Mohon tunggu...
Dafa Ramadhani
Dafa Ramadhani Mohon Tunggu... Lainnya - Content Marketing

Things never change; we change

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Beda Tipe Menanam Ibu dengan Bapak

18 Desember 2022   22:20 Diperbarui: 18 Desember 2022   22:26 153
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Suatu kali pada sore hari, ibu dan bapak pergi untuk kondangan teman mereka. Aku hanya manut saja disuruh jaga rumah dan tidak pergi ke mana-mana(memangnya aku akan pergi ke mana selain ke kamar?). Cukup lama mereka pergi hingga terdengar suara motor bapak di depan rumah, pertanda mereka pulang dari kondangan. Aku menyambut ibuku yang tangannya penuh dengan sesuatu. Lebih tepatnya untuk mencari tahu isi dari buah tangan yang diterima mereka. Lumayanlah dapat snack untuk cemilan disaat mulut sedang bosan.

Anehnya, saat sudah mendekat dengan wajah sumringahnya ibu menunjukan sebuah tanaman yang didapatnya dari teman. "Tadi mampir sebentar ke tempat temen, eh malah dikasih tanaman ini," sembari menunjukan beberapa tanaman yang beliau dapat.

Jikalau satu jenis tanaman, menurutku tidak masalah. Ini ada tiga jenis tanaman dan semuanya sangat bagus terawat. Salah satu diantaranya yaitu bunga janda bolong yang sempat viral belakangan. Aku hanya bergeleng keheranana. Ini pasti ibu dikasih satu tanaman, tapi karna ada banyak tanaman jadi dia minta lagi. Namun, ibu berdalih bahwa semua itu diberi oleh temannya. Diantaranya bahkan ada tanaman yang sudah besar.

Sudah menjadi kebiasaan ibu mengoleksi pot tanaman tapi tidak memakainya. Lalu berakhir di gudang dan berdebu. Setelah mendapatkan tanaman baru akhirnya ibu segera menanamnya di pot baru itu. Tentunya setelah pot tadi dibersihkan. Ibu meminta bapak untuk menyiapkan tanah untuk semua tanaman. Jadilah ibu berkreasi menanam bunga di pot. Setelah selesai jadilah empat pot bunga yang ibu tanam. Yang satu lagi ternyata bunganya besar dan banyak batangnya. Jadi oleh ibu dibagi dua tanaman tadi. Untuk ketiganya ditaruh belakang rumah dan satunya dimasukan ke dalam rumah. Kata ibu potnya bagus, jadi akan lebih bagus jika dipajang di rumah seperti temannya.

Setelah beberapa bulan bisa dilihat. Bahwa pot yang ada di dalam rumah tadi lebih kurus. Daunnya cepat busuk dan jarang ada daunnya. Tak seperti tanamannya yang sama namun ada di belakang rumah. Sangat subur dan juga segar. Satu diantaranya sudah kering mati karna oleh ibu jarang disiram. Satunya lagi sudah mendekati kelayuan.

Lalu ibu dapat tanaman lagi dari temannya. Ada yang berupa tanaman dan juga berupa bijian. Oleh ibu meminta bapak untuk menanamnya. Beberapa bulan bisa dilihat bahwa semua tanamannya tumbuh subur, bahkan ada yang sudah berbunga.

Siklus ini terus terjadi. Dari banyak tanaman, tanaman yang dirawat ibu hampir banyak yang mati sia-sia. Sedangkan tanaman yang dirawat oleh bapak kebanyakan tumbuh subur, atau paling tidak memang karena cuaca ekstrem terus menerus(hujan sepanjang hari misalnya). Aku yang selalu melihatnya juga sering heran, kenapa bisa begitu?

Baca juga: Pohon Nestapa

1. Ibu tak rutin merawatnya

Sumber: Pexels
Sumber: Pexels

Maksudnya, ibu terkadang tak menyiram tanaman ketika tanaman itu butuh disiram. Apalagi ketika musim kemarau dan tak hujan sama sekali. Tanaman banyak yang kering. Atau ada pula yang terlalu sering di siram hingga layu. Seharusnya diberi pupuk, oleh ibu hanya diberi doa. Yasudahlah, semoga doa mengantarkannya ke surga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun