Media

Penulisan di Media Digital

13 Februari 2018   13:16 Diperbarui: 28 Februari 2018   08:31 254 1 0
Penulisan di Media Digital
https://media.licdn.com/mpr/mpr/AAEAAQAAAAAAAA3RAAAAJDczNWQzOGZlLWYyZGEtNDEwMy05OTNiLWU0MDk1ODEzZThmNA.png

Teknologi yang semakin berkembang membuat dunia digital semakin diminati. Penulisan yang awalnya hanya dilakukan melalui media konvensional (media cetak) kini mulai beralih pada media online. Kemajuan internet membuat informasi dapat disebarkan secara langsung, sehingga memudahkan pembaca untuk mengakses informasi tersebut. 

Konten yang ada pada internet juga dapat dperbaharui atau ditambahkan setiap minggunya. Hal ini tentu lebih cepat daripada penerbitan buku yang hanya berlangsung setiap beberapa bulan sekali. Biaya yang dikeluarkan dalam penulisan di media digital, seperti internet juga tidak sebanyak biaya penulisan cetak. Penulisan cetak membutuhkan banyak biaya untuk melakukan proses cetak sampai menjadi sebuah buku.

Meskipun banyak penulis beralih pada media digital, mereka tetap harus memperhatikan beberapa peran penting dalam penulisan digital, yaitu sebagai communicator of message, organizer of information, dan interpreter (komunikator pesan, penyusun informasi, dan interpreter). Sebagai komunikator pesan, penulis menyampaikan pesan secara cerdas, provokatif, menarik, serta mendalam. 

Sebagai penyusun informasi, penulis menyajikan informasi yang dapat memunculkan interaksi bagi pembaca. Sebagai interpreter berarti pesan yang disampaikan oleh penulis harus sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh pembaca, agar pembaca dapat mengerti pesan tersebut dengan mudah. Penulisan dalam digital harus memperhatikan kredibilitas, namun dapat juga terjadi bias, karena terkadang penulis menggunakan perspektifnya, misalnya dalam menulis di blog. 

Supaya suatu blog dapat menghasilkan kepercayaan pembaca, maka perlu dilakukan suatu identifikasi. Selain kredibilitas, transparasi dan akuntabilitas juga harus diperhatikan oleh para penulis. Transparasi misalnya berupa kesiapan penulis untuk mengakui kesalahan atau dengan menampilkan sumber asli pada postingan yang mereka tulis, jika postingan tersebut mengutip tulisan lain. Sedangkan akuntabilitas berarti mengharuskan organisasi berita memperkenalkan diri mereka dan apa yang mereka sediakan untuk publik.

Terdapat beberapa elemen kredibilitas yang harus diperhatikan supaya pembaca dapat mempercayai suatu situs atau konten, yaitu: navigasi dan desain situs yang mudah digunakan, grafis dengan kualitas tinggi, penulisan yang baik, menyajikan informasi yang lengkap, menyediakan kontak berupa nomor telepon atau email, menyatakan kebijakan privasinya, memiliki konten sesuai dengan preferensi pembaca, memiliki artikel yang berisi daftar kutipan dan referensi, terdapat daftar penulis dalam setiap artikel, muncul di halaman awal pencarian, memiliki URL yang diakhiri dengan .org, serta memiliki iklan sesuai dengan topik yang ditulis.

Terdapat dua situs web yang tergolong memiliki kredibilitas rendah, yaitu situs dengan tujuan komersial dan situs yang diproduksi oleh amatir. Kepercayaan orang-orang terhadap suatu situs dapat menurun jika situs tersebut berusaha menjual sesuatu kepada mereka. Sebuah situs juga dapat sangat berkurang kredibilitasnya jika terdapat lebih dari satu iklan di halaman situs tersebut. Apabila sebuah situs memasang iklan, maka lebih baik jika yang dipasang adalah iklan produk terkemuka, agar kredibilitas dari situs tersebut tidak menurun. 

Berbeda dengan situs  komersial, situs yang diproduksi oleh amatir biasanya jarang melakukan pembaruan, mempunyai penampilan yang tidak profesional, serta informasi yang diberikan tidak memadai. Menurut penelitian Stanford, terdapat beberapa hal yang dapat mengurangi kredibilitas dari sebuah situs, antara lain: jarang diperbarui dengan konten baru, banyak terdapat iklan pop up, terdapat kesalahan dalam pengetikan, terkadang situs tersebut tidak tersedia secara tiba-tiba, serta mempunyai link yang tidak dapat dikunjungi.  

Banyaknya penulisan yang beralih ke media digital tentu dapat mengubah proses membaca. Para pengguna website biasanya hanya mencari informasi tertentu yang mereka perlukan dan tidak membaca tulisan kata perkata. Mereka hanya memindai tulisan, sehingga penulisan dalam media digital harus ringkas dan menyampaikan poin penting dari tulisan tersebut. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tulisan agar menarik pembaca, seperti, kata kunci yang disorot, adanya sub-judul, penggunaan warna, dan tulisan yang singkat. Supaya dapat semakin menarik minat pembaca, penulis dapat menambahkan efek visual seperti foto, grafik, atau video clip.  

Perhatian pengguna website ketika membuka suatu situs biasanya langsung mengarah pada headlines atau berita utama. Headlines yang paragrafnya singkat biasanya lebih banyak dibaca, sedangkan headlines yang panjang biasanya hanya dipindai saja oleh pembaca.  Selain itu, judul berita yang bagus akan cenderung menarik minat membaca. Menurut Eyetrack study, font tulisan yang mudah dibaca dalam tulisan digital meliputi Arial, Courier, Georgia dan Verdana. Namun diantara fonts tersebut, font Sans Serif umumnya membuat online menjadi lebih baik.

Penulisan di dalam media online selain memiliki kelebihan, juga memiliki kekurangan. Kelebihan yang dimiliki diantaranya, tersedianya ruang sehingga tidak perlu biaya untuk penerbitan seperti dalam media cetak, mempunyai ketersedian akses selama 24 jam, tulisan dapat diperbarui atau direvisi, memungkinkan adanya umpan balik seperti melalui email atau chat. Sedangkan kekurangan yang dimiliki antara lain, memakan banyak waktu untuk mengunduh tulisan dengan ukuran yang besar, bagi yang kurang melek teknologi akan sulit untuk membuat suatu website, serta kurangnya standar untuk warna, ukuran atau jenis teks.

Referensi:

Carroll, Brian. 2010. Writing for Digital Media. New York: Routledge