Mohon tunggu...
Candra D Adam
Candra D Adam Mohon Tunggu... Lainnya - The Man From Nowhere

Pecinta Sepak Bola - Penulis (ke)Lepas(an)

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Kurniawan dan Jejak Para Pelatih Indonesia di Mancanegara

19 Januari 2022   05:39 Diperbarui: 28 Januari 2022   03:45 1760
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kurniawan saat berseragam FC Luzern dan Sampdoria. (Dok. Libero.id)

Bersama Skuad Il Samp di Tur Asia, Kurniawan tampil bersama para Pemain Bintang seperti David Platt, Christian Karembeu, Sinisa Mihajlovic, Attilo Lombardo dan Roberto Mancini. Bersama Kurniawan, ada nama Anang Ma'ruf dan Kurnia Sandy, yang juga ikut bergabung bersama Skuad Sampdoria di Tour Asia. Namun justru nama Kurnia Sandy-lah, yang pada akhirnya masuk dalam Daftar Pemain Sampdoria di Serie A musim 1995/1996, meski hanya berstatus sebagai Kiper keempat di Skuad Blucerchiati.

(Baca Juga: Pemain Abroad: Kisah Petualangan Para Agen Perubahan Sepak Bola Indonesia)

Selepas Tur Asia, Sampdoria meminjamkan Kurniawan ke salah satu klub di Liga Swiss yaitu FC Luzern, pada 1994. Bersama Fussball Club Luzern, dalam usia 18 tahun, penampilan Kurniawan bisa dibilang tidak terlalu mengecewakan, karena berhasil mencatatkan 3 Gol dalam 24 keseluruhan penampilannya. Bersama Luzern pula, Kurniawan pernah tampil dalam UEFA Intertoto Cup, ini sekaligus menahbiskannya sebagai Pesepakbola Indonesia pertama yang berlaga di Kejuaraan Resmi antar Klub UEFA.

Karir Si Kurus bersama Luzern terhenti di tahun 1995, praktis ia hanya bermain satu musim untuk FC Luzern, setelah akhirnya kembali ke Sampdoria untuk mengikuti Latihan Pra Musim. Namun di tahun yang sama, Kurniawan memutuskan untuk melepas peluang dalam karirnya di Sampdoria, karena lebih memilih untuk pulang kampung ke Indonesia dan bergabung bersama Pelita Jaya.

Kini, setelah kurang lebih 26 tahun meninggalkan sepak bola Italia, Si Kurus kembali lagi ke Negeri Pizza. Kurniawan ditunjuk oleh Como 1907 sebagai Assisten Pelatih dan Staff dari Sang Manajer, Giacomo Gattuso. Di jajaran Staff Pelatih Como, selain Kurniawan sebagai Asisten Pelatih, ada juga nama Massimiliano Guidetti. Nantiya, Kurniawan juga akan berkesempatan melatih beberapa nama Pemain seperti Moutir Chajia, Alessando Bellemo, Alberto Cerri, Elvish Kabashi, dan Stefano Gori.

Di Klub milik dua Pengusaha asal Indonesia, Bambang Hartono dan Budi Hartono, kontrak Kurniawan akan dimulai di Januari 2022 dan akan berakhir pada pertengahan 2023. Como 1907 sendiri, resmi diambil alih oleh kakak beradik Bambang dan Budi Hartono sejak awal April 2019. Como 1907, dibeli oleh Budi dan Bambang Hartono melalui Perusahaan yang bernama SENT Entertainment, yang bermarkas di London, Inggris. Michael Gandler, seorang mantan Manajer Pemasaran dan Pemasukan Inter Milan pada era Presiden Erick Tohir, juga ditunjuk sebagai CEO untuk klub asal Kota Como ini.

Setelah diakuisisi oleh Budi dan Bambang Hartono, Como yang sebelumnya berkutat di Serie C, kemudian berhasil mempromosikan diri ke Serie B, sekaligus menahbiskan diri sebagai Juara Serie C musim 2020-2021. Sedangkan di musim ini, I Lariani sedang bertengger di papan tengah Klasemen sementara Serie B 2021/2022, yaitu di urutan ke 11.

Di musim ini pula, Como baru mencatatkan 6 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 6 kekalahan, serta baru mengumpulkan 25 Poin dari 19 Laga di Serie B. Ini sekaligus menjadikan pekerjaan rumah bagi Giacomo Gattuso, Kurniawan, dan para Staff Pelatih lain untuk "mendongkrak" performa para Pemainnya.

Bergabungnya Kurniawan dalam jajaran Staf Kepelatihan I Lariani, tentunya menjadi sebuah kabar yang membanggakan bagi publik sepak bola di Indonesia. Namun, tidak sedikit dari publik sepak bola di Indonesia yang menanggapi kabar baik tersebut dengan respon bernada sumbang. Diantara respon negatif itu, tidak sedikit yang menuduh Kurniawan sebagai Asisten Pelatih "titipan". Hal ini didasari pada fakta bahwa Como 1907 adalah klub yang dimiliki orang Indonesia.

Namun Kurniawan menanggapi respon negatif tersebut dengan tenang. Menurutnya, dengan adanya orang Indonesia yang memiliki sebuah klub di Liga-liga Eropa, justru akan menjadikan terbukanya kesempatan tidak hanya bagi pelatih asal Indonesia seperti dirinya, melainkan juga untuk para pemain asal Indonesia itu sendiri. Sebagai Asisten Pelatih, Kurniawan sendiri saat ini sudah mengantongi Lisensi AFC Pro, dan rencananya akan mengambil Lisensi UEFA Pro sebagai syarat agar Seorang Pelatih bisa memimpin Staf Kepelatihan di sebuah Klub Eropa.

Salah satu yang melatarbeakangi bergabungnya Kurniawan ke Como sendiri, diantaranya adalah karena salah satu Perusahaan Layanan Multiplatform dari Indonesia, yaitu PT Global Media Visual, lewat salah satu produknya telah membuat kontrak bersama Kurniawan dengan durasi 5 tahun. Diketahui pula bahwa PT Global Media Visual juga berkonsentrasi dalam pengembangan sepak bola usia muda, yang salah satu programnya adalah Garuda Select.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun