Mohon tunggu...
Kris Fallo
Kris Fallo Mohon Tunggu... Mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Santo Petrus Kefamenanu TTU Jurusan Pendidikan Agama Katholik

Menulis itu pekerjaan keabadian. Pramoedya Ananta Toer berkata:  'Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.' Lewat tulisan kita meninggalkan kisah dan cerita yang tak akan sirna.

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Berekspresi Itu Pilihan, Bukan soal Jenis Kelamin

23 April 2021   17:28 Diperbarui: 23 April 2021   17:31 98 16 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Berekspresi Itu Pilihan, Bukan soal Jenis Kelamin
Gambar.timorline.com/Perempuan di Kampung mengekspresikan dirinya dengan menenun

"Suatu waktu dalam hidupnya, orang harus memilih, jika tidak ia tidak akan menjadi apa--apa" (Pramoedya Anata Toer)

Pada dasarnya setiap orang memiliki hak untuk memilih. Ia Bebas untuk memilih apa saja yang berguna bagi hidupnya. Kata Pramoedya Anata Toer, "Suatu waktu dalam hidupnya, orang harus memilih, jika tidak ia tidak akan menjadi apa--apa."

Mengekspresikan hobi, merupakan sebuah pilihan. Orang bebas memilih apa saja dan seperti apa ia mengembangkan bakatnya. Asal ekspresi diri, tidak merugikan orang lain.

Bila seorang perempuan memilih untuk mengembangkan hobinya, itu sah--sah saja, karena masalah berekspresi dan mengembangkan hobi, bukan masalah jenis kelamin, tetapi masalah pilihan.

Kita tidak bisa sepihak membatasi seseorang untuk berkembang, karena itu soal hak dan pilihannya. Bila statusnya adalah berkeluarga, tinggal dikomunikasikan dengan keluarga, (suami dan anak--anak).

Memang, dalam kebersamaan, tentu seseorang harus hormat pada aturan bersama, tetapi seorang seorang laki-laki, tidak boleh, membatasi, mengengkang istrinya karena, mereka juga berhak atas kehidupan.

Kewajiban kita kaum pria adalah memberi ruang pada perempuan, melindungi kaum hawa untuk menjalankan hobinya. Bukankah seseorang berhak hidup bebas mengembagkan hobi?

Gambar.99.co./seorang perempuan bisa mengekspresikan dirinya lewat membuat kue
Gambar.99.co./seorang perempuan bisa mengekspresikan dirinya lewat membuat kue
Terlalu naif bila mengikuti ego kita, menutup ruang untuk hobi perempuan. Setelah menikah, kita lantas menjadi penguasa tunggal, dan kita menempatkan perempuan satu tingkat di bawah laki--laki, sehingga ia sama sekali tidak memiliki ruang gerak untuk berekspresi.

Sebagai pastor, saya sering mendengar curhat dari beberapa ibu yang sudah menikah. Mereka memiliki pengalaman tidak mengenakkan dalam keluarga. Setelah menikah, suami membatasi ruang geraknya. Akibatnya adalah ia mengalami tekanan, tidak bebas menjalani hidup.

Kita juga tidak bisa menyangkal, banyak rumah tangga terpaksa bubar karena suami tidak mendukung karier istri. Suami mengekang dan cenderung menguasai.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN