Danar Drestanto
Danar Drestanto Mahasiswa

Topeng yang berusaha mengubah dunia

Selanjutnya

Tutup

Muda

Cari Jodoh atau Cari Cinta?

13 Januari 2018   22:10 Diperbarui: 14 Januari 2018   00:54 1448 0 0

Sejenak mungkin anda akan berpikir, apa bedanya dua hal yang dipaparkan di judul tersebut? Bukankah mencari jodoh artinya sama dengan mencari cinta? Mengapa harus timbul pertanyaan di atas?

Masih dalam suasana tahun baru, meski sudah terasa panas oleh suasana politik, namun harapan sebagian kaum muda adalah mendapatkan jodoh. Kita bisa lihat beberapa contoh resolusi mereka, contohnya:

"Semoga tahun ini dapat jodoh"

"Semoga tahun ini menikah"

"Menikah 2018 Yes!

Atau mungkin, bagi yang sudah mempunyai pasangan doanya adalah :

"Semoga semakin langgeng"

"Semoga semakin sakinah mawaddah warrahmah"

Tapi, pernahkah, ada satu saja, yang mengatakan "Semoga tahun ini mendapatkan cinta." ?

Tidak, karena akan ditertawakan temannya ditambah yang menulis seperti itu juga akan mentertawakan dirinya sendiri.

Dalam tulisan saya sebelumnya yang berjudul Redupnya Makna "cinta" di "Zaman Now" , saya mencoba merefleksi terhadap makna cinta yang sesungguhnya.

Kali ini saya akan membahas lebih spesifik mengenai cinta terhadap 'calon' pasangan.  Mengapa kita semua sangat menggebu-gebu untuk mendapatkan jodoh?

Kalau anda perhatikan kalimat tanya di atas, di sana menggunakan kata 'mendapatkan' dan 'jodoh'. Artinya, dua kata ini menjadi determinantuntuk sebuah tujuan. 

Ada yang bilang "Jodoh tak akan kemana". Lantas, dia hanya santai sambil terus memperbaiki dirinya.

Ada lagi yang bilang "Jodoh harus diikhtiarkan." Ia bukan saja menunggu, tapi ia benar-benar mencari jodohnya sampai dia harus meminta seorang ustadz untuk ditukar CVnya dengan orang lain.

Diksi yang dipakai selalu tentang jodoh, jodoh, dan jodoh. Asal sudah mendapatkan jodoh, apalagi diikat dengan tali pernikahan, salah satu tujuan dalam hidup sudah terlaksana.

Namun, lagi-lagi, di sini kita tidak menemukan kata 'Cinta'. Kata Cinra alpa dari perjodohan. Seolah-olah cinta bukan suatu hal yang perlu dibahas di 'Zaman Now'.

Maka, stereotip yang kerap muncul adalah :

"Gak cukup dengan modal cinta."

"Cinta gak bisa kasih makan."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3