Mohon tunggu...
Casmudi
Casmudi Mohon Tunggu... Pernah mengenyam Pendidikan Administrasi Publik.

Gemar menulis dan berbagi informasi. Seorang Lifestyle & Travel Blogger. Trip Advisor : https://www.tripadvisor.com/members/casmudib Silahkan mampir di blog saya: http://www.casmudiberbagi.com/

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi

Era "Cebong" dan "Kampret" Telah Berakhir

20 Juli 2019   02:26 Diperbarui: 20 Juli 2019   02:36 0 0 1 Mohon Tunggu...
Era "Cebong" dan "Kampret" Telah Berakhir
(Sumber: dokumen pribadi)

Kurang lebih 5 tahun di era kepemimpinan Presiden Jokowi, masyarakat seperti "terbelah". Sejak tahun 2014, sebutan "Cebong" untuk pendukung Jokowi. Dan, sebutan "Kampret" untuk pendukung Prabowo sudah menggema di berbagai linimasa. 

Saya sendiri belum mengetahui pasti, siapa yang pertama kali memberikan sebutan tersebut. Tetapi, saya beranggapan masing-masing pendukung Capres yang memberikan sebutan tersebut.Jujur, sebutan tersebut sungguh menjadi makanan sehari-hari di media sosial. 

Bahkan, sebutan tersebut juga menjadi alat  untuk "nyinyir" atau "character asassination" masing-masing pendukung. Bahkan, sepertinya sebutan tersebut menjadi penanda bagi masing-masing pendukung di alam nyata.

Yang menarik adalah sebutan "cebong" dan "kampret" menjadi masyarakat Indonesia terbelah. Meskipun, jurang pemisah itu tidak kentara dalam dunia nyata. 

Namun, kenyataannya sebutan tersebut menjadi perenggang dalam berbagai persahabatan. Juga, sebutan itu justru menjadi sebutan yang sangat membanggakan. Bagi pendukung mania masing-masing Capres di kontestasi Pilpres 2019. Serta, sebutan "cebong" dan "kampret" juga menjadi senjata untuk menyebarkan informasi hoax bagi pihak yang tak bertanggung jawab.  

REKONSILIASI MRT

Setelah keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memutuskan memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, sebutan Cebong dan Kampret masih ada di linimasa. Keadaan masih tegang di antara dua kubu. Ya, ketika Jokowi belum bisa bertemu dengan Prabowo maka situasi politik masih panas.

Namun, ketika geliat rekonsiliasi marak, maka masyarakat benar-benar menunggu momen pertemuan dua anak bangsa tersebut. Dan, pertemuan dua sosok negarawan akhirnya terwujud. Jokowi dan Prabowo bertemu dan berbicara empat mata dalam perjalanan MRT dari Lebak Bulus ke Bundaran HI.

Statement dua sosok negarawan tersebut menjadi penantian panjang masyarakat, khususnya awak media. Prabowo mengucapkan selamat ke Jokowi atas kemenangan di ajang Pilpres 2019. Dan, dua sosok negarawan yang berseteru dalam ajang Pilpres 2019 saling berpelukan layaknya reuni.

Apa yang menarik dari statement Jokowi dalam pertemuan "Rekonsiliasi MRT" tersebut? Sungguh mencengangkan. Jokowi yang bersama Ma'ruf Amin sebagai Presiden RI terpilih tahun 2019-2024 memberikan statement yang benar-benar MENYEJUKAN dan menguras air mata masyarakat Indonesia. Kini, era sebutan "Cebong" dan "kampret" yang membuat masyarakat Indonesia terbelah sudah berakhir. Yang ada adalah "Persatuan Indonesia".

Pertemuan Jokowi dan Prabowo (Sumber: Kompas.com)
Pertemuan Jokowi dan Prabowo (Sumber: Kompas.com)
Saya sendiri kaget dan takjub apa yang dikatakan Presiden Jokowi. Harus diakui bahwa sebutan itulah yang membelenggu atau mengkotak-kotakan masyarakat kita. Jokowi dengan lugas bahwa "tidak ada lagi cebong dan kampret". 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN