Mohon tunggu...
Cecep Gaos
Cecep Gaos Mohon Tunggu... Guru pecinta literasi

Guru Kota Padi

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Jika Ingin Panjang Umur Menulislah di Kompasiana

5 Juni 2017   15:14 Diperbarui: 5 Juni 2017   16:35 488 16 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jika Ingin Panjang Umur Menulislah di Kompasiana
Logo Kompasiana. http://www.kompasiana.com

Saya sudah terdaftar resmi di akun Kompasiana pada tanggal 11 November 2015. Ini berarti saya telah menjadi Kompasianer kurang lebih satu tahun setengah. Dari rentang waktu tersebut, di tahun pertama hingga Desember 2016 saya hanya mampu mengoleksi tulisan sebanyak 9 judul saja. Jumlah ini tentu saja jumlah yang sangat tidak menggembirakan. Ini menunjukkan betapa tidak produktifnya saya sebagai Kompasianer.

Memasuki tahun 2017, saya mendapatkan suntikan semangat dan inspirasi dari orang-orang luar biasa yang berada di beberapa grup WA yang saya ikuti yang khusus dibuat untuk mengembangkan kemampuan literasi, terutama kemampuan menulis. Dua di antara grup WA tersebut adalah grup Kreasi Penggerak Literasi yang diketuai oleh Rina Sugiarti, seorang guru di Bekasi, dan grup KPLJ (Komunitas Pegiat Literasi Jawa Barat) yang diketuai oleh Idris Apandi, seorang Kompasianer berverifikasi biru dan Widyaiswara Provinsi Jawa Barat. Sehingga di rentang waktu awal tahun 2017 hingga tulisan ini ditulis (kurang lebih 5 bulan), alhamdulillah saya telah menambah koleksi tulisan di Kompasiana hingga mencapai 107 judul. Jumlah ini apakah menunjukkan bahwa saya telah menjadi penulis produktif atau belum tentu saja jawabannya relatif. Tetapi, bagi saya yang masih awam dalam dunia tulis-menulis, jumlah ini sangatlah di luar ekspektasi awal saya.

Kompasiana bagi saya bukan sekedar sebuah media untuk mencurahkan segala kegalauan atau kegelisahan melalui tulisan, lebih dari itu saya bisa menemukan hal lain yang sampai sekarang belum saya temukan di tempat lain. Banyak hal positif yang bisa saya temukan di Kompasiana. Salah satu di antaranya adalah informasi aktual dan ilmu pengetahuan baru yang bisa saya dapatkan dari tulisan-tulisan para kompasianer yang setiap saat berseliweran.

Selain itu, di Kompasiana saya bisa berinteraksi dengan para kompasianer lainnya. Interaksi ini bisa dilakukan dengan cara saling memberikan penilaian, komentar atau tanggapan dan masukan, bahkan sanggahan terhadap tulisan-tulisan yang dibuat oleh para Kompasianer.

Screenshot nilai dan komentar pada salah satu artikel pribadi di Kompasiana
Screenshot nilai dan komentar pada salah satu artikel pribadi di Kompasiana
Selain itu, di halaman depan akun telah disediakan juga chat box yang bisa digunakan untuk mengobrol dengan kompasianer yang kita inginkan.

Screenshot halaman depan akun Kompasiana Idris Apandi
Screenshot halaman depan akun Kompasiana Idris Apandi
Dengan fasilitas-fasilitas tersebut, kita bisa saling mempererat tali silaturahim dengan para Kompasianer lainnya, meskipun tentu saja dalam bentuk silaturahim on-line. Namun berawal dari silarahim on-line ini bisa berlanjut ke silaturahim off-line (baca: kopdar). Oleh karena itu, tali silaturahim antar para Kompasianer akan terikat dengan erat. Dengan silaturahim ini tentu saja akan menjadikan umur kita semakin panjang. Umur dalam hal ini tidak hanya dimaknai dengan umur kronologis dan biologis saja, tetapi juga umur mental dan nama baik kita. Dengan silaturahim, orang lain akan selalu mengenang kebaikan-kebaikan dan karya-karya tulis yang telah kita tanamkan dan hasilkan. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi SAW melalui sebuah Hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari yang artinya “Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya panjang maka hendaknya ia bersilaturahim”.

Oleh karena itu, marilah kita menulis di Kompasiana agar umur kita panjang. :) []

VIDEO PILIHAN