Mohon tunggu...
Kris Fallo
Kris Fallo Mohon Tunggu... Mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Santo Petrus Kefamenanu TTU Jurusan Pendidikan Agama Katholik

Menulis itu pekerjaan keabadian. Pramoedya Ananta Toer berkata:  'Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.' Lewat tulisan kita meninggalkan kisah dan cerita yang tak akan sirna.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

Cegah Pelecehan Seksual, Ingat Kata Bang Napi "Waspadalah"

14 Juni 2021   20:06 Diperbarui: 14 Juni 2021   20:35 63 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cegah Pelecehan Seksual, Ingat Kata Bang Napi "Waspadalah"
Gambar.prfmnews.id

Masih ingatkah tayangan kata Bang Napi dalam tayangan Sergap di RCTI? Katanya, "Kejahatan terjadi bukan karena niat pelakunya tetapi karena ada kesempatan, waspadalah! waspadalah!."

Kata-kata bang napi, sebenarnya mengandung pesan yang cukup padat tentang pencegahan kejahatan, termasuk kejajatan pelecehan seksual. Hal ini bukan berarti kita mengafirmasi pelaku kejahatan tetapi lebih merupakan pesan preventif. Pencegahan sebelum semuanya terjadi.

Kita sadari bahwa kasus pelecehan seksual bukan persoalan kemarin. Masalah pelecehan seksual sudah ada sejak adanya peradaban manusia. Bahkan zaman sekarang, justru semakin menjadi-jadi. Rasanya sulit untuk kita putuskan mata rantainya.

Kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap dua orang gadis di Kupang, Nusa Tenggara Timur oleh YT (41), pria yang berprofesi sopir truk, semakin membuka mata kita bahwa hingga saat ini kasus pelecehan, pemerkosaan dan sejenisnya, masih terus terjadi.

Perkembangan teknologi memang di satu sisi memudahkan kita, tetapi ada efek negatifnya, bila kita salah menggunakannya. Terungkap bahwa korban dibujuk menggunakan ponsel, dan juga facebook.

Menurut saya, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan:

1. Dewasa dalam menggunakan media komunikasi

Jangan cepat--cepat percaya dengan rayuan gombal, iming-iming di dunia maya. Dewasalah dalam menanggapi tawaran dunia maya. Jangan tergiur dengan rayuan sesaat, apa lagi pada orang yang tidak kamu kenal.

2. Butuh pengawasan orang tua.

 Bagi anak-anak dan remaja, yang masih labil, perlu adanya pengawasan dan pendampingan orang tua. Jangan memberi kebesan bagi anak yang berlebihan.

Tugas orang tua adalah mendidik anak, termasuk pendidikan moral dan iman. Sehingga secara perlahan-lahan, nilai-nilai iman dan moral tertanam dalam diri anak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN