Christie Damayanti
Christie Damayanti karyawan swasta

Just a stroke survivor & cancer survivor, architect, 'urban and city planner', author, traveller, motivator, philatelist, also as Jesus's belonging. http://christiesuharto.com http://www.youtube.com/christievalentino http://charity.christiesuharto.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora highlight

Bahkan "Jalur Pemandu" Sengaja Dipasangi Segitiga Orange sebagai Pembatas! Astaga!

2 Oktober 2017   11:44 Diperbarui: 2 Oktober 2017   12:17 421 2 0
Bahkan "Jalur Pemandu" Sengaja Dipasangi Segitiga Orange sebagai Pembatas! Astaga!
Sumber: www.lingkarsosial.wordpress.com

By Christie Damayanti

Indonesia memang sangat tertinggal jika kita bicara tentang disabilitas. Baru2 ini saja, kaum disabilitas mampu menggebrak Indonesia lewat karya2 dan prestasi2nya, yang akhirnya membat Indonesia sadar, bahwa kaum disabilitas juga adalah sebagai warga negara yang sama dengan warga negara yang sehat dan kuat, yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama bagi Indonesia.

Fasilitas2 untuk penyandang disabilitas di Indonesia memang masih minim, sehingga bagi warga negara pun masih susah untuk bisa "bergerak" di Indonesia. Apalagi, ketika penyandang disabilitas dunia ingin bertandang ke Indonesia, bagaimana Indonesia mampu membawa nama Indonesia ke kancah dunia?

Salah satunya adalah tentang "jalur pemandu".

Bagi disabilitas ntra, jalur pemandu adalah "mata" mereka. Dengan keterbatasan mereka yang tidak bisa melihat, mereka membawa tongkat putih khusus untuk menjadi "mata" bagi mereka. Tetapi tongkat putih itu harus mempunyai "mata" yang lain, untuk bisa melihat, bagaimana disabilitas netral itu berjalan. Jadi, memang jalur pemandu itu sangat -- sangat penting bagi mereka!

Lalu, bagaimana jika jalur pemandu itu tidak ada?

Tentunya disabilitas netra tidak mmpu untuk berjalan di koridor umum, karena "mata" mereka tidak ada!

Jalur pemandu pun sebenarnya sudah ada di Keputusan Menteri Perhubungan No.KM 71 Tahun 1999 dan Kepututsan Menteri PU No.30/PRT/M/2006. Sudah cukup lama, sebenarnya, tetapi belum ada karya nyata yang benar2 membuat jalur pemandu itu berfungsi dengan baik.

Memang, di beberapa titil jalur pedestrian di Jakarta khususnya, sudah ada jalur pemandu, tetapi jika ditelisik dengan cermat, jalu pemandu tersebut tidak mampu benar2 bisa menjadi "mata" bagi disabilitas netra. Itu sudaj ku tuliskan di beberapa artikelsebelumnya, seperti di tulisanku ini 'Pedestrian Baru' Jakarta, Hasilnya Apa?

Tidak ada atau belum ada (?) kontraktor yang benar2 menduplikasi desain dan konsep jalur pemandu, karena yang ada, memang ada jalurnya tetapi bagaimana posisi dan pemasangannya?

Posisinya adalah "jauh dari benda2 yang membahayakan", tetapi justru jalur pemandun menabrk tiang listrik. Atau jalur pemandu terputus ketika jalur pedestrian terhenti tanpa ada tanda2 apapun.

Juga tentang pemasangan. Pmasangannya tidak 'smooth', yang membuat disabilitas netra mudak terantuk, bahkan gampaung terjatuh karena pemasangannya 'naik-turun' tanpa peduli dengan kerapihan! Karena disabilitas netra benar2 tidak mampu melihat .....

***

Konsep jalur pemandu itu esensinya adalah untuk menjadi "mata", atau untuk berjalan dengan memanfaatkan tekstrur ubin pengarah serta adanya ubin2 peringatan.

Permukaan ubin harus benar2 mampu memberikan efek yang jelas dan tertanam di otak disabilitas netra, sehingga, jika mereka sudah tahu jalur dengan permukaan bergaris2, dan jalur peringatan titik2 noktah secara standard internasional, akan sangat membingungkan ketika fungsinya terbalik! Yang jalur peandu adalah titik2 noktah dan jalur peringatan adalah bergaris! Dan itu sangat membahayakan!

Sumber: https://almaizarnetagh.blogspot.co.id
Sumber: https://almaizarnetagh.blogspot.co.id

Jalur pemandu???? Bahkan untuk pejalan kaki yang sehat pun berbahaya, apalagi penyandang disabilitas netra??? Duh .....

Sumber: https://almaizarnetagh.blogspot.co.id
Sumber: https://almaizarnetagh.blogspot.co.id
 

Mana fungsi jalur memadu? Terlalu dekat dengan benda2 bahkan ada yang "menabrak!" Sengaja?? Atau tidak peduli??

Sumber: https://almaizarnetagh.blogspot.co.id
Sumber: https://almaizarnetagh.blogspot.co.id

 Bahkan jalur pemandu SENGAJA DIPASANGI SEGITIGA2 ORANGE SEBAGAI PEMBATAS!!! Astaga!!!

 

***

Untuk jalur pemandu ini, harus berada di jalur2 pedestrian, di depan jalur2 ke ruang public seperti perkantoran, mall, pertokoan da sebagainya. Juga di daerah terminal transportasi umum, jalur2 yang menghubungkan dengan ruang2 publik adan semua ruang public yang bear2 bisa dan harus dimasukki oleh semua warga negara.

Catatan :

Dan di Indonesia, aku belu melihat jalur pemandu di dalam bangunan baru! Hanya baru di luar bangunan!


Sumber: www.enerblogger.UGM.com
Sumber: www.enerblogger.UGM.com

 jalur pemandu yang terputus, membuat disabilitas netra bingung, salah2 terjerembab!

 

Belum lagi cara pemasangan ubin2 bertekstrur, harus dengan memperhatikan letak dan liku-liku ubim2 disekitarmya. Jangan sembrangan karena disabilitas netra benar2 tidak mampu melihat! Walau sedikit saja meleset, mereka bisa tersandung, terjatuh bahkan terguling!

Untuk disabilitas netra, tentu saja mereka tidak akan tahu warna. Tetapi bagi non-tuna netra, kita bisa melihat, bahwa jalur pemandu itu harus bisa terdeteksi supaya kita bisa membantu mereka ......

Sebelum sekarang, jalur pemandu benar2 mempunyai fisikubin bertekstur, yang benar2 harus dipasang sesuai denan konsep "jalur pemandu". Bahkan sekitar 2 tahun lalu pun, jalur pedestrian jalan Gatot Suroto Jakarta, yang rencananya sebagai percontuhan, pemasangannya benar2 sesuai dengan ubin bertekstur, yang sayang nya ternyata jalur pedestrian disana di beberapa titik lokasi tertentu, jalur pedestrian nyaris membahayakan bagi penyandangan  disabilitas netra.

Ada juga jalur pemandu dengan material berbeda, biasanya stainless steel (supaya tahan cuaca), melengkapi diatas ubin pedestrian biasa. Tetapi kendalanya, stainless steel ini lebih tinggi dari ubin, sehingga beresiko tersandung bahkan terjatuh!


Material stainless steel, lebih tinggi dari ubin pedestrian. Sumber: www.antarafoto.com
Material stainless steel, lebih tinggi dari ubin pedestrian. Sumber: www.antarafoto.com
 

Tetapi sekarang ini, ada cara baru untuk memasang jalur pemandu. Tidak usah memasang dangan ubin bertekstrur yang memang harus sangat berhati2 supaya tidak membahayakan, tetapi ada stiker2 khusus terbuat dari karet (rubber) berkualitas tinggi, di pasang dan dilem di ubin2 standard biasa, sebagai jalur pemandu!


Dokumentasi pribadi di Chiba, Japan
Dokumentasi pribadi di Chiba, Japan

Jalur pemandu yang baru, akan menggantikan jalur pemandu yang lama disebelahnya. Entah mengapa harus diganti, tetapi yang jeas jalur pemandu yang lama, adalah ubin bertekstur bergaris2 yang warnanya sudah udar, tetapi pemasangannya masih ciamik!

 

Jalur pemandu baru ini, hanya di pasang dengan karet berkualitas tinggi bergaris2 sebagai jalur pemandu dan karet bertitik2 noktah sebagai jalur peringatan.


Dokumentasi pribadi di Chiba, Japan
Dokumentasi pribadi di Chiba, Japan
Dokumentasi pribadi di Chiba, Japan
Dokumentasi pribadi di Chiba, Japan
Dengan seorang pemasang dan seorang supervise, aku menyaksikan sendiri betapa cepatnya mereka mengerjakan dan kualitasnya (workmanship) sangat baik!

***

Mungkin ini hanya sekedar fenomena biasa BAGI YANG TIDAK PEDULI. Tetapi bagi penyandang disabilitas netra, ini merupakan awal dari sebuah kehidupannya, yang nyata untuk bisa berjalan dan berkarya di dunia luar.

Karena tanpa sebuah "mata", walaupun bukan mata yang asli, jalur pemandu ini akan menjadi tolak ukur bagi perkotaan yang mau dianggap sebuah metropolitan dunia, bagi Jakarta!

Jika fasilitas2 di Jakarta jauh dari kebutuhan penyandang disabilitas, bisa dibayangkan, bagaimana penyandang disabilitas mampu mendiri untuk bisa menopang kehidupannya sendiri, tanpa bantuan oang lain. Karena, seyogyanya, warga kota Jakarta itu memang masih sangat jauh dari kata "kepedulian" .....

Sebelumnya :

Catatan tentang Disabilitas Netra dan Pemakai Kursi Roda

Seperti Apa, Pedoman 'Ruang Publik' Aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas?

'Parkir Disabled' malah Untuk Parkir Valet! 

Taman [Bermain] 'Ramah Disabilitas?' Lebay, ah .....

Sebenarnya, Bagaimana Standardisasi [Minimal] untuk 'Toilet Disabled?'

Ruang Publik yang Harus Aksesibel bagi Disabilitas

"Rute Aksesibel" pada Jembatan Penyeberangan [Juga Bagi Disablitas]

Aksesibilitas Bagi Disabilitas di Ruang Publik Luar Bangunan

Pedestrian untuk Disabilitas tanpa Diskriminasi

'Pedestrian Baru' Jakarta, Hasilnya Apa?

Dunia Ramah Disabilitas

Konsep 'Universal Design' Secara Internasional bagi Disabilitas

Dasar untuk Membangun "Kota Ramah Disabilitas"

Kami Belajar dengan Cara "Berbeda", Tidak Lebih Baik, Tidak Juga Lebih Buruk .....

Menyesuaikan Tempat Kerja, Bukan Berarti Perombakan Besar-Besaran

'Pergumulan' Penyandang Disabilitas

'Tampilan Bahasa' di Dunia Inklusi

Tersenyum dan Tertawalah Kepada Kami, untuk Berinteraksi 

Pekerja Disabilitas : Hak Mereka Sama, Mimpi Mereka pun Sama .....

'Analisa Pekerjaan' bagi Pekerja Disabilitas, Perlukah?

Bagaimana Cara Mempekerjakan Penyandang Disabilitas?

Akses Kaum Disabilitas untuk Bekerja

"Beban Negara"kah, Kaum Disabilitas?

Kisah Seorang Gadis Tuna Rungu 

"Zona Nyaman" Bagi Disabilitas di Lingkungan Pribadi

"Dibalik Kelemahan Kami, Adalah Kekuatan Kami" [Dunia Disabilitas]

Penyakit 'Multiple Sclerosis' yang Meremukkan Seorang Sahabatku, Semakin Memburuk .....

Keterbatasan Mereka Justru adalah Kekuatan Mereka

Sekali Lagi, "Mereka Ada" : Catatan dari Rawinala

'Mereka' adalah Inspirasi yang Terpendam .....

"Mereka Ada ......"

Penyandang 'Pasca Stroke' Diminta Pensiun Dini? Sedih .....

Kaum Disabled Jangan Manja, Karena Kepedulian Itu Masih Lama!

Oda itu Adalah Sahabatku

'Hidup di Jakarta itu Serasa Dalam Hutan, Siapa yang Kuat Dialah yang Menang!'

Terpuruk? Apalagi Sebagai Insan Pasca Stroke, Sangatlah Manusiawi!

Untukmu Indonesiaku, dari Aku 'Ordinary Disabled Woman coz of Stroke' .....


Cacat? Disabilitas? Mimpi Kita Semua Sama, koq!

Tolong Pedulikan Kami: Adakah yang Tahu dan Peduli dengan 'Toilet Disabled?'

'Peduli Disabilitas' : Dunia Berharga Penuh Makna

Sebuah Catatan dari Kaum Disabled

Di Sebuah Kota yang Ramah bagi Warga 'Disabled', seperti Aku .....

Sudahkah Kita Menjamin Aksesibilitas bagi Warga 'Disabled' di Indonesia ?

Warga 'Disabled' Sebagai Asset dan Masa Depan Bangsa : Sebuah Perenungan Diri