Mohon tunggu...
DAIL MA RUF PTY
DAIL MA RUF PTY Mohon Tunggu... Guru - Guru Inspiratif Menginspirasi siapa saja
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Dail adalah guru di Yayasan Semesta Alam Madani yang diamanahkan sebagai Ketua YASALAM, sebelumnya pernah mengajar di SMP/MTs Nur El falah Kubang, di SDIT Al Izzah kota Serang dan di SD Al Azhar 10 Serang

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Masa Lalu Biarkan Berlalu

25 Juli 2022   10:28 Diperbarui: 25 Juli 2022   10:31 138
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Masa Belajar di SMA

Lulus dari MTs melanjutkan ke MAN 1 Pandeglang, dan hanya bertahan 1 tahun kemudian pindah ke MAN 2 Serang. Dapat kelas A2 atau Fisika yang merupakan kelas unggulan. Terdiri dari 10 orang peringkat 1 dari kelas 1A hingga kelas 1J. Masih Damar ingat betapa kelasnya disegani kelas lain, setiap ada class meeting teman-temannya dari kelas lain sudah hope less bertanding dengan kelas Fisika, terutama pada mata lomba cerdas cermat. Damar merasa selama belajar di MAN 2 persaingannya sangat ketat. Tidak masuk sekolah 1 hari saja akan ketinggalan banyak pelajaran.

Belajar dengan suasana persaingan yang tinggi menjadikan Damar berlari dan selalu mengutamakan belajar daripada bermain, nongkrong atau berpacaran seperti remaja lain. Masuk pagi pukul 07.00 dan baru pulang ba'da ashar tak membuat Damar dan semua temannya di MAN 2 kelelahan. Bahkan di saat kelas 3 atau saat ini dikenal dengan kelas XII, Damar dan sebagian besar temannya ikut Bimbel, waktu  tahun 95 yang kerjasama dengan pihak sekolah adalah Bimbel Nurul Fikri. Damar beljar 2 kali sepekan dan merasa sangat bersyukur bisa gabung di Bimbel tersebut karena gurunya alumni ITB, yang sangat menguasai materi dan penyampaiannya enak, gaya anak muda.

Semester 2 di kelas XII, Damar dan seluruh murid ditawarkan untuk ikut seleksi masuk perguruan tinggi dengan jalur PMDK singkatan dari penelusuran minat dan kemampuan. Dan lulus di IKIP Jakarta jurusan Pendidikan Bahasa Arab tahun 1996.

Masa kuliah di IKIP Jakarta / UNJ.

Kuliah awalnya tak terbayang oleh Damar, apalagi ke ibu kota Jakarta. Qodarullah saat ikut seleksi PMDK dari 13 orang yang diajukan hanya Damar yang diterima. Analisa dari wali kelas XII A2 bu Aida, karena grafik nilainya menaik. Bayaran uang pangkal  tahun 96 di IKIP Jakarta 400 ribu, dan persemester 250 ribu. Kuliah di Jakarta memang membutuhkan biaya yang lumayan, sedangkan Damar hanya anak dari Abahnya yang guru dengan gaji 500 ribu dan punya 7 anak. Untuk menyiasati kiriman uang bulanan dari abahnya yang mengirimi 250 ribu/bulan, Damar memilih tinggal di Panti asuhan anak yatim.

Dengan tinggal di Panti asuhan anak yatim, maka 2 masalah sudah terselesaikan. Pertama masalah bayar kost dan kedua masalah makan sehari-hari. Meski melelahkan harus tanggung jawab mengawasi dan mendidik anak yatim yang jumlahnya lumayan banyak ada 60 orang, Damar bersama 5 temannya yang juga mengabdi di panti tersebut meikhlaskan diri sambil belajar kesabaran bagaimana merawat dan mengasuh anak.

Tahun 98 terjadi reformasi 98 dimana kala itu mahasiswa se-Indonesia turun ke jalan menuntut turun Presiden Soeharto yang dianggap gagal menstabilkan ekonomi dengan melonjaknya harga-harga sembako dan lain-lain. Damar saat itu sudah pamit dari Panti asuhan dan pindah ke Asrama Sunan Gunung Jati baca ASGJ di jl Bunga no. 21 Matraman Jakarta Timur. Dalam kegiatan reformasi Damar ikut turun ke jalan demontrasi di gedung DPR/MPR.  Di asrama ini Damar ditempa menjadi aktivis HMI. Mulai dari kegiatan membuat Proposal kegiatan, melaksanakan kegiatan, mengurus PHBI (idul fitri dan idul adha) di lapangan Urip Sumiharjo Jatinegara dengan jamaah sholat Ied sekitar 20.000 orang.

Di hari idul qurban tahun 1999, karena Damar terpilih menjadi ketua ASGJ makai a pun merangkap sebagai ketua PHBI, maka ia pun mengkordinir kegiatan agar berjalan dengan baik da sukses. Mulai dari mencari khotib, meminjam lapangan, menyiapkan peralatan dan mempublikasikan acara sepekan sebelum hari raya. Pada hari ha, memberikan sambutan di podium yang dihadiri khatib, imam, tokoh ulama, tokoh masyarakat dan pejabat pemerintahan dan polres Jakarta Timur. Damar menjalani semua perannya di ASGJ dengan baik dan penuh kesungguhan.

Masa Mencari Kerja, Menikah dan Berkeluarga. 

Lulus kuliah selama 7 tahun atau 13 semester menjadikan Damar pribadi yang matang dan sabar. Ada beberapa peristiwa yang tak dapat dilupakan Damar saat kuliah di IKIP Jakarta, antara lain pertama saat masih Mahasiswa Baru baca Maba dipilih menjadi perwakilan mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni dalam prosesi OSPEK. Untuk disematkan kartu peserta, kedua saat menjadi aktivis di UNJ dimana puncaknya, Damar pernah menjadi salah satu calon Presiden mahasiswa. Hanya meraih suara urutan kedua, dan akhirnya memilih menjadi pengurus Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM UNJ). Ketiga saat lulus atau wisuda dipilih menjadi pembaca ikrar wisudawan bagi sarjana D3, S1, S2 dan S3.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun