Mohon tunggu...
Christie Damayanti
Christie Damayanti Mohon Tunggu... Arsitek - Just a survivor

Just a stroke survivor : stroke dan cancer survivor, architect, 'urban and city planner', author, traveller, motivator, philatelist, also as Jesus's belonging. http://christiesuharto.com http://www.youtube.com/christievalentino http://charity.christiesuharto.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Remaja, Pemuda, Dewasa dan Lanjut Usia itu Memang Berbeda...

20 November 2017   12:44 Diperbarui: 20 November 2017   13:02 1226
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dari anak, pengamatanku beranjak kepada remaja, masyarakat daja2 ternyata cukup banyak tertarik, dewasa bahkan lanjut usia. Remaja sepertinya lebih tertarik dengan foto2 besar ukuran A3 yang aku cetak untuk mewakili pengirim surat2 balaan untuku.

Misalnya, kucetak foto besar ukuran A3 tentang Roger Moore, sebagai peeran James Bond 007, yang mewakili surat balasan untukku dari Roger Moore. Atau Lima Sekawan, sebagai cara untuk menarik pengunjung ke frame surat dan foto2 balasan dari The Famous Five, karangan  Enid Byton. Ada Julian, Dick, George, Anne dan si anjing cerdik, Tim.

Remaja2 lainnya yang tertarik karena 'suasana' romantic pasangan pangeran Charles dan Putri Diana. Mereka ternyata sangat suka dengan itu. Bahkan beberapa pasangan muda, bergandengan tangan, mengamati prangko2 pasangan Pangeran Charles dan Lady Diana.

Bahkan, tahu ga?

Di ujung sana, aku sempat membidik kameranku dengan zoom, ktika sepasang remaja, apakah karena mereka 'jadian', atau Cuma bermain2 saja, si cowo memberikan seikat kembang kepada si cewe, dengan latar belakang prangko Lady Diana!

Remaja2 itu biasanya bergerombol. Dari remaja SMP, SMA atau pemuda kuliahan. Sepertinya mereka awalnya hanya ingin berjalan2 atau makan siang atau sore. Solaria adalah favorite merka, bukan? Dan Solaria berada tepat disamping area pmeranku ini. Sebelum atau setelah makan, mereka mampir ke area pameranku, dan bisa 'ngedon' bermenit2 sebelum pindah ke frame sebelahnya, yang menurut mereka menarik ......

Dokumen pribadi
Dokumen pribadi
Anak2 SMA dan mahasiswa, bahkan pemuda pemudi
Anak2 SMA dan mahasiswa, bahkan pemuda pemudi
Dokumen pribadi
Dokumen pribadi
Remaja yang didampingi orang tuanya, bahkan orang tua lengkap. Iseng berjalan2 dan menemukan pameranku, dan mereka terinspirasi ......
Remaja yang didampingi orang tuanya, bahkan orang tua lengkap. Iseng berjalan2 dan menemukan pameranku, dan mereka terinspirasi ......
 ***

 Berbeda dengan kelompok dewasa. Mereka memang lebih selektif, dan mereka lebih 'angkuh'.

Jika anak2, remaja dan pemuda itu lebih 'ramah'. Aku menghampiri mereka, biasaya mereka mengangguk kepadaku dan member salam, "Siang tante', atau yang lain. Dan mereka akan manggut2 jika aku mengedukasi mereka tentang banyak hal. Mereka ramah dan selalu tersenyum, sementara mengikuti kursi rodaku, berjalan ke frame2 selanjutnya.

Tetapi keangkuhan pengunjung dewasa itu sangat terasa, jika aku menghampirinya dan mereka menghindar. Sering membuang muka dan acuh tak acuh. Pernah, aku menghampiri segerombolan pengunjung dewasa, akhirnya berbuntut kecewa.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Pengunjung dewasa memenuhi area pameranku, di jam2 makam siang atau jam2 pulang kantor
Pengunjung dewasa memenuhi area pameranku, di jam2 makam siang atau jam2 pulang kantor
Mereka jelas2 'melecehkan' aku, dengan acu tak acuh, dan menghindar. Melihat keaku dengan pandangan menyelidik. Mungkin mereka pikir, siapa aku?  Orang cacat diatas kursi roda, koq ada disini? Hihihi ..... Untukku sih, masa bodo ... dan akhirnya, mereka kembali lagi ke area pameranku, kasak kusuk lagi, dan tetap 'sombong', walaupun mereka tahu bahkan ini adalah pameranku ......

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun