Mohon tunggu...
Reinhard Hutabarat
Reinhard Hutabarat Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penikmat kata dan rasa...

Menulis untuk senang-senang...

Selanjutnya

Tutup

Balap Pilihan

The Blue Boy's Mengguncang Sirkuit Valencia

9 November 2020   17:55 Diperbarui: 9 November 2020   18:13 220
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Joan Mir, sumber https://akcdn.detik.net.id

Pol juga bisa menikmati gaya streamline Mir ketika menguntit rapat Rins yang berada di depannya. Dari sudut pandang motor Pol selama separuh balapan, motor Mir nyaris segaris lurus dengan motor Rins, bahkan termasuk di tikungan. Motor Mir itu bak bayangan dari motor Rins.

Pol yang berada di belakang kedua Suzuki itu tampak menikmati betul gaya kedua Suzuki tadi, dan berusaha untuk menguntit rapat Mir. Akhirnya ketiga pebalap ini seperti terpisah dari pebalap lain, seakan berparade saja. Apalagi Rins juga tidak pernah mengendurkan tali gas motornya.

Lap ke-12 perintah "Mapping 2" kemudian menyala di dashboard Rins. Artinya Rins diperintahkan untuk mengatur setelan mesin ke posisi yang lebih rendah agar bensin bisa awet sampai garis finish. Pada Moto GP Aragon 2020 lalu ketika Rins kemudian menjadi juara, motor Rins sempat kehabisan bensin persis setelah melewati garis finish. Tentunya tim Suzuki tidak mau kejadian itu terulang kembali.

Lap ke-16 Mir mulai menekan Rins, apalagi Pol Espargaro pun sepertinya tidak pernah jauh darinya. Terpisah Nakagami juga mulai memberi tekanan kepada Pol setelah berhasil melewati pebalap KTM lainnya, Miguel Oliveira.

Laptime Mir sepertinya sedikit lebih cepat dari Rins. Ini situasi yang rumit bagi kedua pebalap dan juga tim Suzuki. Rins juga punya peluang untuk menjadi juara dunia, dan jelas Rins tidak akan mau melakukan tim order.

Sepertinya tidak ada kode "Mapping 8" di dashboard motor Rins, seperti pada kasus Lorenzo-Dovizioso pada MotoGP Malaysia 2017 lalu. Tapi mungkin ada kesepakatan, kalau Mir berhasil melewati Rins, maka Rins tidak akan fightback, mengingat ada tiga pebalap cepat (Pol Espargaro, Nakagami dan Oliveira) yang jaraknya tidak sampai dua detik dari motor Suzuki!

Lap ke-17 di tikungan ke-11, Rins tampak melebar (menurut pengakuannya, Rins salah mengoper gigi) kesempatan itupun tidak disia-siakan Mir untuk mengambil alih pimpinan balapan.

Setelah itu Mir tidak terkejar lagi dan membuat gap yang semakin besar dengan pebalap-pebalap di belakangnya untuk kemudian menjadi pebalap pertama yang menyentuh garis finish.

Usai balapan Rins mengaku sedikit kecewa karena melakukan kecerobohan di lap ke-17 tersebut sehingga bisa disalip Mir. Sejak itu menurut Mir, laju motornya bukannya melambat, tetapi justru laju motor Mir yang semakin cepat. Apalagi menurut Rins, kompon ban belakang motornya sudah mulai aus. Itulah sebabnya menjelang akhir balapan Pol Espargaro bisa mendekatinya.

Apapun itu, hasil perolehan duo Suzuki ini tetaplah luar biasa. Kini Mir semakin mantap memimpin klasemen pebalap dengan nilai 162 poin. Bersama Quartarao, Rins kini berada diurutan kedua dengan perolehan nilai 125 poin, berjarak 37 poin dari Mir.

Selain itu sebagai konstruktor, Suzuki juga berpeluang mengunci gelar juara dunia MotoGP 2020. saat ini Suzuki memimpin klasemen konstruktor dengan perolehan nilai 188 poin, unggul tipis 7 poin dari Ducati yang mengumpulkan 181 poin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Balap Selengkapnya
Lihat Balap Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun