Mohon tunggu...
Darrel KennichiLay
Darrel KennichiLay Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Mahasiswa Prodi Bioteknologi, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Microneedle Patch: Pengobatan Kanker Hanya dengan Plester

14 Januari 2022   13:56 Diperbarui: 14 Januari 2022   14:38 700
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Rekayasa mekanisme perlindungan dalam pengangkutan obat hingga ke sel target.

Aktivasi pelepasan terkontrol obat dapat dipicu oleh stimuli spatiotemporal seperti pH, cahaya, dan ultrasound, sehingga obat dapat diaktifkan sesuai keinginan pada jaringan sel yang membutuhkan.

Berdasarkan syarat tersebut, diharapkan pengembangan mekanisme pelepasan obat secara terlokalisir, terkontrol, dan minimalkan toksisitas administrasi melalui jalur sistemik (Riley et al., 2019). 

Salah satu bentuk dari metode pengiriman yang memenuhi syarat tersebut adalah metode pengiriman microneedle yang menjadi topik fokus pembahasan kita saat ini.

Microneedle

Microneedle merupakan kumpulan jarum mikro yang memilki ukuran sekitar 50 μm hingga 900 μm (mikrometer), berdiameter tidak lebih dari 300 μm, dan dapat berupa solid atau hollow.  Kumpulan jarum mikro tersebut dapat diintegrasikan berupa patch, seperti plester luka yang banyak dikomersialkan, sehingga dapat digunakan untuk pemberian obat secara transdermal (Bariya et al., 2012).

Berdasarkan ukuran tersebut, microneedle bekerja dengan cara menembus lapisan jaringan sel epidermidis terluar hingga kedalaman 70-200 μm. Ukuran jarum mikro yang tipis dan pendek tadi tersebut ditujukan untuk dapat menembus jaringan epidermis yang mana terdapat lapisan stratum corneum. Namun, tidak menembus jaringan dermis kulit dimana sel saraf berada. Sehingga tidak dapat menimbulkan rasa sakit (Bariya et al., 2012). Selain itu, dapat menghilangkan rasa takut pasien akan jarum dan tidak memerlukan tenaga ahli untuk administrasi obat (Kim, Park dan Prausnitz, 2012).

Patch microneedle tersebut mendapatkan perhatian belakangan ini sebagai aplikasi pemberian obat, biofarmaka, vaksin, dan lainnya dikarenakan lebih mampu meningkatkan pengangkutan obat melintasi kulit lebih baik dibandingkan dengan metode pengiriman transdermal lainnya (Bariya et al., 2012).

Transdermal sendiri merupakan metode pengiriman obat melalui transportasi obat melalui kulit. Pengiriman obat transdermal itu sendiri mempunyai beberapa keuntungan seperti meningkatkan kemauan pasien menerima obat, tidak melewati proses metabolisme utama, luas permukaan kulit sebagai tempat pengiriman obat yang luas, dan pengaturan dosis yang tepat. Namun, tantangan sampai saat ini hanya obat tertentu yang memiliki kemampuan yang optimal untuk menembus jaringan kulit secara aplikasi topikal. Oleh karena itu, jarum mikro dapat menjadi solusi atas masalah tersebut dengan cara menembus jaringan epidermidis kulit dan pelepasan atau penyebaran obat secara lokal (Bariya et al., 2012).

Microneedle memiliki berbagai variasi bentuk dan bahan dasar sesuai dengan jenis dan mekanisme yang dibutuhkan yang juga disesuaikan dengan karakteristik obat yang digunakan.

Variasi mekanisme pemberian obat microneedle

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun