Mohon tunggu...
Choiron
Choiron Mohon Tunggu... Administrasi - Hidup seperti pohon. Menyerap sari makanan dan air dari mana saja, dan pada saatnya harus berbuah.

Hanya sebuah botol kosong...

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Hikayat Sebuah Titik

20 Juli 2012   01:06 Diperbarui: 25 Juni 2015   02:46 378
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kisah Penciptaan Si Titik Sebuah Titik baru saja tercipta. Si titik tak bergerak ke manapun dari tempat dia diciptakan. Posisi titik dalam matematika biasa ditulis (x,y). Sang Penggambar menentukan keterbatasan hidup titik yang hidup hanya pada tempat di mana pena Sang Penggambar meletakkanya. Si Titik juga tak punya pikiran akan dimensi di luar dirinya sendiri. Pada waktu yang lain, Sang Penggambar membuat sebuah garis. Garis adalah lintasan di antara dua titik. Sehingga terdapat dua koordinat posisi titik yaitu (x1,y) dan (x2,y). Si titik sekarang sudah bisa bergerak ke kiri dan ke kanan mengikuti lintasan garis horizontal. Si Tititk sangat bahagia. Dia merasakan nikmat yang berbeda dengan membandingkan kehidupannya saat hanya berada pada satu koordinat saja. Sang Penggambar kemudian memperluas garis kehidupan Si Titik menjadi ruang 2 dimensi (2D) dengan sistem koordinat cartesian tidak tak terhingga. Sang Penggambar mengajari Si Titik melalui ilham, agar Si Titik bisa bergerak ke atas, bawah, kiri dan kanan dalam sebuah bidang datar. Bertambahlah pengetahuan Si Titik tentang ruang 2D atau bidang datar. Sang Penggambar kemudian membuat sebuah ruang 3 dimensi (3D). Semua posisi koordinat menggunakan notasi (x, y, z). Kemudian Sang Penggambar meletakkan Si Titik di ruang 3D tersebut. Awal mulanya Si Titik hanya diam saja. Kemudian diapun mencoba mulai bergerak. Gerakannyapun hanya ke kiri dan ke kanan, sama saat di hidup di sebuah garis sebelumnya. Kemudian Sang Penggambar memberinya pengetahuan yang lebih luas agar Si Titik bisa bergerak bebas di ruang 3D. Ajaib! Si Titik merasa punya pengetahuan untuk mengitari uang 3D. Dia bergerak ke kanan, ke atas, kemudian kembali lagi ke kiri dan ke bawah. Pada bagian akhir, Si Penggambar menambahkan timer atau dimensi waktu pada ruang 3D tersebut. Si Titik merasakan denyutan waktu. Entah bagaimana, Si Tititk bisa menghitung 'tik-tok' adalah 1 detik yang berubah menjadi menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Si Titik merasakan perubahan fisik pada ruang 3D sesuai dengan perjalanan waktu 'tik-tok'. Ya, Si Titik sekarang berada pada empat dimensi (4D). Suatu saat kemudian, Sang Penggambar menggunakan penghapusnya untuk menghilangkan Si Titik. Kemana Si Titik berada sekarang saat Sang Penggambar menghapusnya? Titik dan Dimensi Lain Sang Penggambar kemudian menciptakan titik-titik lain dalam kanvas lukisan 4 dimensi. Ruang 3D menjadi penuh dengan titik-titik lainnya membentuk lukisan indah kaya warna. Semua titik menyatu dalam harmoni menggambarkan Sang Penggambar adalah Maestro yang tiada duanya di jagad raya. Agar antara titik-titik yang memenuhi ruang lukisannya bisa hidup dengan aman dan daman, Sang Penggambar menciptakan aturan. Bahwa setiap titik sewaktu-waktu bisa mengalami penghapusan eksistensi tanpa pemberitahuan dan peringatan sebelumnya. Setiap titik akan dihitung skor perilakunya sesuai dengan interaksi dengan sesamanya dan kepatuhannya pada aturan Sang Penggambar. Bagi titik yang dinilai baik, maka suatu saat nanti akan dimasukkan ke dimensi lain yang keindahannya tidak pernah terlintas oleh pikiran dan perasaan para titik. Sedangkan bagi titik-titik yang melanggar printah dan larangan Sang Penggambar, mereka akan dimasukkan ke dimensi tertentu yang tidak nyaman.

Dimensi Berikutnya untuk Titik Dalam perjalanan waktu, ada saja titik yang lupa asal hakikat dirinya. Ada yang menjadi sombong, takabur, angkuh dan merasa dirinya tercipta dengan sendirinya. Merasa bahwa eksistensi dirinya sebagai titik karena sebuah keharusan dari sebuah kebetulan dimensi hidup mereka. Namun tidak sedikit titik-titik yang masih sadar akan eksistensi dirinya. Dari mana dia berasal dan ke mana dia akan pergi. Mereka ini masih tetap mematuhi perintah dan larangan Sang Penggambar. Berharap pada akhir masa 'tik-tok', mereka akan masuk ke dimensi lain yang walau bentuk dan rasa dimensi tersebut tidak terpikir oleh logika (akal) para titik tersebut karena sadar akan keterbatasan akal, pikiran dan pengetahuannya. Namun mereka percaya pada pada apa yang disampaikan Sang Penggambar. Mereka hidup tentram hingga Sang Penggambar menghapusnya dari dimensi ruang 3D dan waktu.

Wahai jiwa yang tenang . Kembalilah kepada Tuhanmu dengan rasa puas, dengan segala nikmat yang diberikan, lagi diredhaiNya. Masuklah ke dalam jemaah hamba-hambaKu. Masuklah ke syurgaKu.

Maha Suci Allah yang telah menjadikan akal dan pikiran untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan. _____ Gambar dari polymathprogrammer.com

Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun