Mohon tunggu...
Aditiyo Aditiyo
Aditiyo Aditiyo Mohon Tunggu...

Konsultan untuk Hidup dan Karir Anda

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Membangun Personal Branding dengan Ketulusan dan Kejujuran

6 November 2015   10:40 Diperbarui: 6 November 2015   11:11 32 2 1 Mohon Tunggu...

Konsep membangun brand yang baik dan berkualitas saat ini tidak hanya dimonopoli oleh produk atau jasa saja. Kita-kita ini sebagai individu-pun harus memiliki brand yang baik dan berkualitas.

Untuk apa?

Kita ini sebenarnya produk yang berusaha menjual diri agar “dibeli” oleh perusahaan untuk menjadi karyawan mereka. Kita-pun menjual diri di depan mitra usaha, calon investor atau stakeholder lainnya apabila kita adalah seorang entrepreneur. Begitu pentingnya personal branding dalam karir karena akan menentukan apakah orang lain mau bekerja sama dengan kita atau tidak. Dan proses membangun personal branding merupakan tahapan yang penting, karena akan berpengaruh terhadap kehidupan karir dalam jangka panjang.

Dalam suatu kesempatan, teman saya bercerita, dia bertemu dengan seseorang yang sangat ramah, terlalu ramah bahkan. Memang pada kesempatan itu teman saya merasakan kenyamanan dari keramahan yang diberikan, tetapi ada yang mengganjal.

Keramahan yang ada pada saat itu terlihat dipaksakan, dilakukan karena sepertinya wajib untuk dilakukan untuk mendapatkan hati seseorang. Karena rasa penasaran, teman saya mulai melakukan background checking, kebetulan mereka memiliki jaringan pertemanan yang sama. Dari penelusuran latar belakang itu, keluarlah informasi bahwa orang tersebut sebenarnya tidak terlalu disukai karena “palsu”.

Bangunlah personal brand Anda dengan serius, dari cerita diatas personal branding sangat mudah dilacak. Dan begitu suatu brand terbentuk, semua orang bisa membicarakan kelebihan dan kekurangan brand Anda.

Jadi bagaimana seharusnya membangun personal brand yang baik?

 

Harus dibangun karena it’s the right thing to do

Jangan membangun personal brand karena kewajiban, agar menang proyek, agar mendapatkan pekerjaan. Kita ramah, kita sering senyum, kita senang membantu dan bekerja profesional karena memang itu hal yang benar untuk dilakukan. Apabila kita melakukannya terpaksa, keterpaksaan itu pasti akan terlihat. Dan yang paling penting, susah untuk setiap saat bersandiwara, karena sandiwara pasti akan terbongkar.

Bangun brand Anda dari hati, bukan terpaksa melakukannya karena “disuruh” oleh buku teori mengenai personal branding

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x