Mohon tunggu...
Daniel H.T.
Daniel H.T. Mohon Tunggu...

Bukan siapa-siapa, yang hanya menyalurkan aspirasinya. Berasal dari Fakfak, Papua Barat. Twitter @danielht2009

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Artikel Utama

Tol Laut, Supaya Orang Papua Tidak Minum Air Sungai dan Air Hujan Lagi

14 Mei 2016   23:27 Diperbarui: 15 Mei 2016   13:00 3504 11 7 Mohon Tunggu...

Di dalam artikel saya yang ditayangkan di Kompasiana pada 9 Desember 2015 dengan judul: Mempertanyakan Efektivitas Tol Laut Jokowi, saya mengkritisi pelaksanaan program Tol Laut Jokowi tersebut, dengan tetap memaklumi bahwa kekurangan-kekurangan tersebut merupakan hal yang wajar saja, maklum ini merupakan suatu terobosan baru, yang dipikirkan oleh pemerintah sebelumnya pun tidak pernah (maklum paradigmanya masih sangat “Jawa Sentris”).

Entah karena artikel saya itu, ataukah bukan, beberapa kritik saya tentang kekurangan-kekurangan Tol Laut itu kini sudah direvisi/ditingkatkan kwalitas sistemnya, sehingga sekarang menjadi jauh lebih efektif dan efesien dalam mencapai tujuan dari program tersebut, yakni menekan serendah-rendahnya disparitas harga barang-barang kebutuhan pokok dan barang-barang penting antara Jawa dengan daerah-daerah seperti di Papua.

Misalnya, mengenai maksimal pengisian barang di dalam satu kontainer berkapasitas 20 ton, yang sebelumnya hanya 15 ton, kini diperbolehkan menjadi maksimal 18 ton, sehingga rata-rata ongkos kirim barangnya menjauh jauh lebih murah dibandingkan dengan ongkos kirim barang melalui perusahaan angkutan laut pada umumnya.

Trayek dan armada kapalfreightliner  (kapal kontainer) Tol Laut yang masih kurang, kini secara bertahap ditambah, dan pelabuhan-pelabuhan kecil yang tidak bisa disandari kapal Tol Laut sedang “di-up-grade” agar bisa disandari.

Tahapan pertama program Tol Laut Jokowi ini terdiri dari 6 trayek/kapalfreightliner.Saat diluncurkan pertama kali pada 4 November 2015 baru dioperasikan 3 trayek (T-1, T-3, dan T-6), disusul 1 trayek (T-2) pada 28 Maret 2016, dan 2 trayek sisanya (T-4 dan T-5) menyusul belum lama ini, 25 April 2016.

Selengkapnya 6 trayek Tol Laut itu adalah sebagai berikut (pergi-pulang):

Trayek 1 (T-1):Tanjung Perak – Wanci (Wakatobi) – Namlea – Fakfak – Kaimana – Timika pp (3.426 mil) dilayani KM. Freedom; T-2: Tanjung Perak-Kalabahi-Moa-Saumlaki-Dobo-Merauke PP (3.874 mil) dengan KM. Nusantara Pelangi 101; T-3: Tanjung Perak-Larantuka-Lewoleba-Rote-Sabu-Waingapu PP (2.076 mil) KM. Caraka Niaga Jaya 3-34; T-4: Tanjung Priok- Makasar-Manokwari-Wasior-Nabire-Serui-Biak PP. (4.644 mil) dilayani KM Meratus Ultima; T-5: Makasar-Tahuna-Lirung-Morotai-Tobelo-Ternate-Babang-Ternate PP (2.608 mil) dilayani KM Caraka Jaya Niaga 3-32; dan T-6: Tanjung Priok-Tarempa-Natuna PP (1.400 mil) KM. Caraka Jaya Niaga 3-4.

Tahap kedua trayek Tol Laut akan dipenuhi pada 2017 dengan menambah 3 trayek, dan tahap ketiga akan dipenuhi di tahun 2018 dengan 4 trayek. Sehingga nanti, sampai 2018, total trayek Tol Laut mencapai 13 trayek.

Agar program Tol Laut tersebut bisa berjalan maksimal, saat ini pemerintah pusat juga sedang membangun dan meng-up-grade 89 pelabuhan di daerah-daerah agar bisa dijangkau kapal-kapal freightliner Tol Laut.

Selain itu juga diikuti dengan pengadaan 26 unit peralatan muat dan bongkar yang selama ini belum atau kurang dimiliki di beberapa pelabuhan di daerah-daerah tersebut, yang terdiri dari 2 unit reach stracker, 16 unit truck crane, dan 8 unit forklift.

Apakah itu sudah cukup? Belum.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
VIDEO PILIHAN