Mohon tunggu...
Cucum Suminar
Cucum Suminar Mohon Tunggu... Kompasianer

Belajar dari menulis dan membaca. Twitter: @cu2m_suminar

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Ramadan Saat Pandemi, Kita Jadi Belajar 5 Hal Ini

14 April 2021   22:02 Diperbarui: 14 April 2021   22:13 285 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ramadan Saat Pandemi, Kita Jadi Belajar 5 Hal Ini
Sumber gambar: alinea.id

Pandemi Covid-19 tak juga berlalu. Sama seperti 2020 lalu, tahun ini pun umat muslim harus menjalankan ibadah puasa Ramadan di tengah pagebluk. Bedanya, tahun ini pembatasan sosial tidak seketat tahun lalu. Pemerintah sudah mengizinkan untuk salat tarawih berjamaah di masjid. Buka puasa bersama juga tak lagi dilarang. Namun, harus memperhatikan protokol kesehatan.

Meski pandemi Covid-19 ini membuat ibadah Ramadan kita terasa (sedikit) tidak nyaman karena tak seleluasa sebelum pagebluk melanda, sebenarnya ada banyak hikmah yang dapat kita petik. Belajar dari Ramadan tahun lalu, ada banyak hal baik yang bisa kita ambil. Apa saja hikmah tersebut?

Lebih Paham Tata Cara Salat Tarawih Berjamaah

Ramadan tahun lalu banyak teman-teman yang bercerita, terutama yang berjenis kelamin laki-laki dan sudah menikah, efek imbauan untuk salat tarawih berjamaah di rumah untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, mereka jadi belajar tata cara salat tarawih berjamaah. Maklum mereka (terpaksa) harus menjadi imam dadakan. Selama ini mereka umumnya menjadi makmum sehingga tidak begitu tahu secara rinci tata cara salat sunah tersebut karena biasanya hanya mengikuti imam.

Tak hanya belajar tata cara salat tarawih, mereka juga belajar dan menghapal kembali surat-surat dalam Al-Quran. Beberapa dari mereka bilang, malu dong masa surat yang dihapal hanya surat-surat pendek, kalau tidak Al Iklash, An-Nas hehe. Nanti bisa diledek si buah hati. Apalagi anak-anak sekarang hapalan Al-Qurannya lumayan bagus dan banyak.

Berbagi Kebaikan dari Rumah

Dari Ramadan tahun lalu kita juga belajar bahwa kita bisa berbagi kebaikan dari rumah. Kita bisa bersedekah menyisihkan sebagian rezeki untuk orang yang membutuhkan tanpa harus keluar rumah.

Kita bisa mewakafkan sebagian rezeki ke kaum dhuafa dengan cara non tunai, menyalurkan ke badan/instansi/lembaga amal dengan cara mentransfer uang tersebut. Ada banyak pilihan, mulai dari Badan Amal Zakat hingga aplikasi Gojek.

Bila kondisi tidak memungkinkan, tak harus berkeliling mencari orang yang membutuhkan untuk diberi santunan secara langsung, baik santunan berupa uang maupun makanan, cukup salurkan ke lembaga-lembaga amal tersebut. Insya Allah sampai ke mereka yang membutuhkan.

Atau bisa juga titip sedekah ke teman/kerabat/keluarga yang memang secara rutin memberi santunan kepada kaum dhuafa. Apalagi orang-orang baik tersebut sekarang sudah cukup terbuka menggalang dana, baik melalui media sosial pribadi maupun melalui aplikasi pesan instan.

Atau bisa juga menyalurkan bantuan kepada korban bencana alam. Apalagi beberapa waktu terakhir ini beberapa wilayah di Indonesia ada banyak yang terkena musibah, mulai dari banjir bandang hingga gempa. Kita tinggal menyalurkan sebagian rezeki ke korban-korban bencana alam tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN