Edukasi

Ketika Harapan Tak Sejalan dengan Kenyataan

1 Maret 2019   17:44 Diperbarui: 1 Maret 2019   17:58 93 2 0
Ketika Harapan Tak Sejalan dengan Kenyataan
@muh.aryoprada

Assalamualaikum Wr.Wb.

Hai helloo..... teman-teman... semoga tidak bosan yaa ,...... heuheuheuheu.........

Pasti kalian tidak asing lagi dengan ujian-ujian kayak gitu..... ( apalagi ujian hidup ) upss......

Tapi kalian yang ngerjain  paham gak sihh ??? kenapa kalian kok harus dikasih ujian ???

Secara umum, tentunya agar tau sejauh apa pengetahuan kalian tentang suatu hal.

 Jika kita membicarakan BK pasti tidak ada habisnya,,,,,,,,, mungkin sebagian kalian pernah diberi kuisioner oleh BK sekolah kalian, entah itu kuisioner tentang  " setelah SMA mau kemana yaa ??? " atau yang lain-lain. Disini BK melakukan kegiatan Asesmen dimana BK melakukan pengukuran terhadap klien atau peserta didik sejauhmana mereka mempelajari sesuatu ataupun belajar tentang sesuatu hal. Jika kita mengambil dari contoh tadi ketika BK memberikan kuisinoner tentang hal tersebut, berarti BK mengkur sejauh mana pola pikir peserta didik dalam menggapai masa depannya. Mungkin bisa dikira-kira pasti jawaban kuisioner mungkin ada pilihan: lanjut kuliah, kerja, Nikah, dan lain-lain. Nah, ketika kuisioner telah dijawab oleh peserta didik atau klien, BK melanjutkan dengan mangakumulasi jawaban dari peserta didik. Dari mulai yang memutuskan lanjut kuliah seberapa banyak, begitu pun dengan yang memutuskan bekerja bahkan nikah sekalipun. Setelah diakumulasi, BK dapat menentukan peserta didik yang memutuskan untuk kuliah ini akan doberi fasilitas apa, begitu pun dengan yang memutuskan kerja mungkin beberapa sekolah akan bekerjasama dengan tempat kerja, dan masih banyak lagi.

                Setelah kesana kemari bahas ono-ini ...... seberapa penting sihhh asesmen itu bagi BK ??? tentu penting banget lah yaa,,,,, karena dengan asesmen pengukur juga sejauh mana program BK itu berjalan. Jadi sangat penting sekali yaa gaessssss......

Oh iyaa sebelum melakukan asesmen, yang perlu di garis bawahi yakni :

  1. Identitas peserta didik, meliputi nama, jenis kelamin, tempat tanggal lahir, alamat, dan sebagainya.
  2. Karakteristik peserta didik, yang mencakup aspek fidik terkait kefungsiannya, kecerdasan siswa, minat dan bakat siswa punya.  

Pernah juga gak sihh ??? kalian ngerasain dimana kalian berada ditiik jenuh belajar ????....

Pasti kalian juga bingung mauu ngelakuin apa ????...... nah disini kalian juga gak perlu khawatir.... karena BK dapat melayani hal-hal yang biasa dialami oleh siswa. Salah satunya contoh tadi.

Nahh ketika kalian mengalami titik jenuh atau mengalami kesulitan dalam belajar sewajarnya BK melakukan mendiagnosa atau diagnostik. Diagnostik ini diberikan untuk mendiagnosa kesulitan-kesulitas apa yang dialami oleh siswa sehingga sampai seorang siswa berada dititik jenuh tersebut. Dan tentunya BK memberikan layanan atau bantuan sedemikian rupa dengan tak lain untuk membangun kembali semangat peserta didik untuk belajar.

                Biasanya faktor apa saja sih yang membuat peserta didik mengalami kesulitan belajar :

  1. Yang  pertama, IQ, biasanya peserta didik yang mempunyai IQ rendah sulit memahami sesuatu. Ibaratnya dimana peserta didik yang satu kali penjelasan bisa paham, tapi untuk anka yang IQ rendah perlu pengulangan materi. Peran guru dan BK disini sangat menentukan dalam perkembangan peserta didik.
  2. Yang kedua, Bakat, memang bakat dari peserta didik pasti berbeda. Ketika peserta didik masih belum mengetahui bakat mereka apa ? disini pern BK dalam membantu menemukan Bakat yang ia miliki. Karena ada beberapa anak juga akan kesulitan belajar juga jika mereka belajar tidak denagn bakat dan minat yang mereka miliki.
  3. Yang ketiga, kurangnya motivasi belajar. Lingkungan peserta didik sangat berpengaruh pada hal ini. Karena dorongan dari diri sendiri dan orang lain sangat diperlukan. Motivasi dari guru, keluarga sangat diperlukan guna meningkatan motivasi belajar.

Nahhh sebetulnya masih banyak lagi ya gesss... tapi karena kekurangan saya maka langsung aja nih..... uhmmmm bagaimana sih acara mendiagnosis peserta didik yang mengalami titik jenuh belajar, yaaa,,,,,,, dengan mengikuti langkah-langkahnya dan mengenali karakteristik siswa yang mengalami titik jenuh belajar atau kesulitan belajar. Ini nihhhh ciri-cirinya   :

Learning disability, dimana peserta didik tidak menyukai pelajarannya sehngga ia malas untuk belajar.

learning disfunction, ketika proses belajarnya tidak berfungsi dengan baik, dikarenakan oleh ,mungkin contoh karena kekurangan dalam dirinya sehingga ada dampak tersendiri bagi siswa.

Learning disorder, dimana seorang siswa mengalami kekacauan dalam belajar dikarenakan mungkin ada yang bertentangan dalam dirinya keadan ini biasanya karena sebab paksaan dari orang tua peserta didik untuk belajar padahal itu tidak sesuai dengan minat dan bakat peserta didik.

Huffttttt.......  yaa begitulah sedikit tulisan dari saya. Tak mengurangi rasa hormat jika ada yang tidak sesuai saya menerima dengan lapang dada kritik dan sarannya

Terimakasih..... syukron

Wassalamualaikum Wr,Wb.

#C.T.M