Mohon tunggu...
Patter
Patter Mohon Tunggu... Hotelier

ūüćéTulislah hal-hal berarti yang takkan pernah kau sesali kemudian

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Artikel Utama

Masa Depan Hotel Butik, Akankah Ditinggalkan Fan?

9 Mei 2021   19:45 Diperbarui: 10 Mei 2021   15:35 758 95 34 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Masa Depan Hotel Butik, Akankah Ditinggalkan Fan?
Hotel butik, akankah dilupakan para penggemar? (Foto: Pixabay/Tama66)

Reina sepupuku, berencana ke luar kota. Ia minta dicarikan hotel butik. Katanya, penasaran dengan hotel butik anyar di kota itu.

Mulailah saya berselancar mencari hotel yang cocok untuk Reina sekeluarga. Tepat mataku terpaut hotel dengan bangunan layaknya istana.

Lobi nan megah, sepanjang koridor kaya sentuhan seni. Fasilitas di kamar mewah. Tengok saja lantai berkarpet 10 cm. Sepintas bagai istana kerajaan dalam dongeng.

"Kak, saya ada di hotel butik nih. Nanti kukirim fotonya ya!" ujar Reina.

Apabila mendengar nama hotel butik sekilas terkesan mewah dan megah. Dalam bahasa Inggris, boutique hotel, menurut tipenya termasuk kelas upscale atau kelas atas.

Ciri menonjol dari hotel butik yaitu memiliki unique selling poin (USP), bagaimana produk kelas ini ngetop di pasar.

USP adalah poin unik yang membuat brand Anda lebih menonjol dari hotel pesaing.

Diantaranya hotel butik memunculkan signature lebih dari sekadar arsitek hotel, desain bangunan, serta fasilitas di sudut kamar dan area hotel.

Mungil, modis, dan bergaya

Riwayat hotel butik pertama kali berada kota London di mana pemiliknya menciptakan kamar nan mewah, modis walau terbatas lahan. Ciri khusus tipe hotel butik adalah mungil, modis, dan bergaya (small, stylish, dan fashionable).

Awal berdirinya hotel butik tahun 1980 di kota London lalu disusul kota-kota di San Fransisco dan New York.

Karena fokus pada kemewahannya, maka tipe hotel butik memiliki kamar yang terbatas, mulai dari 10 kamar hingga terbanyak 100 kamar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN