Mohon tunggu...
Chamelia Dwi Angelina
Chamelia Dwi Angelina Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ( 20107030010)

Vagabond on Vacation

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Efek Samping LDR

9 Maret 2021   13:50 Diperbarui: 9 Maret 2021   14:11 1113
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
cr. @Minho on pinterest

Ada yang pernah menjalin hubungan LDR atau Long Distance Relationship? Atau kalian sekarang lagi mengalaminya? Gimana? Apakah kalian tim berhasil mempertahankannya hingga akhir atau putus ditengah jalan? .

Hubungan LDR sangat lazim dikalangan anak muda seperti mahasiswa .  Hubungan LDR sendiri merupakan hubungan intim antara pasangan yang secara geografis terpisah satu sama lain. Yang apabila  pasangan ini bertemu, waktu yang disita tidak hanya dalam hitungan menit karena jaraknya yang bisa sampai beribu-ribu mill .

Sudah menghadapi jarak yang jauh, kurangnya kontak tatap muka. Bukan lagi hanya kangen yang spontan, tapi sudah rindu yang artinya mendalam . Partisipan LDR juga masih dihadapi dengan gangguan sepele seperti masalah kepercayaan, kesepian, godaan , dan lain-lain . Namun, apabila disepelekanpun juga akan menjadi hal rumit . Walaupun masih bisa berkomunikasi lewat telepon, chatting 24/7 , dan bertatap-tatapan lewat video call . Tidak dipungkiri rasa ingin bertemu semakin besar .

Mengapa anak muda memilih LDR? Berikut hasil wawancara penulis dengan beberapa partisipan LDR . " Kan aku lagi LDR Malang-Kalimantan , kita bertemu pas awal masuk kuliah waktu ospek. disalah satu universitas di Malang. Kita jadi deket karena saat itu kita masih sekota . Galama setelah itu kita pacaran , tapi setelah itu dia ada hal yang mengharuskan dia kembali ke Kalimantan ." Ucap Arolina seorang mahasiswa .

Dari wawancara tersebut, salah satu penyebab terjadinya LDR dikalangan public adalah pindah tempat atau alasan yang mengharuskan pasangan pindah pulau , bahkan pindah Negara dengan jarak yang sangat jauh. Mau apapun alasannya, tentunya keputusan pasangan untuk memilih berada jauh dari pasangannya sendiri harus dihormati . Karena , pasti alasan yang membuat ia mengambil keputusan tersebut sangatlah penting . Sehingga dia mengorbankan cintanya itu .

Tetapi, berkorban disini maksutnya bukan brati memutuskan hubungan untuk mengejar alasan itu. Namun lebih ke cara kalian untuk menerima kondisi dan bagaimana cara kalian untuk memperjuangkan rasa cinta walaupun jarak dan waktu menghalangi.

Dari itu semua dapat disimpulkan Efek Samping LDR yang sering ditemui  yaitu sebagai berikut. :

1. Fikiran negatif yang berlebihan 

Tidak diberi kabar seharian saja sudah khawatir bukan? Apalagi sampai bertahun-tahun. Hal itu tentu saja menimbulkan kecurigaan seperti lirik lagu kangen band " Kamu dimana, dengan siapa, sekarang berbuat apa" .

2. Timbulnya rindu berkepanjangan

Disaat malam minggu tiba, dimana kalian melihat teman-teman yang sedang berbahagia dengan pasangannya sedangkan kalian dirumah menunggu telfon dari dia . Belum lagi , apabila ternyata pasangan kalian tidak bisa menghubungi saat itu . Mood pasti akan auto buruk .

3. Menurunnya rasa percaya terhadap pasangan

Karena pasti ada saja godaan untuk mendua , melihat kanan kiri kalian ada yang dapat bersendau gurau dengan pasangannya . Sedangkan , kalian tidak . Tapi jangan coba-coba ya readers, karena hal itu dapat merusak kepercayaan pasangan pada kalian .

4. Kejenuhan mulai meningkat

Setiap hari hanya chatting, telfon , videocall . Apakah tidak bosan? Tentu saja rasa itu pasti ada. Tanpa berbincang secara langsung , dan melakukan aktifitas bersama rasanya seperti tidak serius dan tidak nyata.

5.Partisipan LDR juga berpotensi patah hati

Diri sendiri menjadi sering bergelut dengan pikiran sendiri, mencoba menyangkal semua negative thinking  juga melelahkan .

Untuk kalian yang memilih memperjuangkan cinta kalian meski begitu banyak hal yang harus kalian lawan, namun hubungan LDR juga memiliki efek yang positif . Diantarannya menghemat biaya kencan , melatih kesabaran , lebih menghargai waktu, memiliki quality time yang berkualitas, dan menjadi pengalaman hidup berharga . Itupun kalau pasangan kalian juga sama-sama mengerti . Metode komunikasi yang baik dan latihan mental pejuang LDR sendiri disinyalir menjadi faktor penting langgengnya hubungan LDR . Tapi tetap saja kembali kepada keputusan kalian para partisipan LDR.

Karena tidak semua orang bisa bertahan tanpa cinta, jadi meskipun kalian terhalang oleh jarak, kalian bebas memilih untuk melanjutkan atau memutuskan hubungan karena kalian tidak bisa menjalin hubungan jarak jauh . Kadang-kadang bisa menjadi menyakitkan. Itu semua tergantung keputusan kalian, yang penting ikuti kata hati yang membuat kalian merasa nyaman.

 Jarak tidak berati apa-apa ketika seseorang berati segalanya . Kalian terpisah karena bukan keinginan kalian bukan? Kalian terpisah karena masing-masing dari kalian mengejar  mimpi , jadi seharusnya menjadi support system bukan saling curiga karena hal itu yang membuat kalian capek menjalaninya . Karena kepercayaan akan mengikuti selama tujuan kalian adalah me-nyupport pasangan kalian .

LDR itu tidak mudah ,berat . Setiap kali kalian LDR , kalian harus punya janjian  kapan kalian akan bertemu kembali . Anggap LDR itu perjalanan, ketika kalian ngejalanin sesuatu, kalian harus tau tujuannya . Tujuan akhirnya kalian akan bersama hidup bahagia, tapi ada tujuan pendeknya.  Yaitu kalian yang akan bertemu dibeberapa waktu . Jangan pula mendengarkan gonjang-ganjing gossip negative dari orang lain sebelum kalian membuktikannya sendiri . Dan tetaplah hidup bahagia meskipun berhubungan jarak jauh , karena kehidupan kalian bukan hanya soal pasangan. Semoga kalian para partisipan LDR ada titik dimana , kalian harus bertemu lagi . Semangat untuk para pejuang LDR!. Semoga artikel ini bermanfaat!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun