Mohon tunggu...
Helvira Hasan
Helvira Hasan Mohon Tunggu... pelajar/mahasiswa -

Perempuan Biasa!

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Buku: Aku Dan Hujan

21 Februari 2011   06:54 Diperbarui: 26 Juni 2015   08:25 685
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
1299471085498838559

"Aku dan Hujan di Bulan November" oleh Vira Cla Hujan tak pernah datang tiba-tiba di bulan November. Ia selalu memberi pertanda sebelum turun menghunjam bumi. Setidaknya itu yang kuperhatikan sebulan ini. Seringkali kulihat lewat jendela kamar langit dipenuhi awan berat kelabu pekat, menghiasi langit pagi, siang, ataupun sore. Pertanda yang memberi isyarat. Isyarat hujan 'kan datang. Tak hanya awan, ada juga gemuruh yang bertalu-talu. Seperti berlomba saling adu kencang. Memekakkan yang kadang mengejutkan, membuat jantungku berdetak lebih kencang saking kagetnya. Aku awas, hujan pasti 'kan lebat. Aku bersiap jadikan rumah tempat berteduh yang nyaman.

Lalu, kau datang, ketika langit muram dan tetes-tetes air mulai berjatuhan dari awan. Tak ada berita sama sekali kau 'kan mengunjungiku di rumah ini. 'Tiba-tiba' sepertinya sudah jadi kebiasaanmu. Sungguh berbeda dengan hujan yang kuperhatikan di bulan November ini.

SELANJUTNYA... Baca di Buku Kumpulan Cerita Pendek "AKU DAN HUJAN" persembahan Cubiculum Notatum (www.jejakubikel.com)

[caption id="attachment_94705" align="alignleft" width="170" caption="Sampul depan Aku dan Hujan"][/caption]

"Aku dan Hujan"

LiniKala Publishing

Ada 50 cerita pendek yang melukiskan hubungan pribadi antara aku dan hujan dari 50 penulis yang terus mengeksplorasi khasanah sastranya melalui jejakubikel.com

Unduh teaser "Aku dan Hujan" di http://www.4shared.com/document/cetwAN9U/Teaser_AKU_DAN_HUJAN.html

Setiap menjadi biru, kubuka kenangan ungu akanmu. Ketika rindu belum mengenal sendu. Kau dan aku, meramu tawa dalam puisi sambil lalu.

- Aku dan Hujan yang Menjadikannya Biruoleh Meliana Indie, Kompasianer.

Selalu, satu tanganku memegang gagang payung dan satu lainnya dalam kekuasaan jari jemarimu yang begitu erat menggenggam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Catatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun