Mohon tunggu...
Casmudi
Casmudi Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Seorang bapak dengan satu anak remaja.

Travel and Lifestyle Blogger I Kompasianer Bali I Danone Blogger Academy 3 I Finalis Bisnis Indonesia Writing Contest 2015 dan 2019 I Netizen MPR 2018

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Sang Pengolah Sampah dari Generasi Z

14 Desember 2020   09:01 Diperbarui: 14 Desember 2020   09:13 371
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik dengan mesin penggiling seperti penggiling daging (Sumber : dokumen pribadi)

Tampak dari depan, gedung sekolah yang didominasi warna biru muda itu terlihat modern dan minimalis. Namun, ketika rombongan Danone Blogger Academy (DBA) 3 disambut sangat meriah dengan lagu oleh anak-anak siswa SMP Wisata Sanur. Kami baru tahu bahwa sekolah tersebut mempunyai halaman yang luas dan hijau. Kami pun diterima dengan ramah oleh Bapak Kepala Sekolah Drs. Gusti Made Raka di salah satu ruangan sekolah. Untuk mendapatkan informasi penting. Yaitu, tentang program sekolah yang berhubungan dengan lingkungan hidup. Khususnya, tentang prinsip 3R dalam pengolahan sampah.

Awal bulan September 2019 lalu, saya terpilih dalam program Danone Blogger Academy (DBA) 3 Bali. Salah satu acara penting yang dijadwalkan oleh panitia adalah mengunjungi salah satu sekolah. Sekolah tersebut terletak di salah satu perempatan jalan I Gusti Ngurah Rai. Tepatnya, beralamat di Jalan Danau Buyan No. 59 Sanur, Denpasar Bali yang bernama SMP Wisata Sanur.

Rombongan DBA 3 diterima dengan senyum dan keramahan. Dan, selanjutnya mendapatkan informasi penting tentang sekilas SMP Wisata Sanur. Namun, ada hal penting yang menarik perhatian rombongan DBA 3. Yaitu, Kepala Sekolah memberikan pemahaman tentang lingkungan hidup di sekolah. Khsususnya, dalam pengolahan sampah. Bahkan, program pengolahan sampah tersebut akan dimasukan dalam kurikulum sekolah.

Bapak Kepala Sekolah SMP Wisata Sanur memberikan penjelasan tentang program sekolah kepada rombongan kunjungan Danone Blogger Academy (DBA) 3 Bali (Sumber: dokumen pribadi).
Bapak Kepala Sekolah SMP Wisata Sanur memberikan penjelasan tentang program sekolah kepada rombongan kunjungan Danone Blogger Academy (DBA) 3 Bali (Sumber: dokumen pribadi).
Berbicara masalah sampah, selalu menarik perhatian banyak kalangan. Karena, banyak faktor yang menjadi penyebab dan akibat dari pengelolaan sampah yang tidak ditangani dengan baik.

Bahkan, masalah sampah tersebut menjadi agenda besar program pemerintahan Presiden Jokowi. Sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 97 Tahun 2017 tentang Strategi dan Kebijakan Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Pengelolaan sampah dan pengurangan sampah ditargetkan mencapai 30% pada 2025. Dengan kata lain, Indonesia Bersih Sampah 2025

Hingga kini, masalah sampah masih menjadi perhatian besar. Tidak terkecuali, Pemerintah Provinsi Bali. Karena, kuantitas sampah yang cenderung bertambah setiap harinya. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk Pulau Dewata tersebut.

Tentu, Pemerintah Provinsi Bali telah melakukan berbagai program dan tindakan dalam penanganan sampah secara profesional. Sampah yang datang dari hulu seperti Rumah Tangga (RT) atau perusahaan hingga hingga berakhir di hilir (bermuara ke laut).

Sungguh mengerikan ketika sampah tersebut berakhir di laut. Berbahaya terhadap dampak lingkungan hidup. Terutama, mengancam kelangsungan hidup ekosistem laut. Yang nantinya, akan berakhir pada manusia untuk dikonsumsi.

Perlu diketahui bahwa berdasarkan hasil penelitian dari peneliti ITB Bapak DR. Ir. Made Wahyu Widyarsana, ST. MT.IPM dalam presentasinya yang berjudul "Membangun Ekosistem Daur Ulang untuk Mewujudkan Bali yang Bersih" awal bulan September 2019 lalu di Gianyar Bali. Presentasi tersebut menyatakan bahwa kuantitas sampah yang dihasilkan Bali sekitar 2.253,6 ton per hari. Bahkan, di beberapa media online melansir kuantitas sampah yang lebih besar, yaitu sekitar 4.281 ton. Atau, kurang lebih setengah luas lapangan bola.

dok. pribadi
dok. pribadi
Salah satu tindakan yang mampu mengurangi kuantitas sampah adalah perlunya partisipasi aktif dari masyarakat. Di mana, masyarakat dianjurkan untuk mampu mengolah sampah dengan prinsip 3R, yaitu:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun