Mohon tunggu...
Kris Fallo
Kris Fallo Mohon Tunggu... Penulis - Penulis Buku Jalan Pulang, Penerbit Gerbang Media, 2020

Menulis itu pekerjaan keabadian. Pramoedya Ananta Toer berkata:  'Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.' Lewat tulisan kita meninggalkan kisah dan cerita yang tak akan sirna.

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Ulang Tahun RRI ke-76, Satu Suara Berjuta Telinga

15 September 2021   12:53 Diperbarui: 15 September 2021   13:30 303
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

11 September 2021, Radio Republik Indonesia (RRI), merayakan ulang tahun ke-76. Seiring berjalannya waktu. Seiring berjalannya waktu, RRI Telah hadir, dengan kemasan program, acara dan tayangannya, berkiprah menyajikan informasi, memberikan edukasi dan literasi, mendekatkan pristiwa dan kejadian, bagi pemirsa dan pendengar di seluruh pelosok nusantara.

Rentang waktu 76 tahun, bukan merupakan sebuah perjalanan waktu yang singkat, seusia bangsa dan negara kita, Republik Indonesia. Karena itu, kita patut berbangga dan bersyukur, RRI masih tetap eksis hingga detik ini, meski harus bersaing dengan kemajuan teknologi dan informasi digital.

Saya ingin berkisah, tahun 1990an, saat saya menginjak usia sekolah, saya hanya bisa mendapatkan informasi dari radio. Radio menjadi satu-satunya sarana informasi penting bagi masyarakat pedalaman, dimana belum ada televisi dan media informasi lainnya.

Ayah saya, yang nota bene adalah guru Sekolah Dasar, begitu setia dan antusias mengikuti berita dan acara lain yang disiarkan melalui radio. Kemana pun ia pergi, pasti radio selalu di sampingnya, termasuk pergi ke sawah pun membawa radio.

Foto.prokopimbelu
Foto.prokopimbelu
Saya masih ingat dengan jelas, acara yang diikuti tanpa absen waktu itu selain berita-berita dan informasi untuk masyarakat desa adalah drama radio. Drama radio yang selalu dinantikan waktu itu adalah drama radio kerjaan Majapahit yang di siaran melalui radio.

Saya pun akhirnya ikut-ikutan nguping, bagaiamana berdirinya kerjaan Majapahit, Kerajaan Singosari, tentang Ken Dedes, Ken Arok dan nama-nama raja dan kerajaan lain yang sudah tidak saya ingat lagi.

Tanggal 11 September 2021, bertepatan dengan hari ulang tahun RRI ke-76, saya diundang oleh RRI Atambua, daerah perbatasan Timor Leste, untuk membawakan doa syukur ulang tahun RRI, dan saya menyanggupinya.

Memang, sudah beberapa kali, saya diminta untuk mengisi program siaran RRI Atambua, khususnya program literasi masyarakat. Saya merasakan bahwa, acara dan program radio di zaman sekarang sudah mengalami transformasi dan lebih maju, ketimbang zaman dulu.

Ada beragam program siaran yang dikemas secara menarik, misalnya wawancara tokoh tertentu, program khusus untuk anak-anak, bersinergi dengan pemerintah, memberitakan program focus pemerintah daerah, serta acara-acara lain yang lebih menarik dan familiar.

Foto.dok.rri.atambua
Foto.dok.rri.atambua
Di masa pandemi, justru RRI tampil dengan program pengajaran, oleh para guru sehingga anak-anak bisa mengikuti melalui radio. Bagi saya ini adalah sumbangsi terbesar RRI untuk masyarakat, terkhusus untuk para pelajar.

Di hari ulang tahun RRI ke-76 ini, saya menyampaikan proficiat, kepada angkasawan/angkasawati, para karyawan RRI dimanapun berada. Teruslah berkarya, mendekatkan informasi dan mengedukasi masyarakat. Sekali di udara tetap di udara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun