Mohon tunggu...
Candra D Adam
Candra D Adam Mohon Tunggu... Lainnya - The Man From Nowhere

Pecinta Sepak Bola - Penulis (ke)Lepas(an)

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Kurniawan dan Jejak Para Pelatih Indonesia di Mancanegara

19 Januari 2022   05:39 Diperbarui: 28 Januari 2022   03:45 1760
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kurniawan saat berseragam FC Luzern dan Sampdoria. (Dok. Libero.id)

Di Malaysia, selain nama Kurniawan Dwi Yulianto, ada satu nama Pelatih asal Indonesia yang pernah "menukangi" salah satu klub Malaysia. Nama ini cukup sohor di "belantara" Sepak bola Indonesia, dan sudah malang melintang membesut beberapa klub di kasta teratas Liga Indonesia, bahkan beberapa kali membawa klub yang dilatihnya menjadi juara di berbagai ajang kompetisi. Nama tersebut adalah Rahmad Darmawan, Pelatih yang juga pernah menukangi Timnas Indonesia U-23 sekaligus Purnawirawan Mayor di Korps Marinir ini, pernah menangani T-Team dari 2015 hingga 2017.

T-Team, yang kemudian berganti nama menjadi Trengganu FC II pada 2017, adalah Klub yang saat ini sedang berlaga di Kasta ke Dua Liga Malaysia, yaitu Malaysia Premier League. Rahmad yang sudah mengantongi Lisensi UEFA Pro ini sendiri,  resmi menangani T-Team di musim 2016/2017, yang kala itu berlaga di kasta teratas Liga Malaysia, yaitu Malaysia Super League.

Di musim pertamanya melatih T-Team, Rahmad hanya berhasil menempatkan The Titans di peringkat Ke-7 Klasemen akhir Malaysia Super League, dengan catatan 7 kemenangan, 6 kali imbang, dan 9 kekalahan, serta hanya mampu mengantongi 27 poin dari 22 pertandingan yang dijalani.

Sedangkan di musim ke duanya bersama T-Team, Rahmad hanya mampu membawa T-Team duduk di peringkat Ke-9 Klasemen akhir Malaysia Super League 2017/2018, dengan raihan 7 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 10 kekalahan dari 23 poin yang berhasil di kumpulkan. Musim 2017/2018 adalah musim terkahir Rahmad bersama T-Team.

Setelah kemudian di musim yang sama pula, meskipun berada di peringkat 9 Klasemen akhir Malaysia Super League, T-Team kemudian harus terdegradasi ke Malaysia Premier League karena permasalahan proses Registrasi Kompetisi yang gagal.

Bersama T-Team juga ada Kelantan FC yang mengalami kegagalan dalam proses Registrasi Kompetisi, keduanya juga mendapatkan penguran 6 poin. Namun karena pengajuan banding yang diterima Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM), maka Kelantan tetap bisa mengikuti Kompetisi musim 2018/2019. Selain T-Team juga ada Felda United yang dihukum dengan sanksi Degradasi ke Premier League karena gagal dalam pembaruan Lisensi Klub.

Kemudian selain Rahmad dan Kurniawan, ada beberapa nama Pelatih asal Indonesia lainnya yang sempat berkarir di Luar Negeri. Satu diantaranya adalah Rudy Eka Priyambada, Rudy adalah salah satu dari sedikit Pelatih Sepak bola di Indonesia yang tidak mempunyai latar belakang sebagai Pesepakbola Profesional. Pelatih yang sudah memegang Lisensi UEFA Pro ini, di awal karir kepelatihannya memang sudah bersama klub luar negeri. Klub Semi-Profesional di Victoria, Australia, yang bernama Monbulk Rangers, adalah klub pertama yang ia besut sebagai Pelatih pada 2012.

Bersama Monbulk,  Rudy bahkan pernah membawa Tim ini Juara dalam ajang Energy Cup 2012 FFV East Victorian Regional. Namun selanjutnya pada 2013, Rudy pulang ke Indonesia untuk menangani salah satu klub di Liga Primer Indonesia, yaitu Bali Devata. Setelah satu musim bersama Bali Devata, kemudian Rudy merapat Mitra Kukar sebagai Asisten Pelatih dari Stefan Hansson di 2014. Dan di musim 2013/2014 pula, Rudy bahkan pernah menjadi Tactical Analysis untuk Timnas U-19 Indonesia di bawah Pelatih Kepala Indra Sjafri.

Pada 2015, Karir Kepelatihan Rudy di Luar Negeri berlanjut bersama Al-Najma yang saat itu bermain di Kasta ke dua Liga Bahrain. Di Al-Najma, Rudy mengawali karirnya sebagai Asisten Pelatih dari Ali Asoor, yang di musim 2015/2016 sempat terkena sanksi larangan mendampingi Tim dalam 3 Pertandingan, oleh Asosiasi  Sepak Bola Bahrain (BFA). Di 3 pertandingan tersebut, Rudy menggantikan sementara peran Ali Asoor di tepi lapangan dalam laga yang dijalani Al-Najma. Di Al-Najma pula, Rudy bahkan sempat membawa satu pemain asal Indonesia untuk bermain di Liga Bahrain, yaitu Ryuji Utomo.

Setelah hanya semusim menjadi Asisten Pelatih Al-Najma, klub yang sudah ia bawa promosi ke Divisi teratas Liga Bahrain, Rudy kemudian memilih kembali ke Indonesia untuk membangun dan melatih klub yang baru terbentuk, yaitu Celebest FC di Tahun 2016. Celebest FC saat itu masih menjalani Kompetisi Indonesian Soccer Championsip (ISC) B, bersamaan dengan PSSI yang sedang mendapatkan sanksi pembekuan Kompetisi oleh FIFA.

Kemudian sejak 2021, Karir Kepelatihan Pria kelahiran 5 Desember 1982 ini kembali berangsur naik, karir Rudy naik setelah didapuk sebagai Pelatih Kepala Timnas Wanita Indonesia oleh PSSI. Rudy berperan dalam meloloskan Timnas Wanita ke Piala Asia Wanita 2022 di fase Kualifikasi Piala Asia 2022. Sekaligus menyudahi penantian panjang selama 33 Tahun bagi Timnas Wanita Indonesia untuk kembai berlaga di Piala Asia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun