarga dan juga teman. Akan tetapi kondisi pandemik covid-19 telah mengubah hal ini.Isolasi sosial atau juga PSBB merupakan bentuk terhambatnya proses interaksi antar manusia. Interaksi yang bersifat sentuhan fisik, seperti bertemu, bertatap muka, bersalaman, menjadi hilang. Keinginan interaksi ini, sering dimanfatkan orang dalam aktivitas bersama untuk refreshing atau pelampiasan dari rasa penat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun